KUPANG, RANAKANEWS.com – Ketua Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov PERKEMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan atlet-atletnya mampu menyumbangkan 4 hingga 6 medali emas pada kejuaraan dunia atau World Taikai di Nagoya, Jepang Tahun 2027 mendatang.
Optimisme itu disampaikan Ketua Pengprov PERKEMI NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat jumpa pers di GOR Oepoi Kupang, Minggu (1/11/2026).
Julie Laiskodat menyebutkan, jumlah anggota atau Kenzhi Shorinji Kempo di NTT mencapai sekitar 23.900 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 anggota tercatat aktif mengikuti kegiatan dan pembinaan.
Menurutnya, kekuatan tersebut merupakan modal besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung dunia.
“NTT memiliki potensi yang sangat besar. Kita punya banyak Kenzhi, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ini menjadi kekuatan yang harus terus kita bina,” ungkap Julie Laiskodat.
Ia menjelaskan, salah satu alasan dirinya memilih terlibat dalam kepengurusan Perkemi NTT adalah karena Shorinji Kempo bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan juga sarana membangun karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda.
Pembinaan Kempo, lanjut dia, menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga perguruan tinggi dan kalangan pekerja.
Baginya, nilai kedisiplinan dan pembentukan karakter menjadi keunggulan Shorinji Kempo yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda di NTT.
Salah satu bukti, kata Julie Laiskodat, dalam kejuaraan di Badung, Bali, kontingen Perkemi NTT yang diperkuat 31 atlet berhasil meraih prestasi membanggakan dengan membawa pulang 10 medali emas dan 9 medali perak sekaligus keluar sebagai juara umum.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di NTT memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Julie berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para Kenzhi untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk PON XXII 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.
Ia mengatakan, pembinaan jangka panjang menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi atlet kempo NTT agar mampu bersaing di tingkat internasional.
“Sekarang saya lihat ada 11 atlet yang mungkin kita kirim ke Jepang. Target saya emas 4 atau 6 di Jepang,” ujarnya.
Baginya, dia memimpin Perkemi NTT bukan semata-mata menjalankan tugas organisasi. Ia melihat kempo merupakan olahraga yang bisa membentuk karakter generasi muda, mulai dari anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) hingga mahasiswa.
Ia mengaku tertarik memimpin PERKEMI karena melihat potensi besar pembinaan atlet sekaligus nilai pendidikan karakter yang ditanamkan melalui olahraga bela diri asal Jepang itu.
“Saya mau pegang Ketum PERKEMI NTT karena banyak atlet mulai dari TK sampai kuliah. Saya lihat organisasi ini sangat membentuk karakter para atlet,” ujarnya.
Julie menilai kempo merupakan salah satu cabang olahraga yang mengutamakan kedisiplinan. Nilai itu dinilai penting untuk membangun mental atlet, tidak hanya dalam menghadapi pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dia optimistis prestasi kempo NTT akan terus meningkat selama pembinaan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. “Setelah saya pegang Perkemi NTT, saya optimistis prestasinya akan terus naik,” ungkapnya.
Selain membidik prestasi di Kejuaraan Dunia Jepang 2027, Julie juga menaruh perhatian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Terlebih, kata dia, NTT tampil sebagai tuan rumah sehingga menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Dia berharap atlet kempo NTT mampu memanfaatkan momen itu untuk meraih prestasi membanggakan di hadapan masyarakat sendiri.
“Jadi saya harap PON nanti kita tuan rumah. Saya harap kempo NTT bisa mendapat prestasi yang bagus. Saya optimistis,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PERKEMI, Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Agus Setiadji, SAP, MA, menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan mercusuar sekaligus kekuatan utama bagi prestasi Kempo nasional di panggung internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Agus dalam acara pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) PERKEMI NTT periode 2026–2030 yang kini dinakhodai oleh Julie Soetrisno Laiskodat.
“NTT memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta olahraga nasional. Kontribusi daerah ini sangat masif, baik dari segi kuantitas atlet maupun raihan prestasi,” ujar Agus Setiadji di Kupang.
Sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas teknis dan ketokohan, dua tokoh Kempo asal NTT, Sensei George dan Sensei Alfons, kini resmi diangkat menjadi anggota Majelis Guru, struktur tertinggi di PB PERKEMI.
Saat ini, Shorinji Kempo Indonesia menempati peringkat kedua terbesar di dunia setelah Jepang. Pada Kejuaraan Dunia 2023 di Tokyo, tim Indonesia berhasil meraih posisi runner-up dari 43 negara dengan total 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Mayoritas medali tersebut disumbangkan oleh Kenshi asal NTT.
Secara demografi atlet, NTT menyumbang sekitar 23.900 Kenshi dari total 219.000 Kenshi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.000 atlet berstatus aktif, dan 464 di antaranya telah memegang sabuk hitam (Yudansha).
Menghadapi Kejuaraan Dunia 2027 (World Taikai) di Nagoya yang bertepatan dengan perayaan 80 tahun Shorinji Kempo Dunia, PB PERKEMI menargetkan untuk mengirimkan lebih dari 150 Kenshi terbaik.
Selain fokus pada kejuaraan dunia, NTT juga telah ditunjuk secara khusus menjadi tuan rumah utama untuk cabang olahraga Shorinji Kempo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII mendatang.
“Kami optimis di bawah kepemimpinan Ibu Julie, PERKEMI NTT akan melompat jauh lebih maju. Target jangka panjang kita adalah melihat Kenshi NTT berdiri di podium tertinggi Olimpiade,” tambah Agus, menyusul langkah PB PERKEMI yang kini telah bergabung dengan organisasi bela diri dunia yang diakui International Olympic Committee (IOC). (TD)










