KUPANG, RANAKANEWS.com – Ratusan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Santa Familia Sikumana terpilih, resmi dilantik.
Pelantikan DPC Santa Familia Sikumana tersebut digelar pada misa Ekaristi yang dipimpin oleh RD Hironimus Nani, Pr, bersama Dewan Penasehat Rohani, Pater Sebast Wadjang, SVD, Pastor Paroki Sta.Familia Sikumana didampingi RD Yohanes Kiri, Pr., di Gereja Paroki Santa Familia Sikumana pada Senin (21/4/2025).

Pantauan www.ranakanews.com, misa pengukuhan WKRI DPC masa bakti 2025-2028 dan pelantikan dewan pengurus ranting Santa Valeria Wilayah 9, berlangsung meriah.
Acara pengukuhan dan pelantikan WKRI DPC Santa Familia Sikumana itu dihadiri Ketua Presidium WKRI DPD NTT, Josefina M.D. Gheta yang diwakili oleh anggota Presidium 1, Yuliana Saloso, Ketua DPC periode 2018 – 2022, Maria Theresia Geme, para Ketua DPC se-Kota Kupang, para Ketua Ranting, Dewan Pastoral Paroki (DPP), para Ketua Wilayah, para Ketua Kelompok Kategorial; Legio Maria, Karismatik, Kerahiman, para Pimpinan Biara, Pimpinan Biara PRR Suster Stanisia bersama Suster Agustina.

Ketua WKRI DPC Santa Familia Sikumana terpilih, Katarina Murdian, dalam sambutannya mengatakan, “Hari ini bahagia sekali rasanya karena kita sudah melewati sebuah kegiatan yang sangat bermartabat. Yaitu misa pelantikan dan betapa bangganya kami WKRI DPC dan ranting Paroki Santa familia. Karena momen yang bersejarah ini terjadi dalam suasana Paskah yaitu pesta kebangkitan Kristus dan tanggal 21 April bertepatan dengan hari Kartini,” ungkap Katrin Murdian bangga.
Menurutnya, dengan kebangkitan Kristus yang kita rayakan dan perjuangan Kartini dalam mencapai cita- cita memperjuangkan harkat dan martbat kaum perempuan WKRI terus berinovasi dalam menjalankan tugas pelayananan yang berfokus pada pengembangan peran perempuan Katolik dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk gereja, masyarakat, dan negara.
WKRI juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup, serta kerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Lebih lanjut, ia menyebutkan 21 April; dengan semangat habis gelap terbitlah terang “Meneladani semangat Kartini untuk terus berjuang Memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender, Menggali potensi diri dan meningkatkan kualitas diri, Memanfaatkan hak-hak yang dimiliki untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, gereja dan masyarakat.
Katrin juga mengajak untuk berkolaborasi dengan Dewan Pastoral Paroki (DPP). “Mari kita bermitra dalam menjalankan tugas pelayanan kita sebagai warga gereja. Wanita – wanita tangguh ini siap bekerjasama dengan DPP untuk memajukan Paroki kita. Wanita – wanita milenial ini yang walaupun banyak yang lahirnya dijaman colonial tetapi semangatnya milenialnya tinggi kalah lagi dengan anak-anak muda yang lahir diaman milenial (itu saya lihatnya di medsos) yang lebih terkenal sekarang FBpro….kebanyakan para lansia tu yang aktif,” katanya.
Ia menjelaskan tujuan acara pelantikan ini adalah Pengurus baru memastikan bahwa organisasi tetap berjalan dengan baik dan program-programnya dapat terus dilanjutkan, memiliki semangat dan kemampuan yang lebih baik dalam melayani anggota dan masyarakat juga menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, gereja, dan organisasi lain, untuk mencapai tujuan WKRI. Serta dapat menjalankan visi dan misi WKRI, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, serta menegakkan harkat dan martabat manusia.
Katrin menyebutkan, tema Konvercab III yang lalu: ” WKRI Bergerak Bersama Menjadi Penabur Benih Injil Yang Menghidupkan dan Membangun Spririt Solidaritas dan Subsidiaritas”.
Menurutnya pentingnya solidaritas dan subsidiaritas dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. “Saya mengajak kita semua untuk bahu – membahu dalam mewujudkan solidaritas dan subsidiaritas ini. Yaitu perlunya kerjasama dan saling mendukung agar organisasi kita tetap eksis dalam tugas pelayanan. Mari bergerak bersama, Jadikan organisasi WKRI ini sebagai rumah kita bersama untuk menjalankan tugas pelayanan kita sebagai perempuan berdaya yang selalu menginspirasi, mendidik, dan menjalankan perannya dengan baik dalam keluarga, masyarakat dan gereja,” ujar Katrin.
Ucapan terimakasih ia sampaikan kepada badan pengurus yang dilantik. “Saya mengucapkan profisiat kepada sahabat hati dewan pengurus cabang yang baru dilantik masa bakti 2025 – 2028 dan dewan pengurus ranting santa Valeria Wilayah 9. Semoga amanah ini membawa berkat bagi kehidupan banyak orang,” ucap Katrin. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada undangan yang hadir.
Berikut nama-nama WKRI Dewan Pengurus Cabang Sta.Familia Sikumana yang dilantik antaralain:
Dewan Penasehat Rohani: Pater Sebast Wadjang, SVD
Ketua: Katarina Murdian
Wakil Ketua 1: Lusia Fransisca Tiwe
Wakil Ketua II: Maria Wihelmina Yosefa
Sekretaris 1: Yustina Widyanto
Sekretaris II: Sintia Stefany Gudu
Bendahara: Maria Gaudensia Jelita
Ketua Bidang Organisasi: Ewalde G. Amatnua
Ketua Bidang Pendidikan: Maria Imakulata Hatidja
Ketua Bidang Kesejahteraan: Trimurti Herni
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat: Kristina Abin
Ketua Bidang Usaha Dana: Magdalena Melvin Salo.
Nama- nama Dewan Pengurus Ranting Sta. Valeria
Dewan Penasehat Rohani: Pater Sebast Wadjang, SVD
Ketua: Yolanda Erna Kwalomine
Wakil Ketua: Ave Maria Imelda Tapatab
Sekretaris: Sintia Stefany Gudu
Bendahara: Octaviana J.B.Halle
Ketua Bidang Organisasi: Susana Ayi
Ketua Bidang Pendidikan: Felisitas Y.Legimani
Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial: Nur Eda
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat: Silvi Onasi
Ketua Bidang Usaha Dana: Fransiska Wona.

Yuliana Saloso, anggota Presidium 1 menyampaikan terima kasih kepada Pengurus DPC Sta. Familia Sikumana.
“Kami berterima kasih kepada pengurus DPC Sta.Familia Sikumana yang sudah melaksanakan Konfecap dan pelantikan kepengurusan yang baru. Kami berharap kepengurusan yang hari ini dilantik mengangkat tiga jari dihadapan Tuhan tetap konsisten dilaksanakan sehingga tetap aktif dalam mengambil bagian disetiap program kerja yang sudah disepakati di DPC Sta Familia ini,” ujar Dosen Prodi Budidaya Perairan Undana.
Dan juga ini kesempatan buat kita untuk bersaksi melayani dalam wadah WKRI baik dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat maupun bernegara. Ini merupakan organisasi dimana kita bisa berkarya baik di gereja maupun masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Sesepuh WKRI DPC Santa Famila Sikumana, Maria Theresia Geme menurutnya yang pertama itu tentu saja sebagai sebuah organisasi dia harus patuh pada aturan – aturan organisasi pada perintah konggres.
Kemudian yang kedua, harus mengumat, dan sadar akan kebutuhan lokal dari itu tunduk pada peraturan -peraturan organisasi yang ada di daerah termasuk di sini. Apa yang dilakukan oleh DPD, program -program DPD. Kemudian juga di Paroki itu harus kerja sama dengan semua kelompok kategorial dan juga organisasi-organisasi gereja yang ada di Paroki Sta Familia untuk kita bergerak bersama – sama untuk mengatasi persoalan -persoalan lokal itu yang paling penting.
“Dan oleh karena itu program kerja WKRI itu harus juga memeriksa program kerja paroki dan semua kelompok kelompok yang ada di dalam paroki baik kelompok doa maupun organisasi yang lain agar supaya itu menjadi sebuah kerja yang bagus dan itu kalau sudah bergerak bersama-sama tentu saja umat akan maju,” ujar Dosen Hukum Agraria Universitas Widya Mandira Kupang. (TD)













