Lantunan pujian dan penyembahan menggema di Golo Rokat, wilayah Portiuncula, Paroki Karot, Keuskupan Ruteng. (Foto: Willy G.)
RUTENG, RANAKANEWS.com — Di tengah puing-puing rumah yang hancur akibat gempa Flores 15 Agustus 2026, lantunan pujian dan penyembahan menggema di Golo Rokat, wilayah Portiuncula, Paroki Karot, Kabupaten Manggarai.
Suasana penuh harapan itu hadir melalui pelayanan doa Karismatik Katolik Badan Pelayanan Karismatik (BPK) Keuskupan Ruteng bagi umat yang terdampak gempa.
Persekutuan doa dilaksanakan di halaman rumah warga yang telah menjadi puing akibat gempa. Tempat yang sebelumnya menjadi ruang kehidupan keluarga tersebut sore itu berubah menjadi tempat umat berkumpul, memuji dan menyembah Tuhan.
Pelayanan diawali dengan puji-pujian yang dibawakan para singer dan Worship Leader (WL) dari BPK Keuskupan Ruteng.
Umat diajak untuk tidak membiarkan keadaan sulit mematikan semangat untuk memuji Tuhan.
“Kemenangan terjadi di tempat ini. Situasi yang buruk jangan sampai membuat engkau tidak bisa mengangkat tangan untuk memuji Tuhab . Mari kita dekat dengan Tuhan. Kita akan dipulihkan oleh Tuhan dalam pujian,” ajak ibu Fatima WL sore itu .
Serahkan Beban kepada Tuhan
Renungan firman dalam persekutuan doa tersebut dibawakan Romo Ompi Lasma Latu, Pr.
Dalam renungannya, Romo Ompi mengajak umat melihat kembali pengalaman hidup para murid dalam Injil dan menghubungkannya dengan pengalaman manusia ketika menghadapi situasi sulit.
Manusia, katanya, sering berada pada titik ketika berbagai usaha telah dilakukan, tetapi hasil yang diharapkan belum juga terlihat.
Kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa. Kehilangan rumah, kerusakan tempat tinggal, trauma dan ketidakpastian menjadi beban berat yang harus dihadapi.
Namun, umat diajak untuk tidak menyerah. Sebaliknya, mereka diajak untuk tetap berusaha sambil menyerahkan seluruh beban kehidupan kepada Tuhan.
“Semua kita punya beban,” menjadi salah satu pesan penting dalam renungan tersebut.
Umat juga diajak untuk tidak terus-menerus berfokus pada apa yang hilang dan apa yang kurang. Sebaliknya, umat diajak melihat kembali hal-hal baik yang masih dimiliki dan mensyukurinya.
Doa menjadi salah satu jalan untuk menyerahkan beban tersebut kepada Tuhan. Dalam konteks itu, Romo Ompi mengajak umat membangun kebiasaan doa, termasuk doa Rosario, sebagai bentuk penyerahan diri dan pergumulan hidup kepada Tuhan.
Berdoa di Tengah Puing
Pelayanan di Golo Rokat tidak sekadar menjadi kegiatan rohani, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas iman bersama umat yang sedang terluka.
Para pelayan hadir dengan kesadaran bahwa mereka juga memiliki pergumulan masing-masing.
“Kita datang bukan karena kita tidak memiliki luka, tetapi karena kita ingin hadir bersama mereka yang sedang terluka,” ujar Ibu Ety N. Jelamu, Koordinator BPK Keuskupan Ruteng.
Pesan tersebut menggambarkan semangat pelayanan BPK Keuskupan Ruteng. Mereka hadir untuk berjalan bersama umat, berdoa dan memberikan penguatan agar warga terdampak gempa tidak merasa sendirian.
Pujian dan penyembahan dilakukan bukan di dalam gedung gereja, melainkan langsung di tengah kehidupan umat—di halaman rumah yang telah menjadi puing.
Di tempat yang menyimpan luka akibat bencana itu, umat kembali mengangkat suara untuk memuji Tuhan.
Rumah boleh runtuh, tetapi iman tidak harus ikut runtuh.
Puing-puing justru menjadi tempat umat kembali mengarahkan hati kepada Tuhan, mencari kekuatan dan membangun harapan.
Melalui pelayanan tersebut, BPK Keuskupan Ruteng menghadirkan wajah Gereja yang tidak hanya hadir ketika umat berada dalam keadaan baik, tetapi juga ketika mereka kehilangan, terluka dan membutuhkan penghiburan.
Dari tempat yang hancur, umat diajak percaya bahwa harapan masih ada. Dari tengah puing, tangan kembali diangkat. Bukan karena semua persoalan telah selesai, tetapi karena Tuhan diyakini tetap hadir dan berjalan bersama umat-Nya.
Sementara itu, Pater Bofan, OFm Pastor Paroki Karot, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPK Keuskupan Ruteng yang telah hadir memberikan pelayanan dan penguatan kepada umat.
“Terima kasih kepada BPK Keuskupan. Semoga dengan pelayanan Karismatik ini, iman umat semakin bertumbuh dan berkembang di Paroki St. Fransiskus Asisi Karot. Tuhan memberkati,” ungkap Pater Bofan.(WG)












