KUPANG, RANAKANEWS.com – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) terus mendorong penguatan dan peningkatan daya saing UMKM daerah melalui penyelenggaraan Capacity Building Industri Kreatif Syariah (IKRA) 2026.
Kegiatan bertema “Local Roots, Global Reach: Strategi Mendorong Produk Unggulan UMKM NTT yang Halal, Sehat, dan Berkelanjutan” ini berlangsung pada 19–20 Februari 2026 di Hotel Sotis, Kota Kupang.
Sebanyak 36 UMKM dari sektor modest fashion dan halal food mengikuti kegiatan ini. Para peserta mendapatkan penguatan kapasitas usaha yang mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan standar halal, pengembangan merek, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menyampaikan bahwa UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Di NTT, UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Identitas lokal bukanlah hambatan, melainkan modal utama untuk bersaing di pasar global. Dengan inovasi, standarisasi halal, dan strategi digital yang tepat, produk UMKM NTT berpeluang menembus pasar internasional,” ujar Rio.
Bank Indonesia Provinsi NTT juga menyoroti besarnya potensi pasar halal global yang mencapai lebih dari USD 2,3 triliun untuk makanan halal dan sekitar USD 300 miliar untuk modest fashion. Oleh karena itu, UMKM didorong untuk memperkuat kualitas produk, branding, serta pemanfaatan ekosistem digital.
Kegiatan IKRA 2026 menghadirkan Dewan IKRA nasional sebagai narasumber, yakni Ali Charisma pada kategori modest fashion dan Chef Bara Pattiradjawane pada kategori halal food. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan digital marketing, manajemen keuangan dan akses pembiayaan syariah, serta sosialisasi pencatatan keuangan, PeKA, dan QRIS Experience oleh tim Bank Indonesia Provinsi NTT.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Provinsi NTT berharap UMKM peserta mampu meningkatkan kapasitas usaha, membangun identitas produk berbasis kearifan lokal berstandar global, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan mitra strategis dalam mendukung pengembangan UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*/RN)












