LEWOLEBA, RANAKANEWS.com – Langkah tegas kolaborasi Penjabat Bupati Lembata, Drs. Marsianus Djawa, M.Si dan Kapolres Lembata, AKBP. Dr. Vivick Tjangkung, S.I.K.M.Kom dalam memberantas praktek jaringan Mafiosi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lembata, mendapat dukungan yang kian luas dari berbagai kalangan.
Pasalnya, fakta selama ini membuktikan rakyat Lembata harus antre berjam-jam, bahkan menginap kendaraannya untuk isi BBM di tiga (3) Stasiun Pengisian Bahan Bakar di Lembata.
“Hal ini pula mengindikasikan kuat dugaan ada permainan jaringan mafiaosi BBM di Lembata, yang dibacking oknum Pejabat dan Aparat Penegak Hukum selama ini. Dan, hanya terkesan dibiarkan tanpa langkah tegas pemberantasan oleh Bupati dan Kapolres Lembata sebelumnya.
Olehnya, tekad Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Djawa dan Kapolres Lembata, AKBP. Vivick Tjangkung untuk memberantas jaringan mafia BBM ini wajib didukung total.
Apalagi, Bapak Marsianus Djawa juga secara terbuka telah memarahi Pejabat ASN Lembata yang lamban dan terkesan mengabaikan perintahnya untuk menyiapkan draft regulasi SK. Plt Bupati Lembata untuk menertibkan jaringan Mafiosi BBM di Lembata,” tegas Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia), Gabriel Goa dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (11/05/2023) Pagi yang diterima Redaksi Ranakanews.com Biro Flotim-Lembata.
Dikatakannya, sudah menjadi kewajiban moril PADMA Indonesia, dan juga Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia) untuk memberikan dukungan total.
Pihaknya, sebut Gabriel Goa, mendukung total langkah cepat dan tegas Penjabat Bupati Lembata dan Kapolres Lembata memberantas Mafiosi BBM, dengan berani menangkap, tahan dan hukum berat pelaku dan aktor intelektualis serta backing-backingnya.
“Berikutnya, kami juga mendesak segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban Pemilik POM BBM di Lembata, apakah pihaknya juga terlibat dalam jaringan Mafiosi BBM berkongkalikong dengan oknum Pejabat eksekutif dan Aparat Penegak Hukum, yang diduga kuat menjadi backing selama ini?. Nah, ini harus segera diklarifikasi dengan tuntas dan terang,” pungkas Gabriel Goa, semangat.
Dibagian lainnya, Gabriel juga mengajak solidaritas lembaga agama, LSM dan Pers untuk terlibat aktif mendukung total aksi nyata Penjabat Bupati Lembata dan Kapolres Lembata ini.
“Iya, jaringan Mafiosi BBM di Lembata, NTT juga Nasional yang diduga kuat bermain berjamaah untuk keruk keuntungan pribadi selama ini harus disikat bersih,” tutupnya.
Asal tahu saja, harga eceran BBM di Lembata sejauh ini paling mahal dibanding Flotim. Satu botol Agua besar penuh di Flotim dengan harga Rp20.000, namun di Lembata tembus Rp30.000.
Tak cuman itu, untuk mendapatkan BBM juga sulit sekali aksesnya. Warga harus antre berjam-jam dan menginapkan kendaraannya di SPBU.
Meski demikian, selama ini warga menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Praktis tak ada bisa ungkap dan bongkar akar masalahnya, walaupun nyaris menjadi ‘buah bibir’ publik kalau itu jadi ‘lahan mainan’ oknum tertentu meraup keuntungan.
Kini, Penjabat Bupati Lembata dan Kapolres Lembata siap berantas dan bongkar jaringan Mafiosinya. (OLA/RN)
