
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke 67 Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Flores Timur, 20 Desember 2025, yang turut dimeriahkan dengan gelar pameran pembangunan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapati, meski diperingati ditengah situasi bencana alam di tanah air, juga banjir di Flores Timur, termasuk ancaman nyata banjir lahar Gunung Lewotobi, serta penanganan dan pemulihan ekonomi warga pengungsi di Hunian Sementara (Huntara) dan upaya pembangunan Huntap yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama berbagai pihak terkait, hendaknya tetap memberi energi positif untuk sama-sama tetap terus merawat toleransi, saling mendukung dan terus menjaga persaudaraan, teristimewa dalam memasuki Hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Semoga momentum besar Hari Ulang Tahun (HUT) NTT dan Flotim ke 67, yang dimeriahkan dengan gelaran pameran pembangunan yang berlangsung di PPI Amagarapati, dimana ada 3 inovasi daerah Flotim, masuk 10 besar tingkat Propinsi NTT, memberi pesan penting bagi Kita semua, baik Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Flotim agar terus saling mendukung satu sama lain, menjaga solidaritas, bekerja keras dalam melakukan lompatan produktivitas di berbagai bidang pembangunan dalam memajukan Lewotanah Flores Timur.
Perbedaan cara pandang, sikap dan pilihan politik mesti dijadikan energi positif untuk saling mendukung buat maju daerah, bukan untuk saling menjatuhkan, termasuk di dalam lingkup kerja Pemda Flotim. Apalagi, memasuki Hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026,”demikian pesan yang disampaikan Wakil Bupati Flotim Ignasius Boli Uran,S.Fil, mewakili Bupati Flotim Ir.Anton Doni Dihen,M.Sc, saat memimpin Apel peringatan HUT 67 NTT dan Flotim, Senin 22 Desember 2025, pagi di halaman Apel Kantor Bupati Flotim, maupun dalam Konferensi Pers bersama Awak Media di ruang kerja Wakil Bupati Flotim.
Wabup Ignas Boli Uran yang tampil penuh semangat, dengan suara khasnya yang menggelegar memberi spirit dan motivasi yang kuat kepada seluruh jajaran Pejabat dan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi lapangan apel.
“Teruslah bekerja dan berkarya dengan hati yang ikhlas, tulus dan jujur, serta penuh rasa cinta bagi kemajuan Lewotanah Flores Timur dan NTT.
Berbagai dinamika yang terjadi dalam tugas adalah hal biasa, yang mesti diambil hikmah positifnya sebagai energi baru dalam upaya bersama melakukan lompatan produktivitas Flotim.
Memang, Pemda Flotim melalui kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran (ADDIBU), dalam 10 bulan memimpin sejak dilantik 20 Februari 2025, juga mengakui belum banyak melakukan hal baik dan besar bagi kemajuan Lewotanah Flores Timur, akibat berbagai kendala seperti kebijakan efisiensi anggaran pembangunan oleh Pemerintah Pusat yang didorong Presiden Prabowo Subianto, juga bencana alam erupsi Gunung Lewotobi yang menguras energi dan perhatian serius, namun berkat dukungan berbagai pihak, seperti DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan dan Lembaga terkait lainnya, Dunia Perbankan, Swasta dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Wartawan dan juga seluruh lapisan masyarakat, Flores Timur terus mampu melakukan berbagai terobosan lompatan produktivitas,”katanya.
Wabup Ignas Uran juga menegaskan, komitmen pihaknya senantiasa terbuka terhadap berbagai kritikan dan koreksi, dalam rangka perbaikan menuju lompatan produktivitas Flores Timur.
Serta pula tetap konsisten menjaga integritas kepemimpinan ADDIBU untuk tidak melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam berbagai bentuk apapun.
“Catat baik-baik, sejak dilantik hingga hari ini, Bupati Anton Doni Dihen dan Saya Wakil Bupati Ignas Boli Uran tidak pernah terlibat dalam politik transaksional, apalagi bermain proyek.
Karena itu, terhadap siapapun, baik pejabat, kontraktor yang kerja tidak bertanggung jawab secara baik terhadap pekerjaan yang telah diberikan dan dipercayakan oleh Pemda Flotim, akan dievaluasi.
Saya sudah tegaskan kepada Pokja Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) agar inventaris kontraktor siapa yang kerja tidak bertanggung jawab, seperti yang terjadi dengan Pembangunan Stadion Ile Mandiri Rp1,8 M itu akan dievaluasi serius dan diblacklist.
Demikian pula, dengan pekerjaan fisik lainnya oleh kontraktor siapapun akan dievaluasi,”tohoknya dengan suara menggelegar, dalam Konprerensi Pers yang turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Flotim Heri Lamawuran,S.Sos dan Asisten Bidang Pembangunan Adrianus Bengaama Lamabelawa,SH.
Sikat Pejabat Main Proyek & Transaksional
Pada kesempatan itu, Wabup Ignas Uran juga menyampaikan terbuka, telah meminta Sekda Flotim Petrus Pedo Maran untuk terus memantau dan selidiki pejabat siapapun di lingkup Pemda Flotim yang berani bermain proyek politik transaksional dalam urusan proyek pembangunan di lingkungan Pemda Flotim akan disikat.
“Ini hal serius yang perlu Saya ingatkan dan tegaskan, hingga hari ini Bupati Anton Doni Dihen dan Saya Wakil Bupati Flotim Ignas Boli Uran tidak pernah terlibat dalam politik transaksional proyek-proyek di lingkup Pemda Flotim, baik yang dibiayai APBD Flotim, juga yang berasal dari Dana Alokasi Khusus.
Sehingga pejabat siapapun yang berani bermain akan dievaluasi,”tukasnya, lagi.
Pihaknya, sebut Wabup Ignas Uran, perlu mengingatkan hal ini, karena Flotim menghadapi banyak tantangan besar, seperti urusan penanganan dan pemulihan ekonomi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Hunian Sementara (Huntara) maupun pengungsi mandiri, yang hingga kini belum tuntas, termasuk urusan lokasi Huntap.
“Ini memang butuh perhatian serius dan kerja terfokus yang dengan anggaran yang tidak sedikit.
Sementara itu, dampak banjir lahar Gunung Lewotobi hari ini seperti yang terjadi di Nurabelen, Nawokote, dan jalan Trans Negara Dulipali juga butuh penanganan serius.
Ini butuh dukungan semua pihak. Sambil Kita juga terus diperhadapkan dengan ancaman gangguan Kamtibmas seperti yang terjadi di Postoh-Lewerang-Ekasapta, yang harus dicegah agar tidak boleh terjadi lagi.
Oleh karena itu, sekali lagi dengan momentum reflektif HUT NTT dan Flotim ke 67 ini, juga dengan semangat menyambut damai Natal dan tahun baru, Saya mengajak Kita semua untuk kemudian menjadikannya sebagai kekuatan bersama dalam memajukan Lewotanah Flores Timur yang tercinta.
Pejabat ASN Kerja Tenang, Job Fit Kewenangan Bupati
Dibagian lainnya, menjawab pertanyaan Wartawan terkait agenda Job Fit dan pengisian lebih dari 204 jabatan eselon lingkup Pemda Flotim, yang sedianya berlangsung hingga akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, Wabup Ignas Uran secara terbuka nyatakan, proses itu kewenangan Bupati Flotim Anton Doni Dihen.
“Itu kewenangan Bupati Flotim yang melakukannya. Minta maaf Wartawan, Saya tidak bisa menjawabnya disini.
Namun, saya minta jajaran Pejabat Pemda Flotim untuk tetap tenang dan fokus bekerja.
Tidak usah terpengaruh. Bagi yang berkinerja baik pasti mendapat reward.
Tapi yang berkinerja buruk pasti mendapat punisment.
Kita berharap, semuanya berjalan lancar dan sesuai harapan agenda reformasi birokrasi Pemda Flotim menuju lompatan produktivitas dalam tahun 2026, nanti.
Kami memang orang politik dan dipilih secara politis, tapi urusan birokrasi itu soal integritas dan profesionalitas,”timpalnya, lagi.
Beasiswa Mahasiswa Korban Erupsi, Jalur Banjir Nobo-Nurabelen Dibersihkan
Sejumlah isu penting lainnya juga disoroti dan dibuka Wabup Ignas Uran dalam Konferensi Pers kali ini, diantaranya; terkait usulan beasiswa bagi mahasiswa korban erupsi Gunung Lewotobi yang sedang berkuliah di Universitas, juga sudah direspons positif pihak Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Juga terkait, perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir lahar Gunung Lewotobi, juga di wilayah lain di Flotim, akibat bencana alam, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, untuk mendapatkan bantuan alat berat.
“Iyah, memang Kita sudah upayakan tapi belum bisa dibantu alat berat baru.
Tapi, dengan sistem Sewa pihak ketiga, hari ini alat berat sudah masuk di Nurabelen, semoga bisa menjawab sedikit keadaan di lapangan, apalagi jelang hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Iyah, itulah kondisi Kita, mau bilang apa. Alam punya mau. Kita terus berjuang namun masih sebatas ini. Mohon pengertian baik semuanya,”ujar Wabup Ignas Uran penuh haru, sambil meneteskan air mata.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan secara baik, memang belum bisa dilakukan karena kondisi banjir lahar Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terjadi, dan dampak sebaran jalur banjir lahar yang masih sulit diprediksi karena menghampar sporadis.
Semoga dengan hadirnya alat berat di lapangan, sudah bisa membantu memperlancar arus transportasi memasuki Natal dan Tahun Baru,”tutupnya. (OLA)












