Peserta lomba foto bersama ( Foto: Even Mardiwanto)
RUTENG, RANAKANEWS.com – Semangat Hari Kebangkitan Nasional terus digaungkan di lingkungan kampus. Dalam rangka memperingati momentum bersejarah tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan berbagai perlombaan yang melibatkan mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FKIP, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu menghadirkan sejumlah cabang perlombaan, seperti pementasan monolog, pidato, dan pembacaan puisi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, mengasah kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan kesadaran kritis terhadap peran pendidikan dalam pembangunan bangsa.
Perlombaan yang digelar BEM FKIP tahun ini mengusung tema “Kebangkitan Karakter: Menjaga Marwah Pendidikan, Membangun Martabat Bangsa.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk refleksi atas pentingnya pembangunan karakter di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
Ketua panitia dan pengurus BEM FKIP menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para tokoh bangsa, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk membangun kesadaran akan tanggung jawab mereka dalam memajukan pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Moderator BEM FKIP, Handrianus Dwianot Momang, menekankan bahwa mahasiswa FKIP sebagai calon tenaga pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Menurutnya, peran seorang guru tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Kalian tidak hanya dituntut sebagai calon tenaga pendidik yang membentuk generasi bangsa, tetapi bagaimana memberikan substansi sumbangan nyata kepada peserta didik,” tegasnya di hadapan para peserta dan tamu yang hadir.
Ia menjelaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, tetapi juga dari kemampuan seorang pendidik dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, serta semangat kebangsaan kepada peserta didik. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Handrianus juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, keterampilan berbicara di depan umum, kemampuan berekspresi, serta rasa percaya diri.
Melalui berbagai perlombaan yang diselenggarakan, mahasiswa diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Momentum ini hendaknya menjadi ruang bagi kita semua untuk terus belajar, berproses, dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang berkualitas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan perlombaan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa FKIP. Sebanyak 24 peserta turut ambil bagian dalam berbagai kategori lomba yang dipertandingkan. Para peserta berasal dari enam program studi yang berada di bawah naungan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Teologi, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD).
Masing-masing peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap cabang perlombaan. Pada lomba pidato, peserta menyampaikan berbagai gagasan terkait pendidikan, kebangsaan, dan peran generasi muda. Sementara pada lomba monolog dan puisi, peserta menampilkan kreativitas serta kemampuan menginterpretasikan berbagai isu sosial dan pendidikan melalui seni pertunjukan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen BEM FKIP dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepekaan sosial mahasiswa.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, BEM FKIP berharap semangat kebangkitan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam upaya menjaga marwah pendidikan dan membangun martabat bangsa melalui peran aktif generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, mahasiswa FKIP diharapkan semakin menyadari pentingnya peran mereka sebagai calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia.(WG)












