LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Langkah berani Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Flores Timur dan CV.Tosiba Tujuh Sembilan selaku kontraktor pelaksana proyek jalan SP Lamanabi-Latonliwo-Tone-Latonliwo I Tanjung Bunga senilai Rp7,5 M lebih, sepanjang 2,310 Km, dengan menyatakan secara terbuka komitmen dan optimis untuk mulai hotmix jalan dalam bulan Oktober 2026, jika pekerjaan urukan pilihan (Urpil) dan Agregat A sudah tembus 1,2 Km, atau minimal 500 meter, memang patut diacungi jempol.
Pasalnya, langkah berani dan cepat ini, memberi sinyal bagus jika proyek ini tak bakal mangkrak lagi, seperti proyek dengan konstruksi rabat beton sebelumnya.
“Kami perlu sampaikan secara terbuka bahwa jalan siap dihotmix, jika pekerjaan Urpil dan Agregat A yang saat ini sudah dan sedang dikerjakan mulai dari titik akhir, sudah bisa tembus 1,2 Km, atau minimal sudah 500 meter juga Kami gas hotmix.
Kami tidak mau ulangi apa yang terjadi sebelumnya pada ruas jalan ini,”tegas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deni Maran,ST dan Direktur CV.Tosiba Tujuh Sembilan, Sintus Daton, saat ditemui Wartawan di Aransina, Sabtu 10 Oktober 2026, usai menyelesaikan urusan kontrak Kuari milik Ignas Kelen guna mendukung proyek jalan hotmix tersebut.
Mewakili Kadis PUPR Flotim dan seluruh jajaran Dinas PUPR Flotim, Deni Maran turun langsung ke lapangan bersama kontraktor pelaksana, membangun kerjasama dan meminta dukungan langsung warga, termasuk pemilik Kuari Ignas Kelen agar paket pekerjaan jalan ini sukses.
Menurutnya, dengan adanya titik terang kontrak lokasi Kuari milik Ignas Kelen di titik nol proyek ini, pihaknya sangat optimis mampu menyelesaikan paket pekerjaan peningkatan jalan Lamanabi-Latonliwo-Tone-Latonliwo I tepat waktu.
“Dengan tuntasnya negosiasi kontrak Kuari miliknya Pak Ignas Kelen hari ini, Kami sangat yakin pihak kontraktor pelaksana CV.Tosiba Tujuh Sembilan mampu selesaikan pekerjaannya tepat waktu,”ujarnya, lebih jauh.
Dikatakannya, dengan dukungan armada 8 (Delapan) unit Dump Truk milik CV.Tosiba Tujuh Sembilan saat ini, pekerjaan urukan pilihan sudah dimulai dari titik akhir di area Kolong Tobo, dan akan dilanjutkan dengan agregat A.
“Kami optimis, apalagi dengan tuntasnya urusan kontrak Kuari miliknya Pak Ignas Kelen hari ini, maka targetnya jika sudah tembus 1,2 Km atau 500 meter pun, dari titik akhir Kolong Tobo hingga pertigaan Kolong Tobo, langsung dihotmix dalam bulan Oktober 2026 ini, sebelum musim hujan tiba,”ujarnya, penuh optimis.
Pihaknya, sebut Deni Maran, memang sempat ragu karena lokasi Kuari kontraktor pelaksana yang jauh di Serunuho Titehena.
Tapi, setelah turun langsung ke lokasi Kuari miliknya Pak Ignas Kelen dan disepakati kontraknya, maka pihaknya merasa optimis proyek dengan panjang akhir 2,310 Km dan lebar 3,5 meter Hotmix ditambah rabat beton bahu jalan kiri 80 meter kanan 80 meter, pasti selesai tepat waktu.
Komitmen yang sama diungkapkan Sintus Daton selaku Direktur CV.Tosiba Tujuh Sembilan sebagai kontraktor pelaksana proyek tersebut.
“Prinsipnya, Kami siap hotmix jika Urpil dan Agregat A sudah tembus 500 meter hingga 1,2 Km pada Minggu ke 3 bulan Oktober 2026.
Memang, Kami sudah rasa longgar karena urusan kontrak Kuari miliknya Pak Ignas Kelen sudah deal. Apalagi, seluruh armada sudah terus bekerja di lapangan saat ini,”tegasnya, sembari meminta dukungan semua pihak dan masyarakat agar proyek ini berjalan lancar dan sukses.
Pihaknya membeberkan koordinasi dan kerjasama dengan PPK Dinas PUPR Flotim terus berjalan maju.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Aransina Ignas Kelen selaku pemilik Kuari, secara terbuka menyatakan dukungan total terhadap pekerjaan jalan tersebut.
“Secara total, Kami sangat mendukung kehadiran proyek ini yang sempat mangkrak sebelumnya.
Tapi, Kami juga minta proyek ini selesai tepat waktu dan berkualitas tanpa masalah di kemudian hari.
Kontrak kerja yang telah dibuat harus dijalankan dengan konsisten dan jujur.
Sebagai tokoh masyarakat dan pemilik Kuari, Saya siap bantu sukseskan proyek ini,”katanya, terbuka.
Ia berharap dengan sukseskan proyek ini bisa membuka mata pemerintah agar lebih banyak memberikan alokasi dana, terlebih APBN untuk masuk meningkatkan kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan ke wilayah yang masih parah kondisinya di Tanjung Bunga.
Pantauan Wartawan di lapangan, kontraktor pelaksana bersama seluruh tim kerja, juga PPK, serta konsultan pengawas terus bekerja gesit, termasuk pergerakan laju kendaraan Dump Truk bolak balik di lokasi proyek.
Medan jalan yang sempit, penuh jurang dalam kiri kanan, juga tanjakan ekstrim tak jadi halangan.
Bahkan, tanjakan ekstrim di jalur Latonliwo-Basira, kini mulai nyaman dilintasi pasca dibentang urukan pilihan.
Tinggal dilanjutkan agregat A dan pemasaran, maka jalan siap dihotmix.(OLA)










