JAKARTA, RANAKANEWS.com — Panitia Natal Nasional 2025 mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” sebagai refleksi atas krisis mendasar bangsa Indonesia, yakni melemahnya ketahanan keluarga.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pemulihan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, melainkan berawal dari rumah tangga yang sehat secara moral, psikologis, dan spiritual.
“Pemulihan masyarakat dimulai dari pemulihan keluarga. Keselamatan dimulai dari rumah,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Tema ini ditegaskan melalui rangkaian seminar di sembilan kota, termasuk Bandung, Manado, Medan, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke, Toraja, dan Jakarta. Puncak perayaan Natal Nasional akan digelar pada 5 Januari 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Fokus pada Aksi Sosial
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, perayaan Natal tahun ini dilaksanakan secara sederhana dengan dampak nyata bagi masyarakat. Panitia mengalokasikan 70% dana untuk aksi sosial dan hanya 30% untuk liturgi serta seremoni.
Program sosial yang dijalankan meliputi:
– Bantuan pendidikan Rp 10 miliar bagi 1.000 penerima manfaat di 10 wilayah.
– Penyaluran 20.000 paket sembako dengan dukungan komunitas Buddha.
– 35 unit ambulans untuk daerah prioritas, didukung Astra.
– Renovasi 100 gereja di 38 provinsi senilai Rp 10 miliar, didukung James Riady.
– Bantuan Rp 4,5 miliar bagi 3.000 tamu kehormatan, termasuk anak sekolah minggu, guru, yatim piatu, dan penyandang disabilitas.
– Pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan serta aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Wamena.
– Distribusi 10.000 eksemplar Alkitab senilai Rp 1 miliar.
Maruarar menekankan bahwa Natal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan peristiwa iman yang berbuah dalam tindakan nyata. “Iman yang berbuah, tindakan yang berdampak,” menjadi pesan utama Natal Nasional 2025, yang diharapkan menghadirkan harapan bagi keluarga Indonesia dan masyarakat yang terpinggirkan. (WG)












