Idul Adha 2022, Pondok Pesantren Darul Aulya Sediakan Hewan Kurban Kesejumlah Masjid di Kota Kupang

Hewan Kurban yang sudah disembelih di Pondok Pesantren Darul Aulya Kupang yang terletak di Jalan Markus Tosi, RT 19/RW 07, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 10 Juli 2022 (Foto: Istimewa)

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah,  Pondok Pesantren  Darul Aulya Kupang yang terletak di Jalan Markus Tosi, RT 19/RW 07, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan 200 ekor Sapi sebagai hewan kurban  yang dibagi bagikan kesejumlah masjid di Kota Kupang.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aulya Kupang, Ustadz Dahrul Ikhwanul Umar, S.Pd., I, menyebut Pondok Pesantren Durul Aulya menyiapkan kurang lebih ada 200 ekor Sapi yang akan dibagikan kepada masjid-masjid di Kota Kupang. Dari 200 ekor Sapi yang disembelih, adapun  donatur untuk patungan hewan -hewan kurban berasal dari 6 (enam) negara yakni, Indonesia, Australia, Vietnam, Perancis, Belanda dan Arab.

“Ini adalah pemotongan hewan kurban terbanyak di NTT. Kita membutuhkan waktu selama 3 hari dari hari Sabtu- Senin (9-11/7/2022). Dari sekian ratusan ekor hewan kurban ini selain diperuntukan masjid-masjid, kelompok-kelompok pengajian juga bagi warga yang non muslim,” ujar Ustadz Dahrul  Ikhwanul Umar kepada wartawan dalam acara pemotongan hewan kurban, di halaman Pondok Pesantren Darul Aulya Kupang pada Minggu (10/7/2022).

Lebih lanjut, “kami menganggap  6 (enam) negara ini sebagai kekuatan juga mitra. Kurang lebih ada 1000 orang kita berpatungan, pada konsepnya ada 7 (tujuh) Kepala Keluarga 1 (satu) ekor Sapi. Dan syukur tahun 2022 kita bisa mencapai hasil yang maksimal,” tutur Ustadz Dahrul.

Dikatakan Ustadz Dahrul “Apa yang kita lakukan hari ini menjadi satu motivasi dasar bagi masyarakat NTT umumnya, dan khususnya Kota Kupang, untuk terus berbuat baik tanpa ada sekat atau dikotomi agama. Karena yang kita lakukan hari ini juga menjadi suatu hal yang ke depannya akan memberikan suatu rangsangan atau simulasi positif kepada masyarakat Kota Kupang secara luas,” terang Ustadz Dahrul.

Pantauan media di lokasi penyembelihan hewan kurban menunjukkan adanya kerukunan dan kerjasama yang baik antara umat muslim dan non muslim yang ikut membantu dalam kegiatan ini.

Sementara untuk pendistribusian daging kurban menurut Ustadz Dahrul Umar, dibagikan kepada  masjid, yayasan, paguyuban, bahkan  gereja.

“Kami  anggap bahwa ini merupakan suatu moment penting, yang nantinya akan menghadirkan suatu kebaikan bersama. Tahun lalu kita juga menyebarluaskan hewan kurban minimal Kota Kupang dan Kabupaten bahkan untuk Kabupaten Alor kami kirimkan 10 (sepuluh ) ekor Sapi dan Kabupaten menjadi target sasaran penyebaran hewan kurban tahun ini.  Harapannya kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, dan masyarakat NTT umumnya bahwa dengan hal- hal yang baik seperti ini, tentunya akan menyadarkan kita betapa pentingnya persatuan dan toleransi itu ketika dibalut dengan kebaikan, karena hal yang kita lakukan hari ini seharusnya mendapatkan apresiasi yang besar dari semua kalangan karena intinya kebaikan yang kita lakukan ini bukan hanya berdampak pada satu individu tetapi berdampak pada masyarakat Kota Kupang secara luas,” tandasnya.

Dirinya juga berharap, “Donatur-donatur yang sekarang ini mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi supaya kita bisa membagikan kepada banyak umat yang lebih banyak lagi yang menikmati,” pungkasnya. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version