LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Bantuan bibit tanaman Kakao senilai Rp30 M untuk lahan seluas 500 hektar, dan tanaman Kelapa senilai Rp990 juta untuk 600 hektar lahan milik petani Flores Timur yang dibiayai pemerintah pusat melalui APBN tahun 2026, kini telah siap didroping ke Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di Adonara, Solor dan Daratan Flores Larantuka, pasca Poktan siapkan lahan dan saat musim hujan tiba.
“Saat ini 66.000 anakan Kelapa dan 500.000 anakan Kakao telah siap.
Perbenihan Kelapa di Desa Wai Tukan, Adonara Barat sudah siap.
Tinggal tunggu 30 Poktan yang tersebar di 30 desa dan 8 kecamatan, menjadi sentra pengembangan tanaman Kelapa, selesai menyiapkan lahan/lubang untuk tanam Kelapa.
Serta musim hujan tiba maka didroping dan siap tanam.
Demikian pula, dengan tanaman Kakao yang disebar ke 33 Poktan, 32 Desa dan 11 Kecamatan, pun telah siap,”ujar Kepala Bidang Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Aloysius T.Mukin,SP saat berdiskusi dengan awak Media di Larantuka, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, permintaan Poktan untuk tanaman Kelapa kali ini meningkat tajam, terutama di di Kecamatan Adonara Barat, yang mencapai 220 hektar dari 11 Poktan dan Solor Selatan 120 hektar, milik 6 Poktan.
“Untuk wilayah Adonara Barat tersebar di Desa Wureh 20 hektar, Pajinian 20 hektar, Bugalima 20 hektar, Homa 20 hektar, Danibao 20 hektar, Nimun Danibao 20 hektar, Duanur 20 hektar, Waitukan 20 hektar, Woloklibang 20 hektar, Watobaya 20 hektar dan Bukit Seburi II 20 hektar.
Sementara Solor Selatan, ada di Desa Sulewaseng 20 hektar, Kenere 20 hektar, Kelike Aimatan 20 hektar, Bubu Atagamu 20 hektar, Kelike 20 hektar dan Lemanu 20 hektar.
Solor Timur ada di Desa Wulublolong 20 hektar dan Menanga 20 hektar,”katanya.
Selain itu, sebut Asis Payong, ada juga di Kecamatan Titehena yakni Desa Lewolaga 20 hektar dan Konga 20 hektar.
Kecamatan Wulanggitang juga ada 40 hektar, yang tersebar di Desa Waiula 20 hektar dan Boru Kedang 20 hektar.
“Sedangkan, di Adonara terdapat di Desa Weranggere Witihama 20 hektar dan Pledo 20 hektar.
Lalu, Desa Bloto Adonara Timur 20 hektar.
Kemudian, Desa Painapang Lewolema 20 hektar dan Desa Lamatutu Tanjung Bunga 20 hektar,”tambahnya.
“Para petani tidak hanya dapat anakan, tapi pupuk dan upah Hari Orang Kerja (HOK).
Pola tanamnya 110 batang (anakan Kelapa,red) per hektar dimana 20 hektar lahan akan dapat 2.200 anakan,”tukasnya, serius.
Ia mengatakan, untuk tanaman Kelapa memang banyak Kabupaten minta, namun Flotim yang mendapat alokasi lebih banyak.
Karena itu, diharapkan para petani yang telah mendapatkan bantuan, mesti memanfaatkan peluang ini dengan sukses.
Hal yang sama dengan tanaman Kakao, juga banyak permintaan Poktan.
“Ile Mandiri menjadi yang terbanyak dengan 100 hektar, yang tersebar di Desa Riangkemie 20 hektar, Watotutu 20 hektar, Lewohala 20 hektar, Wailolong 20 hektar dan Lewoloba 20 hektar.
Ada 5 (Lima) Poktan yang memiliki lahan seluas ini.
Berikutnya, Tanjung Bunga menjadi yang terbanyak dengan 6 Poktan, total lahannya 95 hektar, tersebar di Desa Sina Malaka 30 hektar, Lamatutu 20 hektar, Bandona 15 hektar, Nusanipa 15 hektar dan Patisirawalang 15 hektar.
Kemudian, diikuti Kecamatan Titehena yang terbanyak dapat anakan Kakao yakni 90 hektar, tersebar di Desa Lewoingu 20 hektar, Adabang 20 hektar, Duntana Lewoingu 20 hektar, Bokang Wolomatang 15 hektar dan Dulijaya 15 hektar,”ujarnya.
Azis Payong lebih jauh mengatakan, minat Petani Kakao meningkat hampir di semua wilayah, masih banyak permintaan sehingga diupayakan tahun 2027 lebih banyak lagi.
“Wilayah potensial seperti Kecamatan Adonara yang kali ini baru dapat di Desa Lamahoda 1 Poktan dengan 15 hektar, Nisa Nulan 1 Poktan 15 hektar dan Kolilanang 1 Poktan 15 hektar, mesti ada penambahan Poktan.
Kemudian, Adonara Barat yang baru ajukan 1 Poktan Desa Watobaya dengan 10 hektar, dan 1 Poktan Desa Pajinian 10 hektar, juga mesti ada penambahan Poktan.
Sama halnya, dengan Adonara Tengah yang baru usul 1 Poktan Desa Hoko Horowura 10 hektar, mesti ada penambahan,”katanya, lagi.
Hal yang sama dengan Solor Selatan yang baru dapat di Desa Kenere 1 Poktan 10 hektar, Lemanu 10 hektar dan Kelike Aimatan 10 hektar.
Serta Solor Barat Desa Tanah Lein 1 Poktan 15 hektar,”tambahnya.
Dibagian lainnya, Asis Payong mengungkapkan, justru agak baik di Kecamatan Larantuka, Tanaman Kakao mulai diminati, dan bertambah dengan Waibalun 1 Poktan 10 hektar, Mokantarak 1 Poktan 15 hektar dan Lewolere 1 Poktan 10 hektar. (OLA)












