RUTENG, RANAKANEWS.com-Komunitas kawula muda ‘Gendang Kumba’ memperkasai suatu turnamen yang bergensi di Kabupaten Manggarai-NTT.
Open Turnamen Sepak Takrow menjadi salah satu cabang olahraga yang menjadi pilihan warga setempat.
Berdasarkan data yang tercatat dalam buku register kepanitian bahwa 16 tim yang terdiri dari 11 Kecamatan yang berada di Manggarai akan bertanding di Natas Gendang Kumba. Kegiatan sudah dibuka secara resmi oleh Silvester Baeng selaku tua adat.

Pasalnya, kegiatan itu dalam rangka memeriahkan ‘Penti Weki Peso Beo’ Gendang Kumba. Selain itu juga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81.
“Saya sudah buka secara resmi Open Turnamen Sepak Takrow itu pada Senin, 10 Agustus 2026. Dan dihadiri oleh masyarakat Kumba dan seluruh atlet yang akan berlaga,” ungkap Silvester melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini.
Ia menjelaskan, sisi lain dari turnamen ini sebagai ajang mempererat solidaritas dan silaturahmi antar sesama. Sehingga dapat mengurangi kebiasaan buruk seperti Judol, miras dan merokok.

” Agar Kawula muda bisa belajar bekerja sama, saling menghormati, mengikat tali persaudaraan dan selalu kompak,” tukasnya.
Selain itu, kata dia, generasi muda agar tetap mempertahankan sepak bola Takrow sebagai salah satu cabang olahraga yang diminati oleh mereka untuk memelihara stamina dan fisik tetap sehat.
Hal Positif Sepak Takrow
Silvester juga mengungkapkan sisi positif dari sepak bola Takrow adalah menjaga kebugaran dan melatih seluruh anggota tubuh (kaki, dada, kepala) untuk bergerak aktif sehingga meningkatkan kekuatan otot dan stamina. Melatih Kerjasama tim dengan membangun koordinasi, strategi, dan komunikasi yang baik antar anggota regu.
Menurutnya, aspek lainnya yakni untuk mengembangkan keterampilan fisik dengan meningkatkan kelincahan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh. Dalam kehidupan bermasyarakat, sepak takrow memiliki makna dan fungsi sosial yang penting.
Cabang olahraga ini juga sebagai sarana interaksi dan silaturahim dan mempererat kebersamaan.
Permainan ini sering dimainkan di lapangan kampung secara terbuka, menjadi tempat berkumpul dan memperkuat hubungan antar warga. Dalam pertandingan pastinya selalu membangun komunikasi, membutuhkan koordinasi tim yang solid, sehingga melatih komunikasi dan rasa saling percaya di antara anggota masyarakat.
Momen ini juga, kata Silvester, sebagai ajang pelestarian budaya dan identitas. Sebab, sepak Takrow merupakan warisan leluhur. Sebagai cabang olahraga tradisional kawasan Melayu dan Asia Tenggara, bermain takrow berarti ikut melestarikan budaya warisan turun-temurun dan eksistensi Kearifan lokal, sehingga dapat memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan identitas lokal kepada generasi muda agar tidak punah di tengah modernisasi.
“Final kegiatannya direncanakan pada tanggal 17 Agustus 2026, setalah ape HUT ke 81,” ujar Silvester.
Sementara, Ketua Penyelenggara Open Turnamen Sepak Takrow, Tris Baeng mengatakan, kegiatan ini didukung oleh seluruh warga Gendang Kumba.
“16 tim sepak takrow dari berbagai Kecamatan di Manggarai sudah mengikuti proses sesuai ketentuan dari panitia penyelenggara. Saat ini sedang dilaksanakan pertandingan. Termasuk kontingen group Bhayangkara Manggarai,” tutupnya. (Kons Hona)










