Daerah  

Bupati dan Wabup Sumba Tengah Ikuti Webinar IKBS, Bahas Penanganan Hama Belalang

WAIBAKUL, RANAKANEWS.com- Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Umbu K. Pari, SP mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS), Minggu (27/02/2022).

Webinar itu membahas penanganan hama belalang kembara yang melahap ratusan hektar lahan pertanian warga di Pulau Sumba.

Webinar ini diikuti secara daring juga oleh 2 (dua) orang Anggota DPR RI asal NTT Yohanis Fransiskus Lema, S.IP.,M.Si (Anggota Komisi IV) dan Ratu N. B Wulla, ST (Anggota Komisi IX) Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Suwandi, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi serta Bupati Sumba Timur Drs. Khristofel Praing, para tokoh-tokoh Sumba, serta sejumlah aktivis lingkungan dan juga para petani dan penyuluh pertanian di Sumba.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu mengemukakan strategi yang dilakukan agar warganya yang mayoritas petani itu tetap bertahan hidup meski lahan jagung dan padi diserang hama belalang kembara.

Dirinya mengajak para petani di wilayahnya untuk menyiapkan lahan guna ditanami sorgum dan kacang-kacangan sebagai tanaman penganti jagung yang diserang hama belalang.

“Lahan padi yang terserang hama belalang seluas 48,55 Ha dari total 5.400 Ha yang ditanam. Sedangkan lahan jagung yang terserang hama belalang seluas 439,12 Ha dari total lahan 4.600 Ha, sehingga total luas tanaman baik padi maupun jagung yang terdampak hama belalang seluas 487,67 Ha,” sebut Bupati Paulus dalam webinar yang digagas IKBS tersebut.

Selain terus berupaya untuk membasmi hama belalang dengan cara penyemprotan, Bupati Paulus juga mengalihkan tanaman penganti dari komoditi jagung dan padi ke tanaman sorgum dan kacang-kacangan yang tidak dimakan belalang.

Bahkan saat ini Bupati Sumba Tengah dan Wakil Bupati Sumba Tengah serta segenap jajarannya gencar melakukan panen raya jagung program Food Estate atau lumbung pangan Nasional.

“Habis panen jagung kita langsung olah lahan lagi untuk tanam jagung kedua atau tanam sorgum dan kacang-kacangan untuk mencapai IP 200 atau IP 300. Selain memenuhi target panen mencapai 7-8 ton/Ha, tetapi target Indeks Pertanaman (IP) 200 sampai IP 300 sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sumba Tengah tahun lalu, bahwa harus Padi-Padi-Jagung atau Padi-Padi-Kacang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Paulus meminta Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI agar memfasilitasi benih sorgum dan kacang-kacangan yang berkualitas untuk bisa membantu petani Sumba Tengah. Ia juga meminta Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT, Ansi Lema agar terus mendorong Kementerian Pertanian RI guna membantu mengatasi persoalan pertanian di Sumba Tengah.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Suwandi mengatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan serangan hama belalang di Sumba. Bahkan ia berkali-kali meninjau langsung kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kita langsung merespon setiap persoalan yang dihadapi petani di Sumba. Kami juga terus membantu Pemda dan petani di Sumba untuk mengatasi hama belalang selain menggunakan pestisida kimia juga mencoba menggunakan bahan yang ramah lingkungan, bahkan bisa dibuat sendiri oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk membantu petani Sumba Tengah yang lahannya terserang hama belalang berkaitan dengan benih unggul sorgum dan kacang-kacangan seperti yang diminta oleh Bupati Sumba Tengah.

Anggota Komisi IV DPR RI, Ansi Lema menegaskan, selaku wakil rakyat ia akan senantiasa memantau dan terus mengawal semua kebijakan Pemerintah Pusat dalam mengatasi masalah pertanian di Sumba terutama serangan hama belalang.

Menurut Ansi Lema, pendekatan penanganan hama belalang di Sumba harus dilakukan dalam perspektif ekologis.

“Perlakuan kita terhadap alam, akan megembalikan alam memperlakukan kita juga sebagaimana mestinya. Saya sepakat dengan adanya kesamaaan pandangan tentang upaya pencegahan hama belalang dengan salah satu cara melucuti semua senjata yang selama ini digunakan untuk mematikan predator alam yaitu burung, melalui peraturan daerah seluruh Sumba,” sebutnya.

Anggota Komisi IX DPR RI yang juga Anggota DPR RI asal Sumba, Ibu Ratu Wulla mengatakan dirinya siap bersinergi dan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat Sumba.

Sementara itu, Ketua Umum IKBS Hermanus Dona mengatakan, hama belalang yang terjadi di pulau Sumba telah mempersatukan para tokoh Sumba.

“Pertemuan ini memberikan harapan kepada kita semua agar terus bersatu bukan hanya untuk tangani belalang saja tetapi untuk berbagai persoalan. Tentang Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) kami dari IKBS siap bekerja sama dengan Kementrian Pertanian,” sebut Hermanus.

error: Konten dilindungi!