Tak Hanya Sayur, Pemda Flotim Belum Bayar Sewa Mobil Untuk Korban Erupsi Lewotobi

Mobil Dump Truk milik Korban Erupsi Gunung Lewotobi, Paskalis Ipir Warga Desa Hewa Kecamatan Wulanggitang yang dipakai saat bantu korban Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang belum dibayar BPBD Flotim hingga kini: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Mencuatnya hutang sayur ratusan juta rupiah oleh Pemda Flotim kepada penjual sayur Bahrudin Hasan (48) yang hingga kini belum dilunasi Dinas Sosial Flotim, kini terkuak juga utang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim kepada pemilik Truk Paskalis Ipir, warga Hewa dan temannya yang ikut melayani kebutuhan korban erupsi Gunung Lewotobi, yang belum dibayar Kepala BPBD Flotim Fredy Moat Aeng hingga kini.

“Betul Kaka, Kami supir pemilik Truk juga belum dibayar hingga saat ini, padahal Kami juga korban erupsi yang mengungsi waktu itu.

Waktu itu, Mereka sampaikan jauh dekat harganya sama saja yakni Rp600 ribu per sekali jalan.

Jadi, Saya punya 6 kali jalan. Kebetulan waktu itu Kami mengungsi di Posko Eputobi.

Saya muat Sampah 2 kali, Kayu api 1 kali, Antar jemput pasien 1 kali, Antar logistik 2 kali,”ujar Paskalis Ipir, warga Desa Hewa saat dihubungi Wartawan, Kamis (8/5/2025) sore.

Selain itu, sebut Ipir, pihaknya juga dijanjikan untuk mobilisasi pengungsi akan diberi bahan bakar minyak.

Namun, semua itu tidak ada jawaban sampai sekarang.

“Jadi, semua kegiatan Saya itu, disampaikan di tempat pengungsian bahwa akan diberi biayanya dan Saya sempat dipanggil ke Kantor BPBD Flotim.

Kami bicarakan juga disana terkait semua itu dan petugas menyampaikan kepada Saya bahwa semua itu tetap ditindaklanjuti.

Kemudian, saat Kami warga desa Hewa mau pulang ke kampung, Saya dipanggil ke Kantor BPBD Flotim lagi untuk disampaikan kalau semua kegiatan Saya itu tetap ditindaklanjuti.

Tapi, apesnya sampai dengan hari ini tidak dipenuhi. Saya minta tolong dibayar sewa pakai mobil yang dijanjikan itu,”beber Ipir, kecewa.

Ia berencana bersama rekannya akan mendatangi Kantor Bupati Flotim menuntut dibayarnya biaya sewa pakai Truk tersebut.

“Ini sudah keterlaluan mental kerja pejabat dan staf Pemda Flotim.

Masah, data kendaraan, STNK, Pajak sudah diinput tapi sampai hari ini tak ada kejelasan,”timpal Ipir, yang selalu turun kerja bakti sosial bersama warga di Desa Hewa, Nawakote, Waiula, Pantai Oa dan Odjandetun memperbaiki ruas jalan Duang-Kali Waimuring yang rawan ditimbun luapan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi saat hujan.

Menurutnya, hingga kini tak ada kejelasan informasi pembayaran dari pihak BPBD Flotim.

Kalak BPBD Flotim Fredy Moat Aeng belum dikonfirmasi Wartawan hingga berita tayang.

Sementara itu, terkait utang sayur milik Bahrudin Hasan Rp111 juga, Kepala Dinas Sosial Flotim Ben Herin pun masih bungkam saat dikonfirmasi Wartawan, Kamis (8/5/2025) sore.

“Amat miris Pemda Flotim. Utang banyak yang belum dilunasi, tapi mau paksa diri beli Videotron dan Sound System Rp1,250 M, yang tidak jelas manfaatnya nanti.

Lebih baik segera atur bayar utang semua itu, apalagi kepada pelaku usaha kecil dan mikro.

Masah, orang sudah susah jadi korban erupsi Gunung Lewotobi kok dibuat tambah susah lagi,”tutup Anton Liwu, Petani asal Tabana kepada Wartawan. (OLA)

error: Konten dilindungi!