Gaduh Uang Rp150 juta Perseftim, Askab Jangan Bungkam

Tim Perseftim yang berlaga di ETMC 2025 Kota Kupang dan berhasil juara III, berhak main di liga 4 Nasional Yogjakarta April 2025: Foto (FB/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Kisruh manajemen Askab Flotim dan Tim Perseftim soal urusan uang KONI NTT sebesar Rp150 juta, yang dialihkan ke rekening pribadi Ketua Askab Flotim Ir.Jhon Kopong, hingga uang hadiah juara III ETMC 2025, yang tidak adil dibagi kepada pemain dan tim pelatih, lalu mau digunakan tutup utang selama persiapan tim di Larantuka, disarankan agar segera diselesaikan supaya bisa ada solusi terbaik demi kebaikan Perseftim jelang ke Jogjakarta.

Tak hanya itu, manajemen Askab dan Perseftim juga diminta untuk kembali solid menuju Liga 4 Nasional Yogjakarta yang helat April 2025 ini.

“Kalau memang benar demikian, maka kisruh antara manajemen Perseftim dengan Askab Flotim, Pemda Flotim harus turun tangan dan segera diakhiri.

Kasihan Pemain dan Tim Pelatih sudah berlelah-lelah berjuang untuk bawa Perseftim juara III ETMC 2025 Kota Kupang, tapi karena sikap Ketua Askab Flotim dan Tim manajemen Perseftim bisa seperti ini.

Jangan buat hal yang aneh-aneh, yang merugikan Perseftim dan bikin pemain, pelatih putus asa sampai mengundurkan diri.

Jika Ketua Askab tendang Tim Manajemen Perseftim yang telah berprestasi di ETMC 2025 Kota Kupang, maka sebaiknya Ketua Askab Flotim juga diganti.

Sangat memprihatinkan jika kisruh terjadi hanya gara-gara salah kelolah uang.

Nanti main ke liga 4 Nasional di Yogyakarta, juga bisa jadi salah kelolah uang lagi karena lebih besar biayanya.

Maka sebaiknya Askab dan Tim manajemen Perseftim segera duduk bicara baik-baik,”ujar Chris Hayong, salah satu Pemerhati dan Pencinta Perseftim kepada Wartawan, Senin (7/4/2025).

Ia juga mengingatkan Ketua Askab Flotim dan Tim Manajemen Perseftim agar tolong ingat semua orang punya jasa, termasuk dukungan para suporter Perseftim dimana pun, hingga bisa meraih juara III ETMC 2025 Kota Kupang dan berhak main di level nasional.

“Coba ingat waktu Perseftim kena pinalti dilarang main di ETMC Rote Ndao, kalian dimana.

Kemudian, ada yang berjuang, atur, urus hingga Perseftim bisa bermain, dan sekarang dapat prestasi juara IIi hingga main di liga 4 Nasional kok mulai angkat ekor bikin gaduh.

Kita semua inginkan yang terbaik, termasuk cari dana sumbang manajemen Perseftim main di Yogyakarta, asal ada keterbukaan antara Askab dan Tim manajemen Perseftim,”ketusnya.

Sementara, banyak warga Netizen Flotim mempertanyakan kenapa harus dialihkan dari Rekening Bendahara ke Pribadi Jhon Kopong.

“Memangnya, Askab Flotim dan Perseftim tidak punya rekening organisasi, sehingga harus ditransfer ke rekening pribadi Jhon Kopong.

Apa alasan mendesak dan penting sekali sehingga harus ditarik simpan di rekening pribadi Jhon Kopong.

Nah, John Kopong selaku Ketua Askab Flotim sebaiknya meminta Irda Flotim untuk segera audit dana di rekeningnya tersebut, dan segera menjelaskan kepada publik secara resmi melalui media,”terang Jhon Rou Boli dalam komentarnya.

Jhon Rou juga dalam nada tanya, pertanyakan kapan Curva Sud sebagai basis kekuatan rakyat garda terdepan pendukung Laskar Lewotanah menggelar aksi minta klarifikasi Ketua Askab Flotim terkait dugaan adanya aliran dana Rp150 juta dari KONI NTT, yang kemudian oleh Bendahara Askab Flotim ditransfer ke rekening pribadi Jhon Kopong, selaku Ketua Askab Flotim.

Lebih banyak netizen dalam komentarnya yang dihimpun Wartawan meminta agar Ketua Askab Flotim Jhon Kopong segera gelar Konferensi Pers mengklarifikasi informasi ini, agar polemik redah.

Ketua Askab Flotim Jhon Kopong, hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi.

“Untuk hal yang diminta, secara organisatoris Kami pertimbangkan akan ada waktu untuk Kami lakukan klarifikasi secara formal atas nama Askab,”tulisnya pendek, menjawab Wartawan, Senin (7/4/2025) pagi.

Untuk diketahui, kisruh internal manajemen Perseftim dan Ketua Askab Flotim ini mencuat ke publik pasca Manajer Teknis Vicky Betan melontarkan adanya upaya Ketua Askab ingin mengambil alih penuh kendali keuangan Tim, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis.

Vicky Betan juga ungkapkan jika berangkat ke Kupang, Tim Perseftim cuma bawa uang Rp40 juta, dari 150 juta yang dialokasikan KONI Flotim.

“Sisanya ditahan. Akhirnya, Kami harus cari dana sendiri demi perjuangkan nama Flotim.

Syukur, ditengah kondisi penuh tekanan, Perseftim bisa meraih prestasi terbaik juara III ETMC 2025 Kota Kupang,”tegasnya, Minggu (6/4/2025). (OLA)

error: Konten dilindungi!