KUPANG, RANAKANEWS.com – Wirausaha Merdeka adalah bagian dari program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausawan melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan.
Politeknik Negeri Kupang salah satu Perguruan Tinggi Pelaksana Program Kemendikbudristek yang menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program Wirausaha Merdeka (WMK) adalah 665 mahasiswa, dengan beragam latar belakang perguruan tinggi antaralain Politeknik Negeri Kupang (PNK)) sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Timor (Unimor), Universitas Karyadarma (Undarma), Universitas Muhammadiyah Kupang UMK), Sekolah Tinggi Informatika Komputer (Stikom) Artha Buana, Politeknik Pertanian Negeri (Politani), Akademi Pariwisata (Akpar), Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 45), Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW).
“Sebenarnya program yang kami buat dari Kemendikbudristek ini sudah baik untuk memacu niat mereka (Mahasiwa,red) untuk berwirausaha, tinggal bagaimana mahasiswa ini betul-betul sadar bahwa ke depan ini, mereka membuat usaha ini bukan hanya untuk kegiatan ini saja, tapi bagaimana setelah itu, mereka bisa mandiri karena peluang usaha di NTT ini masih banyak kreativitas yang belum tumbuh.
Jadi NTT harus perlu banyak menumbuhkan mahasiswa yang mau menangkap peluang dan berusaha walaupun itu mereka harus merubah mental mereka yang selama ini hanya taunya hanya belajar saja tapi prakteknya mereka tu belum mau. Saya berharap mereka ini bisa teruskan saja apa yang sudah mereka lakukan,” ujar Dosen Prodi Akuntasi Sektor Publik, Raden Setyo Budi Suharto,M.M., S.E saat Demo Day di Jalan ElTari, Sabtu (11/11/2023) pagi.
Ia menyebutkan dari 10 Perguruan Tinggi ini total jumlah mahasiswa 665 orang yang memilih Program Wirausaha Merdeka. Dari 665 ini kita bagi dalam 133 kelompok usaha. Satu kelompok itu terdiri dari 5 orang. Jadi Program yang dibuat oleh Kemendibudristek ini memang memicu saja sebenarnya.
“Terkait modal dasar usaha, sebenarnya ada, dari kementerian tapi itu diturunkan diakhir program. Awalnya mereka modal sendiri dulu nanti baru diganti,” kata Dosen Budi Suharto.
Pantauan media, terdapat beragam jualan hasil kerja kreatif mahasiswa Polteknik Negeri Kupang, Program Studi Akuntansi antaralain Tahu Fantasi Bihun.
“Tahu salah satu makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi, mulai dari protein hingga serat. Makanan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, sampai mengoptimalkan fungsi otak.
Olahan Tahu dan Bihun yang bergizi tinggi memiliki manfaat antaralain menurunkan risiko kolesterol tinggi, mencegah kanker, meningkatkan fungsi ginjal, mengoptimalkan kesehatan tulang, menurunkan gejala menopause, menurunkan risiko diabetes, menurunkan risiko peradangan tubuh, mengoptimalkan pertumbuhan rambut,” jelas Maria Renyarosari.
Ia menambahkan, “Konsumsi Tahu juga dapat optimalkan fungsi ginjal. Juga konsumsi Tahu tingkatkan kesehatan otak,” jelas salah satu Mahasiswa Prodi Akuntansi Politeknik Negeri Kupang.
Hal yang sama disampaikan Ima Nay dan kawan-kawan. Pada budidaya pertanian; sayur Kangkung, Brokoli dan Pare. Menurut mereka sayur organik seperti Kangkung manfaatnya menjaga kesehatan mata, Antiradang, mencegah diabetes, melawan kerusakan hati (liver), mencegah dehidrasi, mengatasi anemia, meningkatkan kekebalan tubuh
“Kangkung kaya kandungan vitamin yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Pasalnya, vitamin A melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri dan virus. Vitamin ini juga bisa meningkatkan produksi cairan guna mencegah mata kering,” terangnya.
Ketika ditanya harapannya, pihaknya berharap “Semoga jualan kami laku terjual untuk menambah modal usaha,” katanya. (RN)
