Februari 2025, Provinsi NTT Alami Inflasi sebesar 0,47 Persen dengan IHK sebesar 106, 50

KUPANG, RANAKANEWS.com – Pada Februari 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,50.
Inflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar 1,68 persen dengan IHK sebesar 108, 35 dan Inflasi terendah terjadi di Kota Kupang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,61.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Matamira B. Kale, S.Si., M.Si dalam jumpa pers virtual pada Senin (3/3/2025).
“InIflasi y-on-y Februari 2025 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 8 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,19 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,64 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,46 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 2,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,53 persen. Sementara, kelompok yang mengalami penurunan harga, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,05 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,48 persen pada Februari 2025,” jelas Matamira Kale.

Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,37 persen pada Februari 2025.

“Dan juga terjadi inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,09 persen pada Februari 2025,” pungkasnya. (MD)

error: Konten dilindungi!