
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Ramainya Kota Reinha Larantuka dan sekitarnya, yang begitu terasa ketika memasuki pekan suci mulai Minggu 13 April 2025, saat peziarah mulai tiba dari berbagai daerah, baik dari Kupang, Maumere, Ende, Kalimantan, Surabaya, Jakarta dan daerah lainnya, hingga jelang puncak Prosesi Jumad Agung, 18 April 2025, kini langsung sepi, setelah peziarah mulai meninggalkan Kota Larantuka dan pulang ke tempat masing-masing, sejak Sabtu 19 April 2025 pagi, hingga Senin 21 April 2025.
Suasana ramainya peziarah dan kendaraan berlalu lintas di jalan raya, yang padat merayap di jalan tiga Sandominggo hingga Postoh-Ekasapta, sejak Rabu 16 April 2025 hingga Jumat 18 April 2025 pagi hingga malam, mulai dari Prosesi Laut sampai puncak Prosesi Jumad Agung malam, kini tak terlihat lagi.
Kota Larantuka, hari ini Senin (21/4/2025) seperti ‘Kota tidur’.
Jalan-jalan utama di Kota Larantuka pun terlihat sepi. Kendaraan dan warga yang melintas pun lancar saja. Tak macet seperti hari pekan suci.
Hanya terlihat agak padat aktivitas penumpang, dan juga peziarah di Pelabuhan Fery Waibalun, siap pulang ke Kota Kupang.
Sementara jalur transportasi darat jurusan Maumere, Ende dan juga peziarah lainnya dari arah Flores Barat seperti Manggarai, terpantau telah kembali sejak Sabtu (19/4/2025) pagi, hingga Senin (21/4/2025) siang.
“Iyah, Larantuka sangat sepi hari ini. Bukan hanya ‘tidur’ tapi seperti Kota ‘mati’.
Para peziarah tidak mau tinggal berlama-lama karena datang hanya ikut Prosesi Jumad Agung.
Tidak ada daya tarik Kota Larantuka lainnya bagi Peziarah untuk tinggal lebih lama, termasuk Festival Bale Nagi yang mau diselenggarakan Pemda Flotim.
Memang, saat Prosesi Jumad Agung, selain peziarah datang untuk berdoa, namun sempat ramai berbelanja di Alfamart.
Tapi, setelah itu tidak ada daya tarik lainnya,”ujar beberapa Warga Kota Larantuka kepada Wartawan, Senin (21/4/2025) sore.
Warga bahkan merasa pesimis dengan ivent FBN 2025, yang rencananya digelar Kamis (24/4/2025) hingga Sabtu (26/4/2025), yang targetnya menghadirkan 15.000 pengunjung.
Apalagi, kabar duka sedunia meninggalnya Bapa Suci Paus Fransiskus tentu ikut berpengaruh bagi aktivitas apapun di Kota Reinha Larantuka, terutama obyek-obyek vital seperti Gereja Katolik Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela-Kapela di sepanjang jalur Taman Kota Felix Fernandez, yang bakal jadi lokasi digelarnya FBN 2025.
“Bagaimana mau tahan peziarah lebih lama di Larantuka dengan gelar FBN 2025, dan hadirkan 15 ribu pengunjung, tapi peziarah sudah pulang semua.
Kita pesimis dengan ivent FBN kali ini. Apalagi, dalam suasana yang masih diteror dengan ledakan besar Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang terus memuntahkan abu vulkanik, yang sebarannya mulai masuk Kota Larantuka juga, sejak Minggu (20/4/2025),”ujar Andre, Ramli, Arief, Rita dan beberapa warga lainnya, saat ditemui terpisah.
Sementara pantauan langsung Wartawan, Senin, (21/4/2025) pasca letusan besar Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Minggu (20/4/2025) pukul 23.59 WITA, sebaran abu vulkanik cukup tebal sepanjang jalan raya Nobo-Konga hingga Kota Larantuka.
“Kaca Mobil yang diparkir di garasi juga penuh dengan debu vulkanis,”sambung Arief, memberi informasi.
Sampai kapan ledakan besar Gunung Api Lewotobi Laki-laki berakhir, pun tak ada pihak yang punya otoritas langsung untuk memastikan.
Kendatipun, cuaca Senin (21/4/2025) sangat cerah. Tanpa hujan angin.
Demikian pula, Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang sempat memuntahkan abu vulkanik, Senin (21/4/2025) pagi, tak terlihat lagi hingga sore.
Tak hanya itu, muncul kabar duka dunia yang sangat mengejutkan yakni: Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus meninggal dunia, Senin 21 April 2025, pukul 07.35 Waktu Roma, boleh jadi membuat ivent FBN 2025 terancam makin sepi, meski tetap dipaksakan jalan.
Pasalnya, ivent FBN 2025 ini berlangsung di jantung Kota Reinha Larantuka, yang lokasinya sangat berdekatan dengan Gereja Katolik Katedral Reinha Rosari Larantuka dan beberapa Kapela serta obyek Religius yang selama perayaan Semana Santa menjadi fokus utama. (OLA)












