Hukum  

Aliansi Peduli Kemanusiaan Tanggapi Pernyataan Kapolda NTT, “Tidak Ada Intervensi, Tidak Kepentingan”

KUPANG, RANAKANEWS.com- “Kami sangat menyayangkan pernyataan Kapolda NTT yang menyatakan ”Tidak ada Intervensi, Tidak ada Kepentingan“. Seharusnya seorang Jendral Bintang 2 tidak boleh berkata seperti itu apalagi baru dipromosi jadi Kapolda NTT. Bapak itu seorang pemimpin yang harus intervensi dan punya kepentingan untuk kepastian hukum, kemanfaatan, keadilan dan keberpihakan kepada keluarga korban pembunuhan ibu dan anak ( Astrid Manafe) dan (Lael Maccabee).

Kapolda harus punya kepentingan terhadap proses penyidikan yang berlangsung kalau perlu mengecek para penyidik-penyidik yang diduga kerja tidak transparan dalam kasus ini. Kinerja kepolisian dalam kasus ini juga mempertaruhkan reputasi dan nama besar Polda NTT.
Demikian kritikan Ketua  Aliansi Peduli Kemanusiaan, Christo Kolimo dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, pada Minggu (23/1/2022) malam.
“Kita coba menelisik kalimat  ‘Tidak ada intervensi’, intervensi hanya bisa dilakukan atasan kepada bawahan apalagi dalam institusi kepolisian. Kami bisa menduga-duga bahwa kalimat tidak ada intervensi itu dari Kapolda kepada penyidik atau dari orang yang lebih berkuasa ‘bintang lebih tinggi‘ dari Kapolda. Tidak ada kepentingan juga bisa kami mengerti sebagai; Tidak peduli, tidak ada urusan, malas tahu, biasa-biasa saja, apa adanya, biarkan kasus ini menjadi bola panas kepada Kejati atau apa yang dimaksudkan Kapolda?,” kritik Christo Kolimo.
Lebih jauh Christo Kolimo menegaskan, “Bagi kami, Kapolda NTT adalah seorang pemimpin institusi Polri di daerah NTT yang harus mampu memberikan contoh PRESISI seperti slogan polri tersebut. Kami juga sedang menyiapkan aksi damai jilid  ke 6 sebagai bentuk mencari keadilan bagi Astrid dan Lael,” pungkasnya. (*/RN)
error: Konten dilindungi!
Exit mobile version