
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Meninggalnya Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, Senin 21 April 2025, pukul 07.35 Waktu Roma, telah membuat dunia berduka dan Gereja Katolik Sedunia berkabung selama 9 hari.
Menyita perhatian besar di berbagai belahan dunia, bahkan seluruh Media, baik lokal dan internasional terus memberitakannya.
Hingga persiapan pemakaman yang berlangsung Sabtu, 26 April 2025 pagi waktu Roma, setelah 3 hari disemayamkan di Basilika Santo Petrus.
Paus Fransiskus akan dimakamkan di Basilika Kepausan Sta.Maria Maggiore, sesuai Surat Wasiat Paus Fransiskus yang ditulisnya 29 Juni 2022.
Ucapan duka dari para Tokoh Dunia, Presiden dari berbagai negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, hingga Gubernur NTT Melki Lakalena telah pun terus mengalir.
Doa dan kurban terus dipersembahkan. Hingga selama 9 hari untuk kemudian dimakamkan di Basilika Kepausan Sta.Maria Maggiore, dalam makam tanah yang sederhana, tanpa kembang bunga dan hanya tulisan Fransiskus, sesuai surat wasiat yang ditulis Bapa Suci sendiri.
Dibagian lainnya, berbagai perayaan Misa Requiem untuk Paus Fransiskus pun digelar, termasuk Keuskupan Larantuka, yang dipimpin Uskup Yang Mulia Mgr. Fransiskus Kopong Kung,Pr di Larantuka, yang disiarkan salah satu Stasiun TV, Kamis 24 April 2025, petang.
Dunia telah kehilangan seorang Tokoh Pemimpin Dunia yang rendah hati, sederhana, toleran dan sangat gigih memperjuangkan perdamaian dunia.
Kendati demikian, suasana duka mendalam sedunia ini, rupanya agak miris dan kontras bagi Pemda Flotim, dengan apa yang dilakukan hari ini, yakni secara resmi membuka Festival Bale Nagi, Kamis 24 April 2025 hingga Sabtu 26 April 2025 di Taman Felix Fernandez Larantuka.
Sejumlah acara digelar, mulai dari pawai karnaval budaya, pameran produk UMKM, pentas seni budaya dan Lomba Grup Band.
Bahkan, ada nyanyi bersama lagu Bale Nagi dari atas panggung utama oleh Bupati-Wakil Bupati Flotim, Anton Doni-Ignas Uran, Sekda Petrus Pedo Maran, Para Pejabat OPD dan Tamu Undangan, saat pembukaan FBN 2025 tersebut.
“Sepertinya tak ada rasa duka di kalangan Pejabat Pemda Flotim, dengan menggelar FBN 2025, disaat Jenasah Paus Fransiskus belum dimakamkan.
Bahkan, ucapan duka Bupati-Wakil Bupati Flotim Anton Doni-Ignas Uran hingga kini belum terlihat, baik di Media Online maupun Baliho di Kota Larantuka.
Termasuk saat pawai Karnaval budaya FBN 2025 dengan thema ‘Tora Ada, Tora Berkarya’ pun tak ada ucapan dan tanda duka atas meninggalnya Bapa Suci Paus Fransiskus.
Padahal, Bupati-Wakil Bupati Flotim yang diusung Partai Nasdem ini memimpin Flores Timur, yang terkenal dengan Prosesi Semana Santa Jumat Agung, yang baru lewat,”tutur beberapa warga Kota Larantuka yang ikut menyaksikan pawai Karnaval budaya pembukaan FBN 2025, yang sempat dihimpun Media.
Dijuluki Kota Reinha Larantuka.
Flores Timur dengan ibukota Larantuka, juga dijuluki sebagai Kota Reinha, Kota Seribu Kapel dan menjadi satu-satunya Kerajaan Katolik di Nusantara.
Kabupaten yang unik dengan 3 Pulau besar yakni Daratan Flores, Adonara dan Solor ini, juga punya satu Putra terbaik Anggota Dewan Penasehat Kepausan di Tahta Suci Vatikan yakni Padre Markus Solo Kewuta,SVD, yang dikenal luas sangat berperan penting di Tahta Suci Vatikan, dalam bidang Perdamaian Dunia dan Dialog Antarumat Beragama sedunia.
Namun demikian, Pemda Flotim, yang dinakodai Bupati-Wakil Bupati Anton Doni-Ignas Uran nampaknya lebih suka dengan Festival Bale Nagi, yang penuh hura riang, hiburan musik Band dan Pentas Seni lainnya, ketimbang menjaga ketenangan dan menghormati suasana prosesi wafatnya Paus Fransiskus yang terus berlangsung di Vatikan, hingga hari pemakaman tiba. (OLA)












