LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Sebuah pengalaman iman yang luar biasa bagi Tim ChrisTour saat mengikuti prosesi Semana Santa Larantuka, dimulai dengan mengunjungi Kapel Tuan Berdiri di Wureh, walau sempat diguyur hujan deras pada Rabu Trewa, 1 April 2026, lalu Kamis 2 April 2026 berdoa di Kapel Tuan Ma dan Tuan Ana, hingga mengunjungi Kapel Tuan Menino untuk ikuti ziarah prosesi laut Patung Kanak Yesus dan berziarah melihat Jenazah Mgr.Gabriel Manek,SVD, Uskup Pertama Larantuka, telah menjadikan perjalanan wisata rohani 11 (sebelas) peziarah Tim ChrisTour, 10 orang diantaranya Lansia, yang dipimpin Cicilia Asta Pramesty kali ini sungguh menyenangkan.
“Benar, ini menjadi pengalaman iman Kami yang sangat luar biasa. Apalagi, melihat anak-anak muda yang punya semangat untuk ikut prosesi, rela antri di setiap Kapela dan saat mengikuti perarakan, mayoritas umatnya anak-anak muda yang penuh semangat,”demikian kesaksian menarik yang diungkapkan Cicilia Asta, Koordinator Tim ChrisTour, sebuah Biro Perjalanan Wisata Rohani yang telah berpengalaman hingga mengunjungi Kota Yerusalem, Vatikan dan Lourdes Fatimah, yang kali ini membawa 10 Peziarah Lanjut Usia (Lansia) asal Klaten, Jogja ke prosesi Semana Santa Larantuka.
Menurutnya, selama berada di Kota Bunda Maria Larantuka, sejak tiba pada Rabu Trewa (1/4/2026), usai terbang dari Jakarta menuju Larantuka, banyak pengalaman luar biasa yang dijumpai hingga Jumat Agung 3 April 2026.
“Perjalanan wisata rohaninya begitu luar biasa. Setelah tiba di Larantuka, Rabu (1/4/2026), Kami juga berkunjung ke Kapela Tuan Berdiri Wureh untuk berdoa.
Walaupun sempat diguyur hujan deras, namun tak menyurutkan niat Tim peziarah Kami, meski 10 orangnya Lansia.
Mereka sangat antusias, hingga masuk berdoa di depan Patung Tuan Berdiri Wureh, walau harus diguyur hujan deras,”katanya saat dihubungi Ranakanews.com, Jumat (3/4/2026) malam.
Selain ke Kapela Tuan Berdiri Wureh, Cicilia Asta dan rombongan, sesuai jadwal resminya, pada Kamis (2/4/2026), mengunjungi dan berdoa di Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, serta ikut Misa malam Kamis Putih pembasuhan Kaki Murid oleh Yesus di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Sebelumnya, rombongan ChrisTour juga mengikuti misa Chrismatis Kamis Putih Pagi 2 April 2026 di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
“Sementara pada Jumat Agung 3 April 2026 Pagi, Kami ikuti misa para Imam di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka untuk persiapan misa Jumat Agung.
Setalah itu, Kami langsung ke Kapela Tuan Menino untuk berdoa, sambil mengikuti persiapan prosesi laut Kanak Yesus menuju Pantai Kuce, untuk dilanjutkan perarakan bersama Patung Tuan Ma menuju Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Dari Kapela Tuan Menino, Kami menuju pelabuhan Larantuka untuk sama-sama menjemput Patung Kanak Yesus yang diarak melalui prosesi laut,”tambahnya, semangat.
Cicilia Asta juga sampaikan, usai ikuti prosesi laut, rombongan mengunjungi Makam Mgr. Gabriel Manek,SVD dan melihat jenasahnya yang masih utuh, serta berdoa memohon kekuatan bagi rombongan dan berkat air suci yang telah disiapkan.
“Kami juga sempat berdoa di Makam Suster Putri Reinha Rosari di dalam kompleks Biara PRR Lebao tersebut,”katanya, lagi.
Baginya, ziarah iman kali ini memberi berkah tersendiri, apalagi membawa 10 Peziarah Lanjut Usia.di tengah cuaca ekstrim yang tak menentu, hingga membuat para Lansia terpaksa tidak bisa ikut prosesi malam membawa Tuan Ma keliling Kota Larantuka, dari Gereja Katedral hingga Kapela Tuan Ana.
“Karena hujan deras, terpaksa Oma-Oma tidak pergi ikut. Mereka hanya menunggu di dekat Hotel Syalom.
Kendati demikian, para peziarah Lansia yang antara lainnya: Ibu Sri Jasinta (66), Pak Budi (66), Ibu Yustina Cinta (66), Ibu Wahyuniati (72), Ibu Regina (62), Ibu Teresia Wiwik (61), Ibu Yuvita (61), Ibu Dwi Astuti (68), ibu Dwi Wuryanti (64) dan Ibu Ana Agus (63), tetap semangat dan telah dapatkan pengalaman iman terhadap Bunda Maria yang luar biasa,”ungkap Cicilia Asta, yang punya kesan tersendiri bagi tingginya semangat anak-anak muda mengikuti prosesi Semana Santa Larantuka.
Meskipun waktunya singkat, namun sangat membanggakan bisa berada di Kota Bunda Maria Larantuka.
Sesuai jadwal, Tim ChrisTour akan meninggalkan Larantuka pada Sabtu 4 April 2026 pagi.
“Kami akan berangkat menuju ke Maumere mengunjungi Patung Kristus Raja yang diberkati Paus Yohanes Paulus II tahun 1989, dan Patung Bunda Maria setinggi 30 meter di Nilo, lalu ke Kelimutu Ende dan Kampung Adat Wologai, pada Minggu 5 April 2026.
Kemudian, Senin 6 April 2026, Kami terbang dari Ende kembali ke Jakarta,”tutup Cicilia Asta. (OLA)












