Kadisparekraf NTT Optimis Program SMK Bangun Desa

KUPANG, RANAKANEWS.com– Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si mengaku optimis Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Membangun Desa. Berharap SMKN 4 Kupang dapat turut mendorong perpaduan potensi dan sumber daya manusia yang ada di pedesaan.

Mantan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Manggarai ini mengatakan, Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur punya prinsip dalam membangun pariwisata.

Tiga prinsip tersebut antaralain Pertama, Sustainable Accessible Tourism (SAT) yaitu membangun pariwisata dengan menjaga nilai budaya dan juga alam.

Kedua, Community Based Tourisme (CBT) artinya membangun pariwisata dengan melibatkan masyarakat.

Ketiga, Pentahelix. Kolaborasi membangun pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak; melibatkan Pers, Non-Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat, Sekolah- Sekolah bahkan melibatkan Sanggar dan lain- lain jadi pentaheliks semua berkolaborasi membangun pariwisata,” ujar  Sony Libing diruang kerjanya Senin (21/3/2022).

Menurut mantan Kepala Badan dan Pendapatan Aset  Daerah ini, apa yang dilakukan oleh SMKN 4 Kupang dengan melibatkan Lembaga  Swadaya Masyarakat (LSM), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Wilayah NTT adalah cara- cara terbaik yang sesungguhnya sejalan dengan visi misi dan  juga  cara kerja dinas pariwisata Provinsi NTT.

“Sebagai Kadis Pariwisata tentu saya mendukung penuh. Tentu sebagai  pemerintah berterima kasih atas dukungan kerjasama yang sangat luar biasa, yang dilakukan teman teman GIPI dan juga teman- teman dari LSM maupun dari sekolah. Suatu saat nanti kami akan buat sebuah kebijakan yang melibatkan anak anak sekolah dalam program pembangunan pariwisata,” pungkasnya.

Ujung kanan Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd.

Sementara Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd  menurutnya kekuatan dan pengembangan potensi Desa dan kompetensi SMK perlu didukung oleh semua unsur.

“Selain program SMK Bangun Desa ini juga merupakan wujud implementasi link and match antara SMK dan BumDes yang ada di desa wisata sehingga produk-produk  hasil karya siswa juga dapat diterima di Pasar. Pengembangan potensi Desa bersinergi dengan kompetensi SMK tak bisa dilakukan satu unsur saja. Komitmen dan sinergi antar unsur satu dengan unsur lainnya menjadi kunci utama,” kata Semi Ndolu.

Maka konsep pentahelix atau multipihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan potensi lokal desa dan komptensi SMK yang tetap mengedepankan kearifan lokal dan bersumber daya lokal.

adapun Program SMK Membangun Desa mengusung beberapa program diantaranya pengembangan sentra tenun ikat helong, fotografi, handycraft, dan agrowisata.

Semi Ndolu menuturkan Program SMK Bangun Desa yang diinisiasinya itu diapresiasi dan didukung oleh 8 desa wisata di Kecamatan Semau.

‘Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi dan sinergi antara SMK dan Desa Wisata, sebagai wujud implementasi program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terkait sektor pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat,” ujar Ketua MKKS SMK Kota Kupang itu.

Lanjut Semi, dalam sosialisasi yang dilakukan oleh SMKN 4 Kupang bersama para guru dan siswa pada Jumat (11/3/2022) di Kantor Camat Semau, semua Kepala Desa rebutan untuk Kolaborasi dengan SMKN 4 Kupang.

‘Hal ini dikarenakan, konsep yang diusung SMKN 4 Kupang adalah mensinergikan potensi desa dan kompetensi SMK untuk menghasilkan aneka produk ekraf berupa handycraft, pengembangan sentra tenun ikat helong, fotografi, dan agrowisata,” sebut Semi Ndolu.

Dalam hal pengembangan destinasi wisata kata Semi, pihak SMKN 4 Kupang juga mendapat dukungan dari Pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Wilayah NTT dan sejumlah stakeholders lainnya.

“Kecamatan Semau dipilih untuk mengimplementasikan konsep program ini sebagai wujud respon atas rencana penerbangan Kupang- Darwin-Dili pada April 2022 mendatang, sehingga bagaimanapun masyarakat harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan para tamu wisatawan. Oleh karena itu produk ekraf maupun agrowisata di desa wisata harus disiapkan dengan sinergi kolaboratif bersama pemerintah kecamatan, desa serta masyarakat setempat,” pungkasnya. (TD)

error: Konten dilindungi!