Gubernur Melki Laka Lena dan Kepala BKN Bahas Penguatan Manajemen Talenta ASN untuk Percepat Pembangunan NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena audiensi bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. (Foto: WL)

KUPANG, RANAKANEWS.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan audiensi bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Senin (14/9/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Rumah Jabatan Gubernur NTT tersebut membahas penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu strategi mendukung visi dan misi pembangunan NTT.

Pemerintah Provinsi NTT menilai kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

Gubernur Melki mengatakan, program dan kebijakan pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa didukung aparatur yang memiliki kompetensi, kapasitas, kinerja, dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Manajemen talenta adalah bagian penting dalam memastikan birokrasi memiliki orang-orang yang tepat, pada posisi yang tepat, dan mampu bekerja untuk mencapai target pembangunan daerah. Kita ingin ASN di NTT menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan NTT,” ujar Melki.

Menurutnya, penerapan manajemen talenta harus berjalan seiring dengan penguatan sistem merit. Pengembangan karier ASN perlu dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, serta kebutuhan organisasi.

Dengan pendekatan tersebut, ASN tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai talenta pembangunan yang dapat mendorong inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
BKN Siap Dampingi Pemprov NTT

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Melki juga meminta dukungan dan pendampingan BKN RI bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun serta mengimplementasikan manajemen talenta ASN sesuai ketentuan dan kebutuhan daerah.

Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menyambut baik komitmen tersebut. Ia menyatakan BKN siap memberikan pendampingan dalam pengembangan sistem manajemen talenta, termasuk pemetaan potensi dan kompetensi ASN serta pengembangan karier berbasis sistem merit.

Zudan mengatakan penguatan manajemen talenta diharapkan menghasilkan ASN yang profesional, kompeten, adaptif, inovatif, dan memiliki integritas tinggi.

Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia aparatur merupakan investasi jangka panjang bagi pemerintah daerah.

“Yang kita bangun bukan sekadar sistem kepegawaian, tetapi sebuah birokrasi yang mampu bergerak cepat, bekerja profesional, adaptif dan memiliki orientasi yang jelas terhadap pencapaian visi dan misi pembangunan NTT.
Melalui sistem ini, kita bisa mencetak kader-kader ASN yang siap pakai dan bisa menerjemahkan dan menjabarkan apa yang dipikirkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT,” jelas Zudan.

Ia juga mendorong ASN di NTT untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dengan memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi.

“ASN kita harus terus belajar. Jangan berhenti pada pendidikan yang sudah dimiliki. Kalau ada kesempatan untuk melanjutkan studi, manfaatkan dengan baik, karena peningkatan kapasitas ASN pada akhirnya akan kembali untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan NTT,” ujarnya.

Zudan menilai peningkatan kompetensi dan wawasan aparatur akan memperkuat kemampuan ASN dalam menjalankan pemerintahan, menciptakan inovasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Domisili ASN Turut Disoroti
Selain manajemen talenta, Kepala BKN RI juga menyoroti pentingnya penataan domisili ASN agar sedapat mungkin memiliki kedekatan antara tempat tinggal dan lokasi kerja.

Menurut Zudan, jarak tempat tinggal yang lebih dekat dengan kantor dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kedisiplinan, dan produktivitas ASN.

Kondisi tersebut juga dinilai dapat memberikan efisiensi dari sisi pengeluaran sehari-hari, terutama biaya transportasi dan waktu yang dihabiskan dalam perjalanan menuju tempat kerja.

“ASN juga kita harapkan harus bisa mengatur kehidupannya dengan baik. Kalau tempat tinggalnya atau rumahnya dekat dengan tempat kerja, konsentrasi bekerja bisa lebih baik, lebih fokus, dan waktu tidak banyak habis di perjalanan. Dan tentunya hidupnya bisa lebih bahagia,” jelasnya.

Ia menegaskan, penataan domisili tersebut diharapkan berjalan seiring dengan penguatan manajemen talenta ASN.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu membangun ekosistem kerja yang memungkinkan ASN bekerja secara profesional, disiplin, produktif, sekaligus memiliki keseimbangan antara kewajiban kedinasan dan kehidupan sehari-hari.

Audiensi Gubernur NTT bersama Kepala BKN RI tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun manajemen talenta ASN di NTT.

Dengan dukungan aparatur berkualitas dan penerapan sistem merit yang kuat, Pemerintah Provinsi NTT diharapkan mampu menjalankan program-program prioritas pembangunan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(ALR/RN)

error: Konten dilindungi!