LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Kabar gembira bagi para petani di Flores Timur, karena pengembangan 5 (Lima) tanaman komoditi perkebunan di Flotim yakni Pala, Kelapa, Mente, Kakao dan Kopi mendapat kucuran dana sebesar Rp53.625.040.000 dari APBN tahun anggaran 2026, dalam rangka pengembangan tanaman perkebunan bernilai pasar tersebut.
Bantuan ini siap didistribusikan kepada para petani yang telah tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) yang telah terdaftar resmi.
“Dari total dana APBN senilai Rp53.625.040.000, ada 113 Poktan Mente, 25 Poktan Pala, 23 Poktan Kakao, 30 Poktan Kelapa dan 17 Poktan Kopi akan mendapatkan kucuran dana Hari Orang Kerja (HOK) senilai Rp6.850.000.000,”demikian keterangan Pers yang disampaikan Kepala Bidang Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Aloysius T.Mukin,S.Pt kepada Wartawan di Larantuka, belum lama ini.
Menurutnya, kucuran APBN 2026 sebesar ini, membuktikan kalau pemerintah pusat sangat menaruh harapan yang besar bagi petani di Flotim agar mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, guna memperbaiki kesejahteraan hidupnya.
“Hingga saat ini, semua kelompok tani (Poktan) yang mendapatkan bantuan sedang menyiapkan lahannya untuk siap tanam.
Total luas mencapai 4.450 hektar, tersebar di Pulau Adonara, Solor dan Daratan Larantuka untuk siap tanam.
Ada 1.088.800.000 Anakan yang siap didroping. Pihaknya pun terus melakukan pendampingan kepada para petani dan memantau langsung kegiatan persiapan lahan, mulai dari gali lubang, pembersihan dan pengamanan lahan,”katanya, penuh semangat.
Asis Mukin juga menyatakan, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada Bupati Flotim Anton Doni Dihen untuk mendapatkan dukungan penuh Pemerintah Daerah, supaya terus menggerakan para petani terus serius menyiapkan lahannya menjelang musim tanam.
“Bapak Bupati Flotim sangat senang dan merespons positif besarnya dukungan pemerintah pusat ini.
Beliau minta agar dipersiapkan dengan seluruh Poktan yang mendapat bantuan ini.
Kita tiap hari memonitor pekerjaan Poktan di tiga daratan.
Syukurlah semua berjalan lancar dan para petani sangat antusias menyambut program ini.
Dukungan pemerintah pusat kepada Pemda Flotim ini menjadi yang terbesar, dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Timur,”timpalnya.
Ia lebih jauh menjelaskan, dari total lahan dan jumlah tanaman perkebunan yang siap tanam, Komoditi Pala sebanyak 36.000 anakan akan ditanam di lahan seluas 300 hektar.
Komoditi Kelapa sebanyak 66.000 anakan ditanam pada lahan seluas 600 hektar.
Jambu Mente 316.800 anakan pada lahan seluas 2.880 hektar.
Tanaman Kakao sebanyak 500.000 anakan pada lahan seluas 500 hektar.
Serta tanaman Kopi sebanyak 170.000 anakan pada lahan seluas 170 hektar.
Minat Petani Mente di Solor Naik Tajam
Asis Mukin pada kesempatan ini secara khusus menjelaskan, ada yang sangat menggembirakan yakni minat petani Solor untuk tanam Mente meningkat tajam hingga 1.150 hektar lahan yang kini siap tanam Mente.
“Untuk Tanaman Jambu Mente Kita rencanakan lebih banyak tanam baru, dengan pola 10 M x 10 M.
Lebih banyak Poktan minati Mente dan luas lahan yang disiapkan Poktan juga lebih luas
Di Solor, minat Tanaman Mente naik tajam hingga 1.150 hektar, dengan rincian Solor Timur 3 Desa, 6 Poktan punya lahan seluas 150 hektar.
Solor Selatan 6 Desa, 18 Poktan punya lahan seluas 450 hektar.
Solor Barat 9 Desa, 23 Poktan punya lahan seluas 550 hektar.
“Petani Mente di Solor kali ini lebih antusias menjemput program pusat ini.
Bahkan, tahun 2027 nanti sudah ada Poktan yang menawarkan diri untuk pembibitan yakni di Liwo, Solor Timur.
Tentunya, Kita semua berharap petani di Flotim semakin berani menjadi petani perkebunan komoditi bernilai pasar tinggi,”pungkasnya.
Selain Solor, beberapa Kecamatan di Pulau Adonara seperti Witihama, yang punya 8 (Delapan) Poktan di 5 (Lima) juga punya luas lahan Mente hingga 205 hektar.
Sementara, Kecamatan Ile Boleng hanya 4 desa 4 Poktan punya lahan seluas 100 hektar.
Demikian pula Adonara Barat hanya 2 Desa dengan luas lahan 100 hektar.
Kecamatan Tanjung Bunga, sebut Asis Mukin, juga hanya 4 desa dengan 9 Poktan punya lahan seluas 210 hektar.
Kecamatan Lewolema yang selama ini terkenal dengan lumbung Mente, juga hanya 4 desa 8 Poktan, miliki lahan seluas 200 hektar.
Sedikit lebih luas di Kecamatan Titehena, meski hanya 3 desa tapi punya 9 Poktan, dengan luas lahan 225 hektar.
Pihaknya berharap, kedepan ada dukungan Pemda Flotim melalui APBD Flotim tahun 2027, untuk membantu petani Mente membasmi hama kutu putih yang kerap menyerang tanaman Mente, melalui program budidaya tanaman Sere Merah yang akan diluncurkan tahun depan.
“Jika program tanam Sere Merah ini juga berjalan sukses, Kita optimis produktivitas Mente di Flotim bakal meningkat pada saatnya, dan memberikan efek positif bagi kesejahteraan petani di Flotim,”tutupnya. (OLA)
