JAKARTA, RANAKANEWS.com – Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mengajak seluruh umat Katolik di Indonesia untuk bersama-sama mensyukuri perjalanan panjang 50 tahun Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (PKKI) melalui perayaan puncak Golden Jubilee yang akan digelar di Jakarta.
Perayaan bersejarah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan mengusung tema “Roh Kudus Api Evangelisasi.”
Ajakan itu disampaikan Kardinal Suharyo melalui video sambutan resmi yang dipublikasikan panitia melalui kanal YouTube. Dalam pesannya, Kardinal Suharyo mengajak umat untuk menjadikan momentum setengah abad perjalanan Pembaruan Karismatik Katolik bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk kembali menyadari karya Roh Kudus dalam perjalanan Gereja di Indonesia.
Lima Puluh Tahun dalam Penyertaan Roh Kudus
Kardinal Suharyo menegaskan, perjalanan Pembaruan Karismatik Katolik selama lima dekade tidak dapat dilepaskan dari penyertaan Roh Kudus yang terus membimbing dan menguatkan umat.
“Selama lima puluh tahun Roh Kudus senantiasa menyertai, membimbing dan menguatkan perjalanan Pembaruan Karismatik Katolik di tanah air,” kata Kardinal Suharyo.
Lima puluh tahun perjalanan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat kembali berbagai buah pembaruan yang telah tumbuh di tengah umat.
Menurut Kardinal Suharyo, karya rahmat yang berlangsung selama lima dekade itu telah berbuah dalam pembaruan kehidupan rohani sekaligus tumbuhnya kerelaan hati untuk melayani.
Pembaruan Karismatik, dengan demikian, tidak hanya dipahami sebagai pengalaman iman dan kehidupan doa, tetapi juga sebagai dorongan bagi umat untuk semakin aktif menghadirkan kasih Kristiani dalam kehidupan bersama.
Berpuncak pada Golden Jubilee 2026
Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan tersebut, berbagai kegiatan telah dan terus dilakukan di berbagai keuskupan di Indonesia.
Rangkaian Karisma Roh Kudus (KRK) dan Konvenda di sejumlah keuskupan menjadi bagian dari perjalanan menuju perayaan puncak Golden Jubilee.
Seluruh rangkaian tersebut pada akhirnya diarahkan menuju satu perjumpaan besar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 10 Oktober 2026.
Perayaan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi umat dari berbagai daerah untuk berkumpul, mengalami kebersamaan sebagai satu Gereja, serta memperbarui semangat dalam mengikuti karya Roh Kudus.
Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mensyukuri perjalanan Pembaruan Karismatik Katolik yang telah melewati berbagai dinamika selama 50 tahun dan terus mengambil bagian dalam kehidupan Gereja serta masyarakat.
“Api Roh Kudus” Harus Menjadi Api Pelayanan
Dalam pesannya, Kardinal Suharyo memberikan penekanan khusus terhadap tema “Roh Kudus Api Evangelisasi.”
Menurutnya, pengalaman akan Roh Kudus semestinya membawa umat kepada gerakan keluar, bukan berhenti pada pengalaman rohani pribadi.
“Perayaan ini mengingatkan kita bahwa api Roh Kudus yang sejati senantiasa menggerakkan kita keluar untuk berbagi kasih nyata,” jelasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa evangelisasi tidak hanya dilakukan melalui kata-kata atau kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan mereka yang membutuhkan.
Kardinal Suharyo secara khusus mengajak umat untuk mendampingi dan melayani para sahabat yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam perayaan Golden Jubilee. Api Roh Kudus diharapkan tidak hanya menyala dalam ruang-ruang peribadatan, tetapi juga hadir melalui kepedulian sosial, pelayanan, solidaritas, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.
Dengan demikian, perayaan 50 tahun Pembaruan Karismatik Katolik diharapkan menghasilkan semangat baru bagi umat untuk semakin menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat.
Memperbarui Komitmen bagi Gereja dan Tanah Air
Kardinal Suharyo juga mengundang seluruh umat Katolik untuk mengambil bagian secara langsung dalam perayaan puncak tersebut.
Ia mengajak umat untuk hadir, berdoa bersama, bersyukur atas penyertaan Roh Kudus selama 50 tahun, serta memperbarui komitmen pelayanan bagi Gereja dan tanah air.
Undangan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar momentum Golden Jubilee tidak berhenti pada kemeriahan acara, melainkan menjadi titik tolak bagi perjalanan pelayanan berikutnya.
Lima puluh tahun dipandang sebagai sebuah perjalanan iman yang perlu disyukuri sekaligus menjadi dasar untuk menatap masa depan. Umat diajak untuk terus membuka diri terhadap karya Roh Kudus dan menerjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan di Indonesia Arena nantinya diharapkan mempertemukan umat dari berbagai keuskupan dan komunitas Pembaruan Karismatik Katolik dari seluruh Indonesia dalam suasana doa, syukur, persaudaraan, dan semangat evangelisasi.
Kardinal Suharyo menutup pesannya dengan sebuah ajakan sekaligus harapan agar seluruh umat dapat berjumpa dalam perayaan tersebut.
“Sampai berjumpa di Indonesia Arena. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.
Panitia telah menyediakan informasi mengenai tiket perayaan melalui LOKET. Selain itu, panitia juga merilis merchandise resmi Golden Jubilee 50 Tahun sebagai bagian dari rangkaian perayaan 50 tahun Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia.
Perayaan Golden Jubilee pada 10 Oktober 2026 pun diharapkan menjadi momentum iman yang mempertemukan umat dari berbagai penjuru Indonesia untuk bersama-sama merayakan karya Roh Kudus sekaligus meneguhkan kembali panggilan Gereja untuk mewartakan Injil melalui kehidupan dan pelayanan nyata. (*/WG)










