PAD Flotim Minus, Disparbud Setor Rp26 juta, Bupati Segera Copot Kadis Berkinerja Buruk

Obyek wisata Waiplatin milik Pemda Flotim yang belum dikelolah dengan baik oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim untuk meningkatkan PAD Flotim: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS com-
Realisasi pendapatan asli daerah pada semester pertama APBD Flotim tahun anggaran 2025, hanya sebesar Rp29 M atau 41,18 persen dari target keseluruhan Rp71 M, yang terungkap dalam nota pengantar Bupati Flotim saat Rapat Gabungan Komisi DPRD Flotim, Rabu (10/9/2025) mesti menjadi catatan serius evaluasi bagi Kepala Dinas yang berkinerja pendapatan buruk seperti Kepala Dinas Pariwisata, yang hanya mampu menyetor Rp26 juta dari total belanja selama 6 bulan yang mencapai Rp1 M lebih dari beberapa ivent yang digelar.

“Bila perlu Bupati Anton Doni Dihen mencopot Kepala Dinas Pariwisata Silvester Kabelen,SE dari posisinya, karena tidak mampu dan berkinerja buruk.

Masah, realisasi belanja sampai Rp1 M lebih, mulai dari Festival Bale Nagi Rp450 juta, Solor Fun Run Rp500 juta, Live Musik Asam Satu Beach Rp50 juta, dan beberapa ivent kegiatan yang dilakukan, namun realisasi pendapatan kecil sekali yakni hanya Rp26 juta.

Realisasi belanja Rp26 juta selama 6 bulan pertama itu membuktikan bahwa Kadis Pariwisata Silvester Kabelen tak punya inovasi dan produktivitas dalam mengelolah berbagai obyek wisata milik Pemda Flotim, dan juga dari beberapa ivent yang telah digelar tersebut.

Ini hal buruk. Menandakan Kadisnya hanya tahu belanja habiskan APBD Flotim.

Jadi, sebaiknya dicopot dan diganti dengan pejabat lain yang lebih mampu urus Pariwisata di Flotim,”ujar Matias Lidang Sabon,SH.,MM, pemerhati hukum, pensiunan ASN Flotim, saat dimintai komentarnya, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, Pemda Flotim punya beberapa obyek wisata seperti Waiplatin di Mokantarak, Pantai Deri di Desa Duablolong Kecamatan Ile Boleng Adonara, Pantai Riangsunge, kemudian ada Wisata Religius Semana Santa, mestinya bisa dikelolah untuk meningkatkan pendapatan dinas pariwisata.

Tapi, kalau realisasi pendapatan hanya Rp26 juta dari target Rp112 juta, berarti inovasi dan produktivitas kinerjanya tidak ada.

Kemudian, Kadis Pariwisata justru lebih semangat urus Festival Bale Nagi dengan anggaran Rp450 juta, gelar Solor Fun Run Rp500 juta, Live Musik Asam Satu Beach Rp50 juta. Apakah dana sebesar ini dipakai habis dan tak ada kontribusi pendapatan bagi daerah?

Ini harus dievaluasi secara serius, apa masalahnya atau kendalanya. Jika memang Kadis Pariwisata tidak cakap kerja, maka sebaiknya dicopot dan diganti pejabat lain yang lebih berkompeten,”tegas Matias Lidang Sabon, mengingatkan.

Matias Lidang bahkan menohok lebih tajam, jika pejabat seperti Kadis Pariwisata ini masih dipertahankan, maka duit APBD Flotim mau dialokasikan berapa banyak lagi pun hanya habis untuk belanja.

Karena itu, sebut Dia, Bupati-Wakil Bupati Anton Doni Dihen-Ignas Uran jangan hanya sebatas semangat menyerukan lompatan jauh, tapi sudah harus lebih tajam membingkai dan mengawasi kinerja Kepala Dinas untuk wajib meningkatkan pendapatan.

“Semangat gerakan efisiensi anggaran belanja sudah harus lebih tajam, disiplin dan konkrit, untuk betul-betul kerja inovatif dan produktif mendongkrak PAD Flotim.

Dinas-Dinas seperti Pariwisata, Perhubungan, Pertanian, Perkebunan, Perikanan, PUPR, Pendidikan, Perdagangan, Dinas Koperasi, Badan Pendapatan, yang memiliki sumber-sumber pendapatan yang jelas, harus diberikan target yang pasti dan diawasi serius.

Forum koordinasi dalam rangka penyelarasan program pusat, daerah dan desa yang telah dilakukan Bupati Anton Doni, juga sudah harus lebih konkrit targetnya,”katanya, lagi.

Matias Lidang berharap, ruang evaluasi dan konsolidasi birokrasi Pemda Flotim melalui Job Fit terbuka umum segera dilakukan Bupati Anton Doni untuk mengejar target PAD pada semester kedua APBD Flotim tahun anggaran 2025.

“Bupati-Wakil Bupati Anton Doni Dihen-Ignas Uran harus gunakan momentum Job Fit terbuka umum dengan sebaik-baiknya agar bisa diketahui pejabat yang kredibel, kapabel dan berintegritas menduduki posisi Kepala Dinas/Badan maupun Kepala Bidang/Bagian hingga Camat, guna menggerakkan inovasi dan produktivitas dalam rangka meningkatkan PAD Flotim,”tutupnya.

Diketahui, dalam rapat khusus gabungan komisi DPRD Flotim, sejak Rabu, (3/9/2025)-Selasa (9/9/2025), membahas tentang realisasi semester pertama pelaksanaan APBD Flotim tahun anggaran 2025 dan Prognosis 6 bulan berikutnya, yang dihadiri semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagaimana yang dilansir dari FloresPost.NET dan FloresTerkini.com, dilanjutkan Rabu (10/9/2025), Bupati Flotim dalam pidato pengantar laporan realisasi semester pertama pelaksanaan APBD Flotim tahun anggaran 2025, dari bulan Januari hingga September 2025, menyatakan, realisasi pendapatan asli daerah Flotim mencapai Rp29.422.908.421 M atau sebesar 41,18 persen dari target total pendapatan Rp71.444.079.744 M.

“Realisasi pendapatan ini dari jenis kelompok pajak daerah sebesar Rp6.445.325.790,63 atau 21,94 persen, dari pagu yang ditetapkan Rp29.372.881.232.

Pendapatan retribusi daerah, realisasi Rp1.419.454.683 atau 31,05 persen, dari pagu yang ditetapkan Rp4.570.788.000.

Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasi Rp3.111.382.012 atau sebesar 80,92 persen dari pagu yang ditetapkan Rp3.845.122.715.

Pendapatan lain-lain PAD yang Sah, realisasi Rp18.446.745.926,56 atau sebesar 54,18 persen, dari pagu yang ditetapkan Rp33.655.287.797,”terang Bupati Anton Doni.

Kurangnya pendapatan sangat jelas terlihat dari angka pencapaian ini.

Ada 12 OPD penyumbang PAD yang minim. Paling mencolok adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim.

Dari total pagu belanja Rp5 M lebih, realisasi belanja semester pertama sampai 31 Agustus 2025, Dinas yang dipimpin Silvester Kabelen ini sudah habiskan dana Rp2 M lebih, namun realisasi pendapatan sangat buruk sampai bulan September 2025, hanya mampu cetak penerimaan Rp26.614.000 atau sebesar 20 persen dari total target Rp122 juta.

Sumber penerimaan, sebagaimana dilansir FloresTerkini.com, dari 4 obyek wisata milik Pemda Flotim yakni Waiplatin Mokantarak, Pantai Deri, Pantai Riangsunge dan Asam Satu Beach Weri.

Buruknya kinerja pendapatan Dinas Pariwisata, disorot keras Anggota Gabungan Komisi antara lain; Theodorus Wungubelen, Sudirmanto Thamrin, Yoseph Sani Bethan, Yamin Lewar, Andi Liwun, Gafar Ismail, Abdul Wahab, Abdon Yulius, Martinus Welan dan Hasan Basri.

Pasalnya, Dinas Pariwisata Flotim selalu dialokasikan dana, dan juga mendapatkan tambahan dana untuk gelar beberapa ivent terbaru.

Anggota Gabungan Komisi DPRD Flotim bahkan meragukan dengan kemampuan Kadis Pariwisata mengejar target total pendapatan yang hanya menyisahkan 3 bulan efektif tahun anggaran 2025, berakhir. (OLA)

error: Konten dilindungi!