Daerah  

Dugaan Gelapkan Uang Meteran Listrik Milik Warga, Ini Kata Sekcam Congkar

Sekertaris Kecamatan Congkar, Petrus Sahadun (Doc: WhatsApp Pribadi)

BORONG, RANAKANEWS.com- Dugaan penggelapkan uang Meteran Listrik Milik Warga Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Congkar, kabupaten Manggarai Timur, pada tahun 2021 lalu, ini Kata Sekcam.

Sekertaris Kecamatan Congkar (Sekcam) Petrus Sahadun kepada media RANAKANEWS.com melalui sambungan telepon pribadinya pada (16/5/2022) pukul 12:58 Wita mengatakan tidak ada persoalan di Golo Wangkung.

Sekertaris Kecamatan Congkar (Sekcam) Petrus Sahadun Bantah keterlibatan dirinya terkait dugaan penggelapan pemasangan meteran listrik milik warga kelurahan Golo Wangkung.

Namum petrus mengaku keterlibatan dirinya hanya saat sosialisasi di kantor kelurahan Golo Wangkung, tapi tidak ikut tagih uang di rumah warga.

” Tidak benar, saya tidak pernah tagih uang meteran di masyarakat, saya hanya membantu keluarga mana kala mereka menghubungi telaga, tidak benar kalaupun ada berita yang muat terkait itu ” kata Petrus.

Petrus menjelaskan, keterlibatan dirinya saat sosialisasi di kantor kelurahan waktu itu, Sosialisasi diperkirakan dilaksanakan pada bulan mey, sehingga pemerintah tau, pemerintah harus membekap itu, kalau memang saya terlibat disitu tidak soal juga, tidak ada untung dan rugi juga buat saya.

” Perjanjian dulu saat sosialisasi di kantor kelurahan Golo wangkung menyala perdana bulan Desember 2021 sementara kenyataannya tidak seperti itu” ucap Petrus.

” Kebetulan di wajor itu ada empat yang belum pasang, itu saya punya keluarga dekat, saya tidak mengarahkan keluarga lain, saya mengarahkan keluarga dekat saja ke telaga ” ungkap Petrus

” Untuk Golo Wangkung sisa empat rumah saja, ada yang meterannya sudah ada tapi kabelnya belum ada, ke empat nama tersebut yakni Simon sumardi meteran 900 VA dengan harga Rp. 2. 785.000, Aloysius Nejos meteran 900 VA dengan harga Rp. 2. 785.000, Imelda Lamut meteran 900 VA dengan harga Rp. 2. 785.000, kanisius rpem ” jelas Petrus.

Perbedaan nominal besaran uang di brosur dan kuitansi, Petrus meminta PT. Telaga Ende Diana Leba bertanggungjawab, untuk meteran 900 VA pada brosur harga senilai Rp. 2000.000 (Dua Juta Rupiah) sementara dalam kuitansi harga sebesar Rp. 2.785.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah).

Untuk diketahui sebelumnya media RANAKANEWS.com telah menerbitkan pemberitaan terkait Sekcam Congkar & PT. Telaga Ende Diduga Gelapkan Uang Meteran Listrik Warga Kec. Congkar pada 16 mey 2022.

Hingga berita ini diterbitkan PLN Ruteng dan PT. Telaga Ende cabang ruteng Diana Leba belum berhasil dikonfirmasi (Yohanes H. Domo/Just. Darmoyuwono-RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version