Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT Tahun 2024 Meningkat 1,08 Persen

Kepala BPS NTT, Matamira B.Kale, S.Si.,M.Si (Kedua) dari kanan saat Jumpa Pers di Aula Lantai 2 Kantor BPS NTT, Senin (2/12/2024). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Matamira B. Kale, S.Si.,M.Si menjelaskan bahwa Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT tahun 2024 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Pertumbuhan IPM 2024 mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, terutama dimensi pengetahuan.

“Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,83 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya. Sumber data umur harapan hidup saat lahir menggunakan hasil Long Form SP2020 (SP2020-LF),” ujar Matamira B.Kale dalam Jumpa Pers di Aula Lantai 2 Kantor BPS NTT, Senin (2/12/2024).

“Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,22 menjadi 13,23 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,20 tahun, dari 7,82 tahun menjadi 8,02 tahun pada tahun 2024. Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret,” terang Matamira.

Matamira menyebutkan, Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) meningkat 286 ribu rupiah (3,47 persen) dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version