Dari Desa untuk Bangsa: KuliDesBang Menanam Benih Petani Muda dan Pemimpin Masa Depan Manggarai Raya

Dari kanan ke kiri, Ketua KuliDesBang, Ansel Alaman, Domi Waso,Yosef Mantara, Aleks Saryono, Andi Satriadi. (Foto: Willy G).

RUTENG, RANAKANEWS.com – Perkumpulan Komunitas Peduli Desa demi Bangsa (KuliDesBang) menggelar rapat perdana usai memperoleh legalitas sebagai badan hukum melalui Akta Notaris Nomor 12 tanggal 23 April 2026 dan Surat Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0004016.AH.01.07 Tahun 2026.

Rapat yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) di rumah Ketua KuliDesBang, Ansel Alaman, di Jalan Melati, Bilas, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, menjadi momentum syukur sekaligus penegasan arah gerakan organisasi yang lahir dari kepedulian terhadap pembangunan desa.

Ansel Alaman mengatakan, pengakuan negara melalui akta dan SK Kementerian Hukum menjadi titik awal bagi KuliDesBang untuk bekerja lebih terarah setelah melalui proses panjang sejak rapat pembentukan pada 14 Juni 2025.

“Ini merupakan rahmat dan buah dari perjuangan selama satu tahun. Setelah memperoleh legalitas, kami ingin menyatukan langkah untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat desa secara lebih serius,” ujar Ansel.

KuliDesBang mengusung semboyan “Desa Gerbong Pembaru Bangsa, Demi Keadilan.” Organisasi ini berpandangan bahwa desa bukan sekadar wilayah yang menerima pembangunan, tetapi memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya sumber daya ekonomi, budaya, dan kepemimpinan masa depan.

Salah satu program strategis yang menjadi perhatian KuliDesBang adalah pelatihan petani buah dan hortikultura untuk meningkatkan kemampuan petani lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar, termasuk sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Selama ini, kebutuhan buah untuk hotel, restoran, dan usaha wisata lainnya masih banyak dipasok dari luar daerah. Kondisi tersebut mendorong KuliDesBang untuk membangun kapasitas petani agar dapat menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi pariwisata.

Menurut drh. Yoseph Mantara, MP, mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai sekaligus penggerak bidang ekonomi kerakyatan KuliDesBang, tantangan utama sektor pertanian saat ini adalah minimnya minat generasi muda.

“Orang muda kurang berminat pada bidang pertanian karena sektor ini identik dengan pekerjaan fisik yang berat sehingga kurang diminati. Karena itu, KuliDesBang ingin mengubah pola pikir orang muda agar kembali mencintai sektor pertanian,” katanya.

Selain penguatan sektor pertanian, KuliDesBang juga menempatkan kaderisasi kepemimpinan sebagai program strategis kedua. Melalui program ini, organisasi tersebut ingin menyiapkan generasi muda desa yang memiliki integritas, kompetensi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Para petani muda yang dilatih diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di tingkat desa dan masyarakat.

Sejak tahun 2025, KuliDesBang telah membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, pelatih pertanian, akademisi, serta diaspora Manggarai yang bekerja di berbagai lembaga nasional untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Meski masih menghadapi tantangan dalam hal pendanaan dan penguatan organisasi, KuliDesBang tetap optimistis untuk menjalankan visi pemberdayaan masyarakat desa.

“Desa bukan halaman belakang pembangunan. Dari desa lahir pangan, karakter, dan pemimpin yang akan menentukan masa depan bangsa. Jika desa kuat, bangsa akan bermartabat,” menjadi semangat yang terus dipegang oleh KuliDesBang. (WG)

error: Konten dilindungi!