KUPANG, RANAKANEWS.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang bekerjasama Catholic Relief Services (CRS) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang bertempat di Hotel Sahid Ti-More Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/7/2024).
Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, SE.,MM dalam sambutannya menerangkan, Pemerintah Pusat telah menjadikan perubahan iklim sebagai isu sentral, dan sebagai pelaksana pembangunan daerah.
“Hal ini menjadi perhatian penting bagi kita semua. Presiden Joko Widodo sendiri menekankan komitmen negara untuk mencapai Net zero atau Emisi Nol pada tahun 2060, sekaligus mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, serta penciptaan kehidupan yang berkelanjutan,” katanya.
Dia menyebutkan, di tahun 2024, prioritas pembangunan Kota Kupang fokus pada kualitas lingkungan hidup, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi, dan peningkatan stabilitas politik. Banyak program dan kegiatan pemerintah yang dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan ketahanan iklim di Kupang.
CRS melalui program Capacities terus mendukung pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan ketahanan iklim dengan melakukan penguatan tata kelola dan kapasitas pemerintah Kota Kupang yang inklusif serta menggunakan pendekatan multi pihak untuk mencapai solusi iklim yang efektik.
“Oleh karena itu kita akan bersama-sama merevisi keanggotaan pokja perubahan iklim Kota Kupang sehingga lebih inklusif serta melakukan penyusunan tugas pokok sesuai bidang dan standar operasional prosedur mengikuti kebutuhan pokja,” kata Kadiwanu.
“Selanjutnya kegiatan kita hari ini adalah melakukan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam upaya mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan mengatasi perubahan iklim dengan memahami sumber dan jumlah emisi yang dihasilkan.
Kita bersama akan mengidentifikasi sektor-sektor yang yang paling berkontribusi dalam masalah perubahan iklim untuk mengembangkan strategi mitigasi yang tepat.
Saya mengharapkan peserta kegiatan rapat pokja ini untuk dapat memaksimalkan kegiatan ini dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang,” tutup Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu.
Sementara itu, Upi Gufiroh selaku Manager Capacities Catholic Relief Services (CRS) Indonesia menjelaskan bahwa Rapat Pokja kali ini mereview keanggotaan pokja yang lama, itu keanggotaannya tiga puluh empat (34), kemudian yang baru ini sekitar tujuh puluh (70), kita rapatkan kembali ke mereka apakah keanggotaan itu masih relevan atau tidak, apakah tupoksi mereka masih relevan atau tidak jadi dari masukan-masukan mereka itu kita revisi SK-nya nanti,” kata Upi Gufiroh kepada www.ranakanews.com disela-sela kegiatan.

Dia menyebutkan, peserta yang hadir pada kegiatan ini adalah anggota pokja yang lama dan calon anggota yang baru. Unsur dari anggota pokjanya sendiri semua dinas yang ada di Kota Kupang, kemudian lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang isu lingkungan sama perubahan iklim yakni: Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Benain Noelmina, BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, BMKG Stasiun MeteorologI Kelas II ELTari Kupang, BMKG Meteorologi Kelas IVMaritim Tenau Kupang,PT PLN Wilayah NTT,
PT Pertamina Wilayah NTT, Ketua Badan Pengurangan Resiko Bencana Sinode GMIT, Keuskupan Agung Kota Kupang, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama NTT, Muhammadyah Disaster Management Center NTT, Parisada Hindu Dharma Indonesia NTT, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Politeknik Negeri Kupang, Politeknik Pertanian Kupang,
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang Program Studi (Prodi) Kesehatan Lingkungan, Para Pimpinan OPD se-Kota Kupang, Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Kupang,Perumda Air Minum Kota Kupang, Forum PRB Kota Kupang,PLAN Indonesia, Bank Disabilitas NTT, Kamar Dagang dan Industri Kota Kupang, Aliansi Pers NTT, Staf CRS.
“Harapannya dari kegiatan ini ada komitmen dari stakeholder yang kita undang itu terkait dengan peningkatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalu program program kerja mereka baik yang kita lakukan kolaboratif maupun yang dilakukan secara mandiri di lembaga-lembaga masing-masing,” pungkas Manager CSR Capacities Indonesia, Ufi Gufiroh. (TD)












