Penutupan masa sidang Masa Sidang Tahun 2025,Senin (22/12/2025). ( Foto: Diskominfo )
RUTENG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai resmi menutup Masa Sidang Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD, Senin (22/12/2025).
Penutupan masa sidang menjadi momentum evaluasi kinerja legislatif dan eksekutif sepanjang tahun, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mempersiapkan program pembangunan Tahun Anggaran 2026. Demikian rilis yang diterima media ini dari Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai.
Hadir dalam rapat paripurna, Ketua DPRD Manggarai Paulus Peos, Wakil Bupati Fabianus Abu, Wakil Ketua II DPRD Tomas Tahir, anggota DPRD, Penjabat Sekda Lambertus Paput, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, serta pimpinan OPD lingkup Pemkab Manggarai.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, SE., MA, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga agenda pemerintahan dan legislasi tahun 2025 dapat berjalan baik. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal 2025, Tahun Baru 2026, serta apresiasi bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Bupati menegaskan pentingnya penguatan fiskal daerah di tengah keterbatasan kapasitas fiskal akibat ketergantungan pada dana transfer pusat. Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong optimalisasi pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar sebagai langkah strategis pembiayaan pembangunan.
“Pinjaman daerah merupakan strategi untuk menutup kesenjangan fiskal dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih sekitar 10 persen. Ia mengajak seluruh pihak berinovasi menggali potensi daerah melalui penyesuaian tarif pajak dan retribusi sesuai payung hukum yang tersedia.
Ketua DPRD Manggarai, Paulus Peos, menekankan pentingnya kerja sama berkeluargaan, pembahasan kreatif di komisi, serta klarifikasi terhadap masukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pinjaman daerah menjadi peluang pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
“Melalui kerja keras dan dialog konstruktif, kita menghasilkan kebijakan yang lebih realistis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penutupan masa sidang ini meneguhkan sinergi legislatif dan eksekutif untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat Manggarai.(WG)












