KUPANG, RANAKANEWS.com- Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K. M.H., telah mengukir prestasi dan patut diacungi jempol, baru empat bulan menjabat selaku Kapolres Kupang telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara melalui pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) untuk Pemerintah Kabupaten Kupang sebesar Rp2.814.571.450.
Kapolres Kupang AKBP FX Irwan, bersama Bupati Kupang Drs Korinus Masneno, dan pejabat lingkup pemda di ruang kerja Kapolres, menggelar konferensi pers dengan sejumlah awak media mengatakan keberhasilan ini adalah pertama terjadi di Polda NTT, khususnya di wilayah hukum Polres Kupang atas dasar kerja sama pemerintah Kabupaten Kupang kita berhasil menyelamatkan hasil pajak dari wajib MBLB dari paket pekerjaan fisik yang bersumber dari APBN, APBD I Provinsi NTT dan APBD II Kota Kupang dari tahun 2017 – 2021.
Dalam empat tahun berjalan terdapat tunggakan pajak dari wajib pajak daerah oleh kontraktor dan pemegang IUP sebesar Rp100 Miliar.
Lanjut Kapolres, sebenarnya potensi penerimaan pajak MBLB pada tahun 2021 semestinya Rp60 Miliar, namun realisasinya pendapatan pajak MBLB pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang hanya mencapai Rp5 Miliar,”ujar Kapolres Kupang.
“Melihat minimnya pendapatan daerah dari sektor pajak MBLB tersebut, saya selaku Kapolres Kupang berinisiatif membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dalam rangka mengoptimalkan atau meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang dari sektor pajak MBLB,” terang Kapolres.
Atas dasar itulah Kapolres Kupang AKBP
FX Irwan Arianto memerintahkan Penyelidik Unit Idik 3 (Tipidkor) Sat. Reskrim Polres Kupang untuk melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dari tahun 2017- 2021 di wilayah Kabupaten Kupang.
Berdasarkan hasil tindakan penyelidikan sejak bulan April 2022 hingga sekarang Penyelidik telah menyelamatkan kerugian keuangan negara atau daerah dari pajak MBLB sebesar Rp.2.814.517.450,- yang mana jumlah uang tersebut diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang memiliki itikad baik dalam menyelesaikan kewajibannya membayar pajak MBLB kepada Daerah melalui BAPENDA Kabupaten Kupang.
Ketujuh perusahaan itu kata Kapolres yakni PT Naviri Multi Konstruksi Rp1.721.425.000,- PT Hutama Mitra Nusantara Rp74.753.250,- PT Hutama Mitra Nusantara Rp215.662.500,- PT Gabriel Gabryela Jaya Rp76.397.600,- PT Tunas Baru Abadi Rp409.403.750,- PT Adisti Indah Rp152.319.350,- dan PT Hutama Mitra Nusantara Rp164.555.000,-.
Kapolres Kupang juga mengapresiasi itikad baik dari ketujuh pimpinan perusahan tersebut dalam melunasi wajib pajaknya.
“Apabila wajib pajak taat akan pajak MBLB sangat membantu dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Kupang demi kemakmuran warga masyarakat Kabupaten Kupang.
Terhadap wajib pajak yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban pajak daerah MBLB dan dengan sengaja memanipulasi data perpajakan serta data laporan produksi MBLB khusus bagi Pemegang IUP akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kapolres juga berjanji di tahun 2022 ini akan membantu mendongkrak PAD Kabupaten Kupang melalui dari sumber galian C hinga Rp 60 Miliar. (*/RN)
