KUPANG, RANAKANEWS.com- Sejumlah Bantuan Sosial (Bansos) berupa Sembako yang dikucurkan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, salah satunya kepada SMK Pelayaran Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
“ini semua berkat 3K yaitu: Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi yang baik,” ujar Kepala SMK Pelayaran Kupang, Jesica S. Sodakain, SH didampingi Ketua Yayasan Maria Salouw disela-sela membagikan sembako kepada guru-guru dan siswa di SMK Pelayaran, Jumat (25/3/2022).

Dikatakan Jesica bahwa SMK Pelayaran Kupang satu-satunya sekolah yang memperoleh bantuan sembako dari Presiden Jokowi lewat relawan-relawan.
“Relawan-relawan itu ada 3 (tiga) yaitu Barisan Relawan Jokowi selanjutnya disebut Bara JP adalah pelopor relawan yang mendorong pencapresan Jokowi pada 2014, dan terus berlanjut pencapresan Jokowi pada 2019. Yang Kedua Relawan Barisan Nusantara (Baranusa), dan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Semua relawan Jokowi Presiden itu dibantu dengan yang sama,” jelas Jesica.
Lanjutnya, “Khusus untuk sekolah, beliau (Presiden) sedikit memperhatikan SMK Pelayaran. Dikarenakan beliau juga sangat paham bahwa anak anak ini siap dipakai baik tenaganya, pikiran, dan lain sebagainya, itu perlu sentuhan dan perhatian. Maka dari itu Pak Jokowi titipkan sembako ini untuk guru-guru dan siswa yang sangat membutuhkan. Kita tahu bersama bahwa minyak goreng mengalami kelangkaan, beras mulai susah, dan produk-produk lainnya,” jelas Jesica.
Ia menyebut sebanyak 70 paket yang diterima oleh SMK Pelayaran Kupang antara lain Beras, Gula, Minyak goreng, Daun Teh, Biskuit Regal.
“Sebagai relawan Jokowi NTT, tentu saya sangat senang, bangga dan berterima kasih kepada Bapak Jokowi. Saya berdoa semoga Bapak umur panjang dan terus memajukan Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi,” ucap Jesica.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada relawan- relawan Jokowi, kita berkolaborasi. Harapannya peran serta pemerintah dalam membangun SMK Pelayaran Kupang mengingat output yang dihasilkan oleh sekolah ini sudah tersebar banyak di dunia kerja.
Karena merupakan Sekolah Pelayaran Pertama di NTT dan berada di tengah Kota Kupang seharusnya menjadi contoh untuk sekolah yang lain, kami masih banyak kekurangan yaitu Simulator Kapal sebagai praktek anak-anak di sekolah, ruang kelas, karena adanya peningkatan siswa, dan lain-lain yang butuh perhatian dan kerja sama agar kedepannya output yang kami hasilkan bisa bersaing lebih baik dengan sekolah pelayaran lain di luar NTT,” pinta Jesica.
Harapannya kepada siswa belajar yang sungguh. Belajar itu penting karena persaingan di dunia kerja sekarang sangat tinggi. Memajukan bangsa Indonesia bagi seorang pelajar dimulai dengan belajar sungguh-sungguh, apabila kita kaji prestasi anak Indonesia khusus di NTT dalam dunia pendidikan sudah sangat luar biasa, prestasi tersebut bukan hanya akan menjadikan kebanggan pribadi, tetapi menjadi kebanggan bagi keluarga serta bangsa dan negara.
Jesica juga berpesan kepada guru-guru agar harus kreatif dan harus lebih semangat dalam mendidik anak-anak. Guru adalah seseorang yang memegang bidang studi dan menstransfernya kepada anak didik.
“Ketika profesi guru sudah menjadi pilihan, maka sebagai konsekuensinya setiap orang yang merasa dirinya telah menjadi seorang guru sudah seyogianya berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas-tugasnya secara profesioanal,” pungkasnya.
Salah seorang siswa penerima bantuan, Flavianus Wandi Saluk, Tingkat 3, jurusan Teknik Kapal Niaga mengaku senang.
“Saya merasa senang sekali ketika mendapat bantuan seperti ini apalagi dari Bapak Presiden. saya mengucapkan terima kasih banyak semoga Bapak Presiden selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa, diberi Kesehatan dan Sukses selalu kedepannya,” ungkap Wandi.
Sementara itu Ketua Yayasan, Maria Salouw mengapresiasi kepada Kepala SMK Pelayaran Kupang, Jesica S.Sodakain, SH.
“Saya salut dan apresiasi kepada Kepala Sekolah menginspirasi, bukan hanya komunitas sekitar sekolah itu. Saya sebagai Ketua Yayasan menjadi jauh lebih semangat, melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan Ibu Jesica. Dari gambaran keberhasilan Kepala Sekolah tersebut diharapkan bisa memberikan semangat bagi seluruh guru untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di NTT,” akui Maria Salaouw Anggota DPRD Kota Kupang Periode 2009- 2014 fraksi Partai Gerindra itu.
Lanjut anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) NTT ini mengakui kelebihan yang dimiliki Kepala SMK Pelayaran Kupang.
“Dulunya siswa di SMK Pelayaran Kupang tidak sebanyak ini. Selama kepemimpinan beliau setiap tahunnya menambah jumlah siswa, itu karena berkat Kepala sekolah yang kreatif dan imajinatif. Bagaimana marketingnya jalan, berkolaborasi berbagai pihak dan lain sebagainya. Dengan menggunakan proses kreatif sebagai kriteria kreativitas, maka segala produk yang dihasilkan dari proses itu dianggap sebagai produk kreatif dan kepala sekolahnya disebut kepala sekolah kreatif,” pungkas Mery. (RN)