Bupati dan Wabup Flotim 100 Hari Kerja akan Prioritaskan Urusan Ekonomi

Bupati dan Wabub Flotim, Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli Uran pose bersama istri foto bersama usai melaksanakan proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Aula ElTari Kantor Gubernur, Sabtu (1/3/2025). (Dok:TD/ranakanews.com)

KUPANG, RANAKANEWS.com – Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode 2025-2030, Ir. Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli Uran, S.Fil di 100 hari kerja akan memprioritaskan urusan ekonomi.

Hal ini disampaikan Bupati Antonius didampingi Wabub Ignasius kepada wartawan seusai melaksanakan serah terima jabatan di Aula ElTari Kantor Gubernur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (1/3/2025).

“Di 100 hari kerja kami akan memprioritaskan program strategis yang telah dijanjikan saat kampanye dengan target prioritasnya adalah pemberdayaan ekonomi,” ujar Doni Dihen.

Untuk itu, lanjut Doni Dihen, dirinya telah menyediakan konsultan pendamping dari Jakarta, sehingga diharapkan pelaku UMKM, para petani dapat didampingi secara profesional.

Bupati Flotim mengatakan, efisiensi anggaran yang telah dilakukan oleh Presiden Prabowo akan dilaksanakannya dengan mengoptimalkan berbagai program yang telah dijanjikan mereka pada saat kampanye.

“Anggaran sudah dikordinasikan dengan Sekeretaris Daerah (Sekda) Flotim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada,” ujar Doni Dihen.

Selanjutnya urusan ketenagakerjaan, kata Antonius Doni Dehan telah bekerja sama dengan perusahaan yang ada, sehingga masyarakat dapat magang ke Jepang.

Lebih lanjut, ia juga ingin membuat Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimulai dari urusan perbengkelan. Jalan yang rusak selama musim hujan juga menjadi fokus Bupati Antonius dan Wabub Ignasius.

Sebanyak 10-12 jalan, deker dan jembatan yang rusak selama musim hujan akan diperbaiki di 100 hari kerja ini. Tak lupa, terkait bencana erupis Gunung Lewotobi Laki-laki, pihaknya akan bergerak cepat dengan koordinasi dan memantau perkembangan terkini sehingga dapat melakukan langkah yang tepat.

Ia juga terus mempercepat proses relokasi warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Jika proses relokasi telah selesai, ia akan mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi kepada warga yang terdampak bencana tersebut.

“Jangan sampai kita relokasi, tetapi kehidupan mereka juga dalam keadaan sulit,” ujarnya. (TD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version