Konfercab III DPC WKRI Paroki Sta.Familia Sikumana; Pertanggungjawaban Program Kerja

Penasehat Rohani WKRI DPC Paroki Sta. Familia Sikumana, Pater Sebast Wadjang, SVD (tengah) foto bersama disela-sela kegiatan Konfercab ke-3 di Aula Paroki Sta. Familia Sikumana, Kupang, NTT, Sabtu (29/3/2025). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Berakhirnya masa bakti kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Sta.Familia  Sikumana Kupang, maka diselenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) yang merupakan Rapat Paripurna tingkat cabang dengan sistem perwakilan ranting berlangsung di Aula Paroki Sta Familia Sikumana, pada Sabtu (29/3/2025).

Diselenggarakan sekali dalam 3 tahun oleh Dewan Pengurus Cabang sebagai pertanggungjawaban masa bakti kepengurusan, serta menetapkan langkah organisasi di 3 tahun mendatang dan memilih pimpinan organisasi di tingkat daerah.

Perencanaan yang teliti dan penentuan kebijakan yang tepat dalam organisasi akan mendukung keberhasilan karya pengapdian Wanita Katolik Republik Indonesia sebagai bagian dari warga gereja dan warga negara yang potensial, dan merupakan kekuatan moral dan sosial di dalam masyarakat.

Konfercab ke-3 ini dihadiri Penasehat Rohani WKRI DPC Santa Familia Sikumana, Pater Sebast Wadjang, SVD, Ketua Presidium, Josefina Seran Getha yang diwakili oleh Anggota Presidium 1 WKRI DPD NTT, Yuliana Saloso, Anggota Presidium 2 DPD Keuskupan Agung Kupang (KAK), Yustina Lema, Sesepuh WKRI Sta.Famili Sikumana Theresia Geme, DPP Paroki Sta.Familia, para Ketua Wilayah se-Paroki Sta.Familia, DPD NTT, Dewan Pengurus Cabang (DPC), para Suster, para utusan, peninjau dari masing –masing ranting, serta undangan lainnya.

Ketua Presidium, Josefina Seran Gheta dalam sambutannya yang diwakili Anggota Presidium 1 WKRI DPD NTT, Yuliana Suloso mengatakan, WKRI sebagai sebuah organisasi sosial kemasyarakatan atas nama Gereja Katolik harus dapat memainkan  peran baik secara internal maupun eksternal mendukung pemerintah dan gereja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai Wanita Katolik kita memiliki panggilan dan peran yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat. Kita tidak hanya berperan sebagai seorang ibu rumah tangga tetapi sebagai agen perubahan yang dapat menginspirasi dan membentuk dunia sekitar kita untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

Wanita  Katolik RI dituntut untuk dapat memahami setiap fenomena yang ada di dalam masyarakat, memetakan secara baik semua persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, WKRI melakukan perencanaan dan aksi nyata serta bangun koordinasi dan kemitraan secara internal dengan pastor paroki dan dewan pastoral paroki setempat untuk mensinergikan program dan kegiatan.

Ia juga mengatakan, Konfercab merupakan forum musyawarah tertinggi melalui sistem perwakilan dengan kekuasaan tertinggi ada di tangan anggota.

Selaras dengan tugas dan kewajiban Konfercab adalah untuk menghasilkan keputusan-keputusan sebagai landasan dan pedoman kerja bagi Dewan Pengurus Cabang.

Hasil yang diharapkan adalah pengesahan laporan pertanggungjawaban DPC serta memilih dan mengesahkan Pimpinan Dewan Pengurus Cabang.

Ia juga menegaskan, WKRI DPC Santa Familia Sikumana harus menjadi contoh dan terus berkonsistensi sebagai organisasi yang sehat dan bertanggung jawab baik di bidang kemandirian organisasi, kaderisasi, penataan wilayah kerja dan akuntabilitas organisasi. Keempat unsur ini menjadi landasan yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan.

Pada kesempatan yang bermartabat itu tak lupa ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pastor Paroki sekaligus Pastor Penasehat Rohani WKRI DPC Paroki Santa Familia Sikumana, Ketua WKRI DPC bersama jajarannya, panitia pelaksana kegiatan Konfercap III.

“Jadi WKRI tidak berjalan sendiri. Saya memberikan apresiasi yang luar biasa  kepada para pimpinan DPC dan semua sahabat hati telah melakukan aksi nyata dengan memberikan perhatian dan sangat responsif terhadap bencana yang dialami saudara-sauadara kita akibat erupsi gunung Lewotobi dengan memberikan donasi serta membuka posko bantuan masing-masing DPC.

Sementara itu, Ketua DPC WKRI Paroki Sta.Familia, Lusia Fransisca Tiwe mengatakan, pada Konfercab ke-3 WKRI Sta.Familia mengambil tema “Bergerak Bersama Menjadi Penabur benih Injil yang Menghidupkan dan Membangun Solidaritas dan Subsidiaritas”.

“Dengan tema ini, kita bersyukur atas Kasih Allah yang terus mendampingi kita dan memampukan Wanita Katolik RI  dapat menjalankan berbagai program baik di lingkungan organisasi, maupun di lingkungan masyarakat.

WKRI diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif di dunia, menaburkan kebaikan,kasih sayang, dan kebenaran seperti yang diajarkan injil, membawa hidup dan harapan bagi sesama. Membangun dengan spirit solidaritas dan subsidiaritas,

“Saya mengajak WKRI untuk saling peduli dan bertanggungjawab satu sama lain, saling membantu tanpa melihat perbedaan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dan spirit subsidiaritas membuat kita saling menghormati keputusan yang diambil oleh masing-masing komunitas, menghargai kekhususan yang membuatnya berbeda satu sama lain, namun semuanya sama –sama dipanggil untuk mewartakan  kasih Tuhan yang bermuara pada tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan bersama,” kata Lusi.

Lusi menyebutkan, ada 4 isu strategis yang menjadi pusat perhatian WKRI secara nasional, yaitu: 1). Korupsi dan pengeroposan indologi bangsa.

2). Perempuan dan anak dalam dalam konteks kemiskinan dapat mengarahkan kesejahteraan bersama menuju indonesia emas.

3). Lingkungan hidup dan perubahan iklimagarb dapat menuju ekologi sosial yang bermartabat, sejahterta berkeadilan.

4). Perempuan dan teknologi, agar dapat memanfaatkan perkembangan TI secara berdaya guna, bijaksana dan beretika.

Dengan demikian diharapkan para utusan, peninjau dan seluruh peserta Konfercab, perlu sunguh-sunguh berupaya dapat memberikan buah-buah pikiran yang dapat dilaksanakan oleh WKRI di lingkungan gereja dan masyarakat sekitar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhannya.

Pada kesempatan itu dirinya tak lupa menyampaikan terima kasih untuk dukungan semua pihak terhadap WKRI dalam melaksanakan program kerja dan karya pelayanannya.

“Saya berharap semoga kegiatan Konfercab yang  kita laksanakan ini, dapat memberikan harapan baru dan semangat juang yang tinggi bagi ibu-ibu WKRI yang terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ungkap Ketua WKRI DPC Sta.Familia, Lisi Tiwe.

Ketua Panitia, Katrin Murdian mengatakan, tujuan diselenggarakan Konfercab III DPC Wanita Katolik RI Paroki Sta.Familia Sikumana yakni:

“Untuk menyamakan presepsi dan pemahaman serta penghayatan tentang Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ADRT) WKRI, Memilih Dewan Pengurus Cabang WKRI Paroki Sta. Familia Sikumana Periode 2025-2028 untuk disetujui dan disahkan oleh Dewan Pengurus Daerah WKRI NTT, Menetapkan program kerja DPC WKRI Sta.Familiam Sikumana Periode Tahun 2025-2028, Meminta pertanggungjawaban DPC WKRI Paroki Sta.Familia Sikumana periode 2022-2025,” jelas Katrian Murdian dalam laporan panitia.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Konfercab ini, “Diterimanya pertanggungjawaban DPC WKRI Paroki Sta.Familia Sikumana sebagai bentuk tanggungjawab atas pelaksanaan visi dan misi organisasi.

Dan diitetapkannya program kerja WKRI DPC Paroki Sta.Familia Sikumana periode 2025-2028 sebagai penjabaran visi dan misi organisasi. Serta Terpilih  Pimpinan DPC WKRI Paroki Sta.Familia Sikumana Periode 2025-2028,” pungkas Katrin. (TD)

error: Konten dilindungi!