LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, melalui pernyataan Bupati Ir.Antonius Doni Dihen,M.Sc yang selalu mengeluh tidak ada dana akibat efisiensi ketat anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto dalam banyak kesempatan berbicara di hadapan publik, tapi tetap memakai 8 (delapan) kendaraan dinas operasional perorangan Fortuner dan 3 mobil Extrail, dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dexlite dan Pertamax, yang berbiaya tinggi, diingatkan agar segera evaluasi untuk lebih hemat, efisiensi dan tertib belanja operasional demi menekan beban biaya operasional kendaraan.
Bila perlu 3 mobil dinas Fortuner mantan Pimpinan DPRD Flotim periode 2019-2024 yang mau dilelang, tapi terkendala hilang dokumen BPKBnya, serta 3 mobil dinas Extrail dihentikan operasionalnya dan diparkir saja.
Selain itu, Bupati Anton Doni juga sebaiknya perintah Sekda Petrus Pedo Maran percepat urus dokumen 3 mobil dinas Fortuner yang hilang dan dijual ke 3 mantan Pimpinan DPRD Flotim periode 2019-2024 yang sudah ajukan permohonanannya, ketimbang mobil dinas Fortuner tersebut dipakai setiap hari dan menambah beban biaya operasional setiap bulan, yang berpotensi menurunkan nilai jual, dan bisa rusak.
Demikian saran simpatik yang disampaikan Presiden Forum Kejar Koruptor (FOKKER) Indonesia-Flotim, Matias Lidang Sabon, SH.,MM bersama Anggota Thom Wijaya dalam diskusi terbatas bersama Wartawan seputar kelesuan ekonomi Flores Timur, dan juga naiknya tingkat kemahalan harga barang yang terus meroket.
Terlebih Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dampaknya bagi operasional kendaraan dinas Pemda Flotim, yang menyedot biaya APBD Flotim tidak sedikit setiap bulan.
Sebab, mobil jenis Fortuner dan Extrail gunakan BBM jenis Dexlite dan Pertamax, yang harganya tinggi.
Menurut Matias Lidang dan Thom Wijaya, Pemda Flotim dengan operasional 8 mobil dinas Fortuner dan 3 mobil dinas Extrail saja hari ini sedot biaya BBM saja sudah tinggi sekali, jelas sangat membebankan APBD Flotim jika harga BBM terus naik.
Sementara, Pemda Flotim masih butuh banyak dana untuk biaya sebagian besar program strategis seperti big push Rp7 M pengadaan Sapi di Tanjung Bunga, juga sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di Tanjung Bunga, Lewotobi Ile Bura dan Wulanggitang, juga di Pulau Adonara dan Solor.
Kemudian urusan kebencanaan di Gunung Lewotobi, Gempa bumi di Adonara dan Solor, juga bencana konflik sosial di beberapa wilayah, jelas butuh tambahan dana besar.
“3 mobil dinas Fortuner mantan Pimpinan DPRD Flotim dan Extrail ini kan hanya bolak balik di dalam Kota Larantuka, kadang dipakai jalan keluar Kota, termasuk keperluan lain oleh para Tamu Pemda, dan terkadang dipasang plat hitam.
Inikan beresiko untuk tambah biaya BBM dan servis rutin, serta suku cadang mobil lainnya
Coba dihitung baik-baik oleh Pemda Flotim, apakah merawat 3 mobil dinas Fortuner dan 3 mobil dinas Extrail itu menambah keuntungan Pemda Flotim atau justru malah buat rugi setiap bulan hingga tahun,”ujar Thom Wijaya.
Dijelaskan, untuk BBM jenis Pertamax harga per liter Rp12.600, sedangkan Dexlite Rp23.600-23.900,
Jika setiap bulan satu mobil dinas Fortuner mengisi Dexlite 80 liter sesuai ukuran maksimum tangki mobil Fortuner, minimal 2 kali isi Dexlite, maka uang belanja Rp.1.888.000 sampai Rp1.912.000 dikali 2, maka biayanya Rp3.776.000 hingga Rp3.824.000.
Maka 3 mobil dinas Fortuner tersebut beban biaya BBM per bulan saja mencapai Rp11.328.000 hingga Rp11.472.000.
Sedangkan satu mobil dinas Extrail ukuran tangki maksimum 60-65 liter, maka biayanya Rp756.000 hingga Rp819.000.
“Jika setiap bulan mengisi Pertamax minimal 2 kali saja maka biayanya Rp1.512.000 hingga Rp1.638.000.
Lalu untuk 3 mobil dinas Extrail biayanya mencapai Rp4.536.000 hingga Rp4.914.000.
Jikalau ditotalkan BBM untuk 3 mobil dinas Fortuner dan Extrail biayanya mencapai Rp 15.864.000 hingga Rp16.386.000.
Sementara untuk satu tahun anggaran biayanya Rp190.368.000 hingga Rp196.632.000.
Ini hanya untuk beli BBM saja sudah bisa beli mobil Avanza bekas tapi masih bagus buat Para Camat di Flotim,”tohoknya serius.
Aneh, PAD Flotim Minus Tapi Mau Rawat 8 Mobil Dinas Fortuner & 3 Mobil Dinas Extrail
Ia mengingatkan, nilai uang ini tidak sedikit dan sangat membebankan APBD Flotim setiap tahun jika tak dilakukan efisiensi belanja operasional kendaraan dinas.
Apalagi, ditambah ada biaya perawatan dan servis kerusakan lainnya seperti ganti Oli maupun bagian kendaraan lainnya.
“Pemda Flotim harus berhitung baik-baik dan benar, jangan sampai bergaya pakai mobil dinas Fortuner tapi tidak sadar itu menguras uang daerah tiap bulan, yang ujungnya tidak ada manfaatnya, bahkan buat daerah terus merugi.
Apalagi umur kendaraan makin tua dan resiko kerusakan makin tinggi jika pemakaian tanpa perawatan yang baik,”sambung Matias Lidang dan Thom Wijaya, mengingatkan.
Pasalnya, sebut Thom Wijaya, tidak mudah merawat kendaraan tipe Fortuner, tapi anehnya Pemda Flotim berani beli mobil dinas Fortuner banyak-banyak, padahal Kabupaten dengan Pendapatan Asli Daerah rendah, bahkan minus dibandingkan dengan beban biaya untuk urusan lainnya yang wajib dan penting.
“PAD Flotim kan hanya andalkan Retribusi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Hendrikus Fernandez Larantuka, dan jasa parkiran kendaraan di pasar, pelabuhan, bandara, terminal darat, tapi pejabatnya mau bergaya beli pakai Fortuner banyak-banyak.
Ini kan aneh, tapi selalu mengeluh uang tidak ada setiap kali bicara di hadapan publik.
Nah, sekarang muncul efisiensi anggaran ketat dari Presiden Prabowo Subianto, lalu bingung mau salahkan Presiden Prabowo Subianto tapi tidak koreksi diri.
Suka tidak suka, harga barang semua pada naik terus, karena lonjakan harga minyak dunia akibat gejolak perang AS-Israel Versus Iran.
Lalu apakah uang PAD Flotim setiap bulan hanya untuk beli Dexlite dan Pertamax untuk 8 mobil dinas Fortuner, termasuk 3 mobil dinas Fortuner yang dokumen hilang itu, serta 3 mobil dinas Extrail yang tiap hari bolak balik dalam Kota Larantuka ini kah?,”ketus Thom Wijaya bertanya serius, sembari meminta Bupati Anton Doni agar lebih tegas menertibkan operasional 3 mobil dinas Fortuner mantan Pimpinan DPRD Flotim dan 3 mobil dinas Extrail tersebut.
Pantauan Wartawan, 3 mobil dinas Fortuner mantan Pimpinan DPRD Flotim dan 3 mobil dinas Extrail kerap beroperasi dengan mengganti plat nomor hitam, seperti mobil dinas Fortuner putih, pekan kemarin parkir di halaman Mapolres Flotim.
Demikian 1 unit mobil dinas Extrail beberapa kali terpantau pakai plat nomor hitam bernopol EB 1970 DR.
Kendatipun, hingga berita ini tayang, Pejabat Pemda Flotim, dalam hal ini Kepala Bidang Aset Daerah Agustinus Oran Keda,SE pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur, belum dikonfirmasi Wartawan terkait penertiban aset mobil dinas tersebut, namun diharapkan segera ambil langkah tegas menertibkan operasional kendaraan dinas Pemda Flotim, termasuk sebuah unit mobil dinas Jenis Trios warna putih, yang hingga kini masih parkir dan berada di pinggir jalan di Kelurahan Waibalun, dekat gedung eks pabrik ikan milik PT.Okoshin, diduga kuat rusak. (OLA)












