RUTENG,RANAKANEWS.com-Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran pembangunan ruas jalan Iteng-Nanga Woja hingga simpang Melo, yang terletak di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai-NTT.
Pantauan www.ranakanews.com, Senin 4 September 2023, nampaknya ruas jalan itu sedang dibersihkan bagian kiri dan kanan jalan. Selain itu terlihat sejumlah armada berupa alat exavator sedang menggalali bahu jalan untuk dilakukan pelebaran. Pembersihan ruas jalan ini sudah memasuki kampung Wejang Kalo, yang terletak di Kecamatan Satar Mese.

Sarana pendukung pekerjaan proyek itu sudah berada di lokasi sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan papan informasi proyek sudah dipajang di lokasi titik nol pekerjaan, dan di beberapa titik ruas jalan sudah dipasang papan informasi kepada pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat untuk selalu berhati-hati melintasi area jalan tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Satker Wilayah III Propinsi NTT, Djibrael Tuka Rohi, mengatakan bahwa alokasi anggaran pekerjaan ruas jalan itu bersumber dari APBN melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun 2023.

“Nilai kontrak Rp.22.855.500.000,00, dikerjakan oleh PT. Wijaya Graha Prima. Sedangkan penandatangan kontrak dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023, dengan nomor kontrak :HK.02.03-Bb10.7.3/471. Sementara Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan sejak tanggal 24 Agustus 2023 dengan nomor surat : KU.02.09-Bb10.7.3/471/24 Agustus 2023. Proyek itu dikerjakan selama 130 hari kalender” jelas Djibrael melalui pesan WhatsApp yang diterima media ini, Selasa, 5 September 2023.
Proyek pembangunan jalan itu dengan panjang 6,5 Kilometer dengan jenis pekerjaan Hot Rolled Sheet (HRS). Oleh sebab itu, ia meminta dukungan masyarakat Satar Mese khusunya warga yang berada di ruas jalan yang sedang dikerjakan itu.
Apa kata masyarakat ?
Pembangunan ruas jalan Iteng-Nanga Woja hingga Simpang Melo menjadi perhatian warga setempat.
Jalan merupakan sarana penunjang perekonomian masyarakat di Satar Mese. Apalagi, ruas jalan ini sangat strategis. Pasalnya, jalur penghubung daerah destinasi wisata pantai selatan, wilayah Kabupaten Manggarai.
Selain itu ruas jalan ini juga merupakan akses keluar-masuk bagi warga di beberapa desa di Kecamatan Satar Mese.
Jalan ini dinilai sangat vital karena tempat pengangkutan hasil pertanian warga. Dan, di bagian kiri dan kanan jalan merupakan lokasi persawahan masyarakat petani di daerah itu. Satar Mese merupakan lumbung padi untuk Kabupaten Manggarai bahkan NTT.

Hal ini diakui oleh Jhon Gamat, salah satu Warga Wejang Kalo ketika dikonfirmasi media ini di kediamannya, Senin 4 September 2023.
Kepada media www.ranakanews.com, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang telah mengalokasikan anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jaringan Daerah.
Ia menilai pemilihan daerah Satar Mese- Kabupaten Manggarai sebagai salah satu lokasi pengalokasian dana Inpres merupakan hal yang sangat tepat.
Tentu, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan daerah dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Terima kasih kepada presiden Joko Widodo atas terlaksananya Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, percepatan pembangunan bagi jalan-jalan daerah yang menjadi prioritas pemerintah. Apresiasi juga kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas hasil koordinasi dan kerja samanya dengan pemerintah pusat” kata Jhon.

Harapan
Dalam perbincangan singkat dengan sejumlah awak media, Jhon menyampaikan secuil harapan kepada Presiden Joko Widodo.
Ia berharap agar pemerintah pusat mengalokasikan anggaran IJD terhadap pembangunan ruas jalan pantai selatan Manggarai-NTT secara keseluruhan.
Ruas jalan pantai selatan yang menghubungkan Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur ini dinilai sangat strategis. Jalur ini merupakan salah satu spot wisata pantai yang sangat indah dan jalan penghubung lokasi destinasi wisata Wae Rebo dan kampung adat Todo.
“Semoga pemerintah pusat untuk mengkaji kembali lokasi ruas jalan pantai selatan Kabupaten Manggarai untuk menjadi skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan kedepannya” ungkapnya.
Mengingat, ruas jalan itu merupakan sentral penghubung untuk beberapa lokasi wisata di wilayah itu.
Ia juga meminta masyarakat Satar Mese agar selalu berpartisipatoris dalam mengkawal pembangunan ruas jalan itu.
“Mari kita dukung pembangunan jalan ini, karena begitu besar perhatian pemerintah pusat kepada daerah kita. Jangan biarkan pekerjaan itu gagal” pintanya.

Penulis : Bung Kons Hona (BKH)












