Kepala Desa Wae Ajang (tengah baju putih) ,Fasilitator Tekad Kabupaten ,fasilitator kecamatan sater mese program Tekad foto bersama Nara sumber dan anggota BUMDES dgn produk beras kemasan hasil pelatihan. (Foto: Upeng)
RUTENG, RANAKANEWS.com – Seleksi, grading, dan pengepakan beras menjadi fokus pelatihan demi mendukung visi Manggarai Maju.
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wae Ajang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, menggelar pelatihan pengemasan beras dengan merek “Satu Hati” pada 2–4 Desember 2025.
Kegiatan ini disponsori oleh Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) Kabupaten Manggarai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Wae Ajang ini diikuti oleh pengurus Bumdes, kelompok tani, serta perwakilan masyarakat desa. Program TEKAD menghadirkan fasilitator kabupaten, Ibu Esty Maro, untuk mendampingi jalannya kegiatan.
Dua narasumber utama, Yuvensius Janggat dan Marianus Yosef Adipi, memberikan materi teknis tentang standar mutu beras, mulai dari proses pemilihan gabah, penggilingan, hingga pengemasan yang higienis dan menarik.
– Sesi pertama: Teknik seleksi beras untuk memastikan hanya beras berkualitas yang masuk ke tahap berikutnya.
– Sesi kedua: Grading beras, yaitu pengelompokan berdasarkan mutu agar konsumen mendapatkan produk sesuai standar.
– Sesi terakhir: Pengepakan modern dengan plastik food grade dan desain kemasan yang informatif serta ramah pasar.
Kepala Desa Wae Ajang Yohanes Warut menegaskan bahwa merek “Satu Hati” dipilih sebagai simbol kebersamaan masyarakat dalam membangun ekonomi desa.
“Kami ingin beras ‘Satu Hati’ bukan hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari program Manggarai Maju, yang menekankan pentingnya inovasi desa dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
Dengan adanya beras kemasan “Satu Hati”, Desa Wae Ajang diharapkan mampu menembus pasar lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Bumdes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Selain aspek teknis, pelatihan ini menekankan pentingnya branding dan pemasaran digital. Peserta diajak memahami strategi promosi melalui media sosial, marketplace, dan jaringan distribusi lokal. Hal ini sejalan dengan tren konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan produk kemasan praktis dan terpercaya.
Melalui dukungan Program TEKAD Kabupaten Manggarai, Bumdes Wae Ajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan beras lokal sebagai produk unggulan desa.
Dengan kualitas terjaga, kemasan menarik, dan semangat kebersamaan, beras “Satu Hati” diharapkan menjadi ikon baru yang membawa Desa Wae Ajang maju dalam bingkai Manggarai Maju dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Bumdes Wae Ajang, Satar Mese, gelar pelatihan pengemasan beras “Satu Hati” pada 2–4 Desember 2025 dengan sponsor Program TEKAD Kabupaten Manggarai. Fokus kegiatan pada seleksi, grading, dan pengepakan modern untuk mendukung visi Manggarai Maju. (WG)
