Antisipasi Banjir, Siaga Alat Berat di Nurabelen & Nawokote

Eksavator mini milik Pemda Flotim yang siaga di Desa Nurabelen Kecamatan Ile Bura, Kamis (27/3/2025) antisipasi banjir Gunung Lewotobi yang sewaktu-waktu melumpuhkan jalur transportasi darat Ile Bura: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Langkah Pemerintah Kabupaten Flores Timur dengan siaga alat berat di Nurabelen Kecamatan Ile Bura dan Nawakote Wulanggitang, penting untuk dilakukan demi mengantisipasi banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, yang sewaktu-waktu bisa terjadi dalam beberapa waktu kedepan, di tengah musim hujan yang masih terus terjadi.

Sebagaimana yang saat ini dilakukan Pemda Flotim dengan menempatkan satu alat berat Eksavator mini di Desa Nurabelen Ile Bura.

Eksavator mini bermerk Volvo itu kini disiagakan di Desa Nurabelen, guna membersihkan badan jalan dan daerah aliran sungai (Kali,red) yang sejak sepekan terakhir ditimbun material batu, pasir dan kayu yang dibawa banjir lahar dingin dari Gunung Api Lewotobi Laki-laki dan Perempuan.

“Iyah, harus ada alat berat yang disiagakan di Desa Nurabelen, untuk antisipasi banjir lahar dingin Gunung Lewotobi yang sewaktu-waktu bisa turun.

Karena itu, terima kasih kepada Pemda Flotim yang telah bergerak cepat menempatkan satu unit Eksavator mini di Nurabelen sebagai antisipasi banjir lahar dingin.

Kehadiran alat berat di Nurabelen sejak Minggu (23/3/2025) telah sangat membantu mobilitas kendaraan dan manusia, baik yang berkantor di Ile Bura, maupun bepergian ke Larantuka, Boru, Maumere dan tujuan lainnya.

Aktivitas warga dan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil, terlihat nampak normal, meskipun dalam tekanan psikologis erupsi Gunung Lewotobi dan banjir lahar dingin,”ujar Vina Hayon, warga Nurabelen kepada Wartawan di Nurabelen, Kamis (27/3/2025) sore.

Dikatakannya, sebagai warga Desa Nurabelen, pihaknya mengapresiasi langkah Pemdes Nurabelen, Kecamatan Ile Bura dan Pemda Flotim terkait mobilisasi alat berat membersihkan tumpukan material batu, pasir, kayu yang menutup jalan dan jembatan, juga membuat Kali meluap.

“Olehnya, Kami minta agar alat berat ini sebaiknya stand by disiagakan di Nurabelen hingga cuaca betul-betul cerah dan tidak hujan lagi,”terangnya, lagi.

Apalagi, tumpukan material di Depan TPI Nurabelen, Waikula, juga Kali di samping Lapangan Bola Kaki Nurabelen dan samping Bengkel Otomotif Samson Nama Ola, volumenya besar dan rawan membuat jalur transportasi lumpuh.

Hal yang sama juga ditegaskan Anton Liwu warga Waiula Kecamatan Wulanggitang.

Menurutnya, kondisi faktual Kali Waimuring dan Duang yang juga menjadi jalur merah banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, harus diantisipasi dengan menempatkan satu unit alat berat stand by membersihkan badan jalan jika sewaktu-waktu hujan lebat di gunung.

“Terus terang, Kami berterima kasih dengan alat berat yang membersihkan badan jalan, namun dengan kondisi Kali Waimuring dan Duang yang sudah jadi jalur merah, maka alat berat harus siaga 1 x 24 jam, jika sedang turun hujan,”tukasnya.

Pasalnya, dengan kerja manual selama ini, pihaknya dan warga sudah sekian banyak kali turun bakti sosial, namun

Sementara itu, Hermanus, seorang Penjual Sayur yang setiap hari melintasi Nurabelen-Lewotobi Kecamatan Ile Bura untuk berjualan, juga mengaku senang dengan eksavator mini yang disiagakan di Nurabelen.

“Saya juga senang dan merasa nyaman melintasi jalur Nurabelen dengan adanya Eksavator mini tersebut.

Saya rasa tidak terlalu takut lagi setelah jalan digusur bersihkan, dan Kali juga dinormalisasi.

Pulang jualan Sayur hingga Sore juga tidak terlalu masalah karena jalan sudah bersih dan ada eksavator yang siaga membantu,”ujarnya kepada Wartawan saat ditemui di Nurabelen, Kamis (27/3/2025) sore.

Sebagaimana disaksikan Wartawan, Eksavator mini tersebut saat ini disiagakan di Nurabelen kawasan Kali tak jauh dari lapangan bola kaki.

Eksavator mini ini telah membersihkan material di beberapa titik Kali dan Jalan yang ditimbun banjir lahar, sehingga arus transportasi praktis lancar hingga Kamis (27/3/2025) sore.

Kendati demikian, umumnya warga yang melintas dengan sepeda motor seperti ASN yang berkerja di Kantor Camat Ile Bura, juga Tenaga Kesehatan di Puskesmas Ile Bura, kerap masih khawatir dan takut akan ancaman banjir lahar dingin Gunung Lewotobi, jikalau cuaca di puncak Gunung Lewotobi mulai berkabut dan hujan gerimis.

Pasalnya, areal mulai dari puncak hingga lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan, di wilayah Nobo hingga perkampungan Nurabelen sudah gundul dan terlihat sangat berbahaya bagi keselamatan warga Nurabelen-Nobo dan pengguna transportasi darat. (OLA)

error: Konten dilindungi!