KUPANG, RANAKANEWS.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Zet Tadung Allo, S.H.,M.H., membuka dengan resmi kegiatan Training (Pelatihan) Vokasi Program Jaksa Bangun Desa.
Program Jaksa Bina Desa tersebut diinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT bekerja sama SMKN4 Kupang, dan Desa Fatukanutu.
Pelatihan vokasi yang diikuti oleh dua puluh Pemuda Desa Fatukanutu tesebut yaitu Fotografi/ Fideo Grafi, Tenun Ikat, Pengelasan/ forniture.
Kepala Kejaksaan Tingggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Zet Tadung Allo, S.H.,M.H mengatakan, hari ini kita melakukan salah satu langkah-langkah persiapan desa binaan.
“Hari ini dilakukan training (pelatihan) vokasi terkait dengan program Jaksa Bina Desa berkaitan dengan Tenun, Fotografi/ fideo grafi, Pengelasan dalam rangka mendukung desa binaan,” ujar Kajati NTT kepada wartawan usai membuka kegiatan di aula SMKN 4 Kupang, Kamis (28/8/2025).
Kajati berharap pemuda desa Fatukanutu menjadi pelopor atau penggerak apabila kembali ke desa bisa menjadi contoh untuk bagaimana mengembangkan desanya melalui keterampilan –keterampilan,” ujar Zet Tadung.
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, M.Pd menyampaikan terima kasih karena program Jaksa Bina Desa yang diiniasi oleh Bapak Kajati NTT, Zet Tadung Allo, S.H.,M.H boleh terlaksana, gayung bersambut dengan kami di SMKN 4 Kupang punya program SMK Bangun Desa .
“Nah karena itu hari ini dalam rangka mendukung program besar dari Bapak Kajati NTT tentang Jaksa Bina Desa yang ujung ujungnya itu adalah untuk mengembangkan potensi yang ada di desa ikut menggerakkan kolaborasi lintas sektor agar potensi-potensi di desa itu bisa dimaksimalkan, diberdayakan dan bisa memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat di desa,” ujar Semi Ndolu.
“Dalam hal ini kita kerja sama dengan Desa Fatukanutu sebagai desa sasaran untuk pelaksanaan vokasi program ini. SMKN 4 kemudian mengambil sebuah peran penting di dalam mengimplementasikan kurikulum nasional yang berkaitan dengan bagaimana metode atau model pembelajaran problem based learning (PBL) dimana kami memahami bahwa permasalahan kehidupan itu tidak ada di dalam ruang kelas kosong tetapi justru ada di masyarakat,” jelas Ketua MKKS SMK Kota Kupang.
Menurut Semi Ndolu bahwa di masyarakat itu ada potensi tetapi dia bisa jadi masalah karena kekurangan kompetensi. Di SMK itu ada kompetensi. Karena itu kompetensi ini harus diketemukan dengan potensi yang ada di masyarakat supaya menjadi solusi terhadap permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Itu yang pertama.
Yang Kedua, Kami ingin agar SMKN 4 Kupang juga dalam kaitan dengan mendukung program Bapak Kajati ini sekaligus memberi dampak bagi mereka yang tidak tercatat sebagai siswa SMKN 4 Kupang, karena berbagai sebab. Sehingga proses pembelajaran itu berdampak bagi masyarakat. Memang sejatinya pendidikan vokasi itu adalah untuk ikut menyelesaikan permasalahan itu sendiri itu yang kita lakukan melalui program ini, sehingga pada hari ini bapak Kajati membuka training vokasi Program Jaksa Bina Desa melalui pembelajaran kolaboratif berbasis potensi lokal ini sekaligus juga mendukung program Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang selalu memberikan dorongan agar pembelajaran di sekolah itu berbasis potensi lokal.
“Harapan saya kedepan program ini menjadi piloting, menjadi pilot project untuk pengembangan di desa-desa yang lain. Dan kita berharap juga dari berbagai pihak yang ingin melakukan hal yang sama sebuah gerakan sosial menuju masyarakat yang sejahtera secara finansial dan ekonomi yang ujung-ujungnya juga bagaimana memberdayakan secara baik terkait dengan sumber daya di sana (Desa Fatukanutu),” pungkas Semi Ndolu.
Kepala Desa Fatukanutu, Fransiskus M.A. Saebesi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan training Pelatihan Vokasi Fotografi/ Fideo Grafi, Tenun Ikat, Pengelasan/ forniture tersebut dalam rangka menyukseskan Desa Fatukanutu desa binaaan Kajati NTT yang targetnya bulan September mendatang launching di kantor Desa Fatukanutu.
Menurut Ayub bahwa pelatihan ini sangat penting bagi pemuda di desanya sebagai modal ketika launching mereka menampilkan diimplemetasikan di lapangan.
“ Harapan saya mereka dapat mengikuti dengan baik dan setelah mengikuti pelatihan ini mereka dapat mengimplementasiikan di lapangan,” harap Ayub.
Salah seorang peserta foto grafer, Ronal menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kajati NTT, SMKN 4 Kupang berkolaborasi dengan Desa Fatukanutu.
Menurutnya program Kepala Kajati NTT berkolaboarsi dengan SMKN 4 Kupang dan Desa Fatukanutu sangat baik.
. “Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan vokasi ini dan berharap teman-teman dapat mengikuti dengan baik karena akan membawa perubahan desa,” kata Ronal.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang penenun. Menurutnya kegiatan ini sangat baik. “Kami berharap semoga memperoleh alat tenun dan benang,” pintanya. (RN)










