WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat mengadakan pertemuan untuk mempublikasikan data terbaru mengenai prevalensi stunting di Kabupaten Sumba Barat dari hasil pengukuran bulan timbang Februari dan Agustus 2024.
Turut hadir Plh.Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Drs. Imanuel M. Annie, M.Si mewakili Bupati Sumba Barat, Dinas Kesehatan, para Direktur Rumah Sakit, para camat, para kepala puskesmas, para lurah dan kepala desa.
Penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Sumba Barat selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Namun, hasil pengukuran terbaru yang dilakukan pada Februari dan Agustus 2024 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi stunting yang cukup signifikan. Pada pengukuran Februari 2024, prevalensi stunting tercatat sebesar 15,9%, dan meningkat lagi menjadi 19,1% pada pengukuran Agustus 2024.
Untuk itu melalui sambutan bupati yang disampaikan oleh Plh. Sekretaris daerah, menyampaikan beberapa hal penting antara lain :
1. salah satu faktor yang paling krusial adalah data yang dimiliki. Data yang akurat, terkini, dan terintegrasi akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dan semua pihak terkait dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa data yang jelas, akan kesulitan dalam mengidentifikasi masalah secara spesifik, menentukan prioritas, serta mengevaluasi hasil dari setiap intervensi yang dilakukan.
2. evaluasi mendalam terhadap intervensi yang telah dilakukan selama ini, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mungkin belum sepenuhnya ditangani, dengan memperhatikan beberapa hal penting antara lain :
1) Perbaikan Pola Makan Keluarga dan Asupan Gizi yang Tepat;
2) Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan;
3) Monitoring dan Evaluasi yang Terus Menerus;
4) Kolaborasi lintas sektor.
Bupati Sumba Barat juga menegaskan bahwa ditahun depan pada bulan timbang berikutnya harus ada hasil yang nyata yang dibuktikan dengan berkurangnya angka stunting.
“Upaya konvergensi stunting yang kita lakukan selama ini harus lebih intensif dan terarah. Tidak ada lagi ruang untuk sekedar menjalankan kegiatan, tetapi kita harus memastikan bahwa kegiatan tersebut berdampak langsung pada penurunan angka stunting,”ujar Plh sekda.












