Gubernur NTT Resmikan Gedung UPIP RSJ Naimata, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Gedung Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) di RSJ Naimata Kupang ( Foto: CT )
KUPANG, RANAKANEWS.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Gedung Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) di RSJ Naimata Kupang, Rabu (8/4/2026) pagi.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas gedung oleh Gubernur.

Turut hadir Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pembangunan Gedung UPIP menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan jiwa di NTT.

“Hari ini menjadi tonggak penting pelayanan kesehatan di NTT. Ini adalah komitmen kita untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang aman, bermutu, dan terjangkau,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa persoalan kesehatan jiwa kerap menjadi “fenomena gunung es” yang membutuhkan penanganan cepat dan spesifik, terutama bagi pasien dalam kondisi akut.

Menurutnya, kehadiran UPIP akan memperkuat layanan darurat psikiatri, meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis, serta mempercepat proses pemulihan sebelum pasien masuk tahap rehabilitasi.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan serta tanpa diskriminasi.

“Kesehatan jiwa adalah fondasi kesejahteraan. Tanpa itu, sulit bagi seseorang untuk berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama RSJ Naimata Novy Enggelin Elim menjelaskan bahwa gedung UPIP dirancang dengan spesifikasi khusus dan dilengkapi 14 ruangan fungsional untuk mendukung terapi pasien.

Ia menyebut sejumlah fasilitas medis yang tersedia, di antaranya alat Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), alat pengukur Heart Rate Variability (HRV), serta terapi Elektrokonvulsif (ECT) untuk penanganan gangguan mental berat.

“Gedung ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik yang representatif, tetapi juga didukung peralatan medis modern untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa,” jelasnya.

Dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan pelayanan kesehatan jiwa di NTT semakin optimal, baik dari sisi akses maupun kualitas penanganan pasien.( AR/RN )

error: Konten dilindungi!