Vinsen Jemadu Deputy penyelenggara kegiatan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (ketujuh dari kiri) bersama Yayasan Puspita Bangun Bangsa.( Foto: Willy G.)
RUTENG,RANAKANEWS.com – Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores kembali disalurkan. Sebanyak 21 ton beras dan 235 papan telur diberangkatkan dari pelataran Gedung Assumpta Katedral Ruteng, Rabu, 23 September 2026, untuk didistribusikan kepada warga terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Bantuan tersebut dihimpun dari sejumlah komunitas di Jakarta melalui kegiatan Home Coming Challenge komunitas pegolf Pondok Indah Golf Club serta donasi komunitas Sydney Marathon.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Yayasan Puspita Bangun Bangsa sebagai mitra lokal, dengan dukungan Yayasan Indonesia Setara.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputy penyelenggara kegiatan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Vinsen Jemadu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat perantauan dan komunitas di luar daerah terhadap warga Flores yang terdampak bencana.
“Donasi ini dihimpun atau digalang dari teman-teman kita yang peduli dengan Flores di Jakarta,” kata Vinsen dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurut Vinsen, komunitas Pondok Indah Golf Club sebelumnya juga pernah melakukan penggalangan bantuan bagi masyarakat saat pandemi Covid-19.
Pada 2026, kepedulian tersebut kembali diwujudkan melalui penggalangan bantuan bagi korban gempa di Flores.
“Saya sebagai putra daerah Flores, khususnya Manggarai, merasa begitu dekat hubungan dengan mereka sehingga penggalangan bantuan ini diberikan kepada Flores, Manggarai melalui kami,” ujarnya.
Donasi Disalurkan Melalui Yayasan Puspita Bangun Bangsa
Vinsen menjelaskan, bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui Yayasan Puspita Bangun Bangsa yang dipimpin Flory Nggagur.
Yayasan tersebut selama beberapa tahun terakhir bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat yang sakit, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan.
Ia menyebutkan, yayasan tersebut sebelumnya telah menyalurkan sekitar 30 kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dan kali ini kita lewat Yayasan Puspita Bangsa membagikan sembako berupa beras sebanyak 21 ton. Itu dari Home Coming Challenge Pondok Indah Golf Club dan juga dari komunitas Sydney Marathon,” jelas Vinsen.
Total donasi yang dihimpun disebut mencapai sekitar Rp400 juta, dengan sekitar Rp350 juta berasal dari komunitas golf Pondok Indah Golf Club dan Rp50 juta dari komunitas Sydney Marathon.
Vinsen juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Indonesia Setara. Ia menyebut pembina yayasan tersebut adalah Sandiaga Uno.
“Bantuan dari Pondok Indah Golf dan Sydney Marathon ini melalui Yayasan Indonesia Setara yang kebetulan ketua atau pembinanya sahabat baik saya, Pak Sandiaga Uno,” katanya.
Vinsen mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui mitra lokal agar pendistribusiannya dapat menjangkau warga terdampak.
“Semua ini disalurkan ke Flores melalui mitra lokal kami, Yayasan Puspita Bangsa,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat Flores, khususnya warga Manggarai dan Manggarai Timur yang masih menghadapi dampak gempa dan gempa susulan.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat untuk kita di Flores, khususnya Manggarai dan Manggarai Timur,” ujarnya.
Menjangkau 20 Desa di 10 Kecamatan
Ketua Yayasan Puspita Bangun Bangsa, Flory Nggagur, menjelaskan bantuan akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di 20 desa pada 10 kecamatan di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.
Untuk tahap awal, bantuan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, antara lain Desa Liang Bua, Desa Golo Cador, Desa Timbu, dan Kelurahan Reo.
Sementara bantuan untuk wilayah Tanah Rata telah dikirim dan dijadwalkan didistribusikan pada Kamis, 25 September 2026.
Jumlah bantuan yang diterima setiap wilayah tidak sama. Distribusi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
Salah satu wilayah yang mendapatkan alokasi cukup besar adalah Pong Lengor, dengan sekitar 4 ton beras. Menurut pengelola bantuan, wilayah tersebut mengalami dampak bencana lebih berat dibandingkan sejumlah desa di sekitarnya.
Pemkab Manggarai Apresiasi Dukungan
Sementara itu, mewakili Bupati Manggarai, Petrus Calestinus Masangkat, Asisten II sekaligus Plt Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan dan penyaluran bantuan.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Indonesia Setara dan Yayasan Puspita Bangun Bangsa atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Manggarai.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Manggarai,” katanya.
Menurutnya, bantuan tersebut masih sangat dibutuhkan masyarakat karena aktivitas gempa susulan masih terjadi.
Ia mengatakan gempa susulan masih dirasakan hingga Rabu pagi dan kondisi tersebut membuat sebagian warga trauma untuk kembali masuk ke rumah.
“Gempa susulan masih menyusul terus. Tadi pagi sekitar pukul 05.30 masih terjadi gempa dengan kekuatan sekitar 4 skala Richter. Ini juga membuat masyarakat trauma untuk masuk ke rumahnya,” ujarnya.
Karena itu, bantuan kebutuhan pokok dinilai akan membantu masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Pemkab Manggarai, kata Petrus, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi warga terdampak.
Terkait kemungkinan adanya warga yang kembali mengungsi akibat gempa susulan, pihak BPBD masih melakukan penelusuran di lapangan.
“Kami masih telusuri lagi dan akan koordinasi dengan pak camat. Manakala nanti masih ada masyarakat yang kembali ke pengungsian, pemerintah akan memberikan perhatian khusus lagi,” katanya.
Bantuan yang diberangkatkan dari pelataran Gedung Assumpta Katedral Ruteng pada 23 September 2026 tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak di Manggarai dan Manggarai Timur. (WG)












