Daerah, TNI  

Granat & Peluru Aktif, Bukti Banyak Peninggalan Jepang di Konga

Granat Aktif Peninggalan Jepang Perang Dunia II yang ditemukan warga korban erupsi di Huntara Konga, Flores Timur Selasa 1 April 2025 pagi: Foto (FB/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Penemuan 16 granat aktif type 97 dan 393 peluru aktif kaliber 6,5 MM Arisaka type 38 peninggalan Jepang sisa Perang Dunia II di area Hunian Sementara (Huntara) Konga, Selasa 1 April 2025, pagi semakin menambah bukti peninggalan Jepang di Konga, setelah sebelumnya terdapat banyak bukti jejak keberadaan Jepang di Konga.

Diantaranya, ada jalan lama yang dibuka Jelang ke arah Bendungan Konga, Jembatan lama, 4 buah Meriam di Gereja Konga, Kepala Bom/Rudal di SDK Konga, Dermaga Jepang dan juga ada Bangkai kapal Jepang di Waidoko.

Termasuk sistim pertanian sawah di Konga, juga warisan Jepang, karena Konga terkenal subur dan menjadi medan pertempuran waktu itu,”demikian keterangan yang disampaikan Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung kepada Wartawan saat dikonfirmasi terkait penemuan peluru dan granat aktif tersebut, Rabu (2/4/2025) pagi.

Menurutnya, penemuan yang mengagetkan semua pihak itu, mengingatkannya kalau dulu orang tuanya selalu sarankan kalau kerja kebun sebaiknya diatas lebih ke permukaan tanah saja, tidak usah gali sampai dalam.

“Dan, jika mau gali lebih dalam juga hati-hati,”katanya.

Sinyo Kung juga sampaikan, kendatipun hingga kini tidak pernah ada informasi resmi dari Pemerintah Jepang terkait barang peninggalannya di Konga, namun banyak barang sisa jaman Jepang yang ada di Konga.

Misalnya, ada jalan aspal kasar depan Huntara Konga ke Bendungan, itu dibangun oleh Jepang.

Kemudian, ada jalan lama di pohon Beringin besar ke arah bawah.

“Nah, Peluru dan granat aktif itu diperkirakan, sisa alat perang yang dikuburkan Tentara Jepang, yang ditinggalkan setelah Mereka kalah perang dari Sekutu, dan Indonesia merdeka lalu mereka tidak bisa ambil kembali,”ujarnya.

Sementara terkait peluru dan granat yang ditemukan 3 warga korban erupsi di Huntara Konga asal Desa Nawakote, yakni Ferdi Tobi (25), Ignas Futa (41) dan Kamilus Muda (43) saat menggali septik tank, Sinyo Kung informasikan, saat ini telah diamankan di kebun kosong miliknya, untuk menunggu Tim Penjinak Bom SatBrimob Polda NTT tiba untuk dimusnahkan.

“Iyah, sesuai informasi yang Saya terima, tanggal 18 April 2025 sebelum perayaan Semana Santa dan Paskah, dimusnahkan,”tambahnya.

Ia bahkan secara terbuka mengaku rasa lega tidak terjadi hal buruk yang bisa menimpa warga di Huntara Konga saat ditemukan amunisi peluru dan granat aktif ini.

“Iyah, untungnya tidak meledak saat ditemukan dan tak menimbulkan korban jiwa.

Syukurlah Tuhan dan Lewotanah masih melindungi, sehingga peluru dan granat itu tidak meledak saat ditemukan,”tutupnya.

Dibagian lainnya, Kasubdi PIDM Polres Flotim Iptu.Anwar Sanusi kepada Wartawan jelaskan, 16 granat dan 393 peluru aktif sisa peninggalan Jepang pasca PD II telah diamankan di salah satu kebun kosong milik warga Konga, untuk menanti Tim Jihandak Polda NTT tiba musnahkan.

Ia juga minta warga agar kedepannya lebih berhati-hati saat menggali tanah di Konga. (OLA)

error: Konten dilindungi!