Mpu Batik Agung Suhartanto (tengah) menerima piagam Rekor Dunia dari Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Paulus Pangka dalam pameran tunggal “NEROKA – Keharmonisan Alam Manusia Nusantara Dalam Selembar Batik” di Kasongan, Bantul, Yogyakarta. (Foto:Ist.)
YOGYAKARTA,RANAKANEWS.com — Kekayaan budaya Nusantara kembali dihadirkan melalui karya seni batik dalam pameran tunggal Agung Suhartanto bertajuk “MENEROKA: Perjalanan Elemen Nusantara”.
Pameran yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, ini menampilkan 100 karya batik yang diciptakan Agung Suhartanto dalam rentang 2016–2020.
Berdasarkan siaran pers yang diterima RanakaNews.com dari Media LEPRID, karya-karya tersebut merupakan bagian dari perjalanan kreatif Agung dalam mengeksplorasi berbagai elemen Nusantara, mulai dari alam, manusia hingga kekayaan budaya yang hidup di berbagai daerah Indonesia.
Melalui medium batik, Agung tidak sekadar menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mencoba merekam, menerjemahkan dan memperkenalkan keberagaman Nusantara melalui bahasa seni yang khas.
Pameran tunggal tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat perjalanan kreativitas dan konsistensi Agung Suhartanto dalam mengembangkan batik sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya Indonesia.
LEPRID Catat Rekor Dunia
Dalam rangkaian pembukaan pameran pada Sabtu (26/9/2026), Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan apresiasi sekaligus mencatatkan rekor dunia atas dedikasi dan inovasi Agung Suhartanto dalam berkarya serta mengembangkan seni batik Nusantara.
Rekor yang dicatatkan LEPRID memiliki nama:
“Pencipta Teknik Tutup Celup untuk Membentuk Dimensi Ruang atau Dimensi Ketiga dalam Karya Batik Dua Dimensi Pertama di Dunia.”
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Paulus Pangka, pendiri sekaligus Ketua Umum LEPRID, dalam rangkaian pembukaan pameran.
Menurut siaran pers tersebut, pencatatan rekor menjadi bagian dari apresiasi terhadap karya seni yang memiliki nilai budaya, kreativitas, inovasi teknik serta semangat pelestarian dan pengembangan warisan Nusantara.
LEPRID menyebut karya seni dan budaya merupakan bagian penting dari perjalanan prestasi Indonesia. Kreativitas dan inovasi para seniman dalam menggali kekayaan lokal dan mengangkatnya ke ruang publik dinilai sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat identitas budaya bangsa.
100 Karya, Satu Perjalanan Nusantara
Judul “MENEROKA” menggambarkan perjalanan Agung Suhartanto dalam menyelami berbagai elemen yang membentuk wajah Nusantara.
Sebanyak 100 karya yang dipamerkan menjadi dokumentasi perjalanan artistiknya selama periode 2016 hingga 2020. Setiap karya membawa eksplorasi tersendiri sekaligus memperlihatkan bagaimana batik dapat terus berkembang melalui pendekatan kreatif dan interpretasi personal seorang seniman.
Pameran ini sekaligus menunjukkan bahwa batik tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga medium seni yang terus dapat dieksplorasi, dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi masa kini.
Dorong Generasi Muda Terus Berkarya
LEPRID berharap pencatatan rekor dunia terhadap Mpu Agung Suhartanto dapat menjadi inspirasi bagi para seniman dan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, menggali kekayaan budaya daerah serta membawa elemen-elemen Nusantara ke ruang apresiasi yang lebih luas.
Pameran “MENEROKA: Perjalanan Elemen Nusantara” dengan 100 karya batik Agung Suhartanto menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam perkembangan seni batik Indonesia. “Mengapresiasi Prestasi, Menginspirasi Negeri, Mendunia.” (*/WG)












