KPB Demplot Perak Cibal Raih Omzet Rp58 Juta dari Budidaya Ayam Broiler, Anggota Nikmati Bagi Hasil hingga Rp2,25 Juta

Di Lokasi Kandang ternak ayam Broiler , Lestiana Roli, Bendahara KPB Demplot Perak Cibal tengah melakukan pemantauan ternak siap panen. (Foto: Kader Desa Yoseph Anggong.)

RUTENG, RANAKANEWS.com – Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Demplot Perak, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, berhasil mencatat capaian positif dalam pemberdayaan ekonomi desa melalui usaha budidaya ayam broiler. Dalam periode Januari hingga Juni 2026, kelompok ini membukukan omzet kumulatif sebesar Rp58.175.000.

Keberhasilan tersebut diraih oleh delapan anggota aktif KPB Demplot Perak yang berada di RT 010/RW 004, Dusun Watu Lencung, Desa Perak, Kecamatan Cibal. Usaha peternakan ayam broiler ini berkembang melalui dukungan stimulan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).

Tidak hanya menghasilkan perputaran ekonomi kelompok, usaha tersebut juga memberikan dampak langsung kepada para anggota. Melalui mekanisme bagi hasil usaha, setiap anggota menerima insentif dengan besaran antara Rp1.800.000 hingga Rp2.250.000, yang disesuaikan dengan tingkat keaktifan masing-masing anggota dalam pengelolaan usaha.

Dari hasil panen perdana, kelompok mencatat penjualan sebesar Rp46.000.000 dan berhasil membagikan hasil usaha sebesar Rp17.000.000 kepada anggota kelompok.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kecamatan (RAKORCAM) Cibal yang dipimpin langsung oleh Koordinator Kabupaten Program TEKAD Manggarai, Largus Ogot, SE, bersama Tim Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Kecamatan, dan Kader Desa pada Mei 2026.

Berdasarkan catatan realisasi usaha hingga pertengahan Juni 2026, KPB Demplot Perak telah memproduksi dan memasarkan sebanyak 1.014 ekor ayam pedaging. Dari jumlah tersebut, sebanyak 837 ekor diserap oleh Dapur SPPG MBG Cibal, sedangkan sisanya dipasarkan kepada pedagang lokal dan masyarakat sekitar.

Berawal dari Nol, Kini Menjadi Usaha Produktif
Sebelum mendapat intervensi Program TEKAD, masyarakat Desa Perak belum memiliki pengalaman dalam budidaya ayam broiler, baik secara individu maupun kelompok.

Kader Desa Perak, Yoseph Anggong, menjelaskan, pada tahap awal kelompok menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis peternakan, manajemen pemeliharaan, pengendalian penyakit, hingga administrasi keuangan.

Namun, melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan dana stimulan secara optimal, kelompok mulai membangun fondasi usaha. Mereka membangun satu unit kandang sederhana, mendatangkan 1.000 ekor bibit DOC (Day Old Chick), menyediakan pakan berkualitas, vitamin, serta peralatan pendukung lainnya.

Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui musyawarah rutin. Kelompok menyusun pembagian tugas, jadwal piket pemeliharaan kandang, serta menerapkan tata kelola administrasi keuangan secara transparan.

Pendampingan Intensif Jaga Keberlanjutan Usaha
Keberhasilan KPB Demplot Perak tidak terlepas dari pendampingan berkelanjutan Tim Program TEKAD. Koordinator Kabupaten Program TEKAD Manggarai, Largus Ogot, SE, mendorong Tim TEKAD Kecamatan Cibal untuk melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkala.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap persoalan teknis maupun nonteknis yang dihadapi kelompok dapat segera mendapatkan solusi.

Hasilnya, kapasitas usaha kelompok terus berkembang. Kandang awal yang berukuran 3 x 14 meter kini telah diperluas menjadi tiga unit kandang dengan ukuran masing-masing 4 x 6 meter.

Saat ini, kelompok telah memasuki siklus budidaya kedua dengan target menjaga kesinambungan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Dampak Ekonomi Mulai Dirasakan Warga
Selain meningkatkan pendapatan anggota, usaha ayam broiler KPB Demplot Perak juga memberikan dampak positif bagi sektor peternakan lain di desa.

Yoseph Anggong mengatakan, limbah kotoran ayam dari kandang telah dimanfaatkan oleh salah satu anggota kelompok sebagai bahan pendukung dalam pengembangan ternak babi. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem usaha yang lebih terintegrasi.

Keberhasilan kelompok ini menghasilkan sejumlah dampak nyata, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, bertambahnya keterampilan teknis budidaya ayam broiler, mendukung ketahanan pangan lokal, membuka peluang usaha baru, hingga memperkuat budaya kerja sama antarwarga.

Dari pengalaman tersebut, kelompok menemukan sejumlah faktor penting keberhasilan usaha, yakni komitmen anggota, pembagian tugas yang jelas, tertib administrasi keuangan, serta pendampingan rutin dari fasilitator.

Bidik Hilirisasi Produk Ayam
Ke depan, KPB Demplot Perak tidak hanya fokus menjual ayam hidup. Kelompok mulai menyiapkan pengembangan usaha hilirisasi berupa penyediaan ayam potong siap jual dan produk olahan berbahan dasar daging ayam.

Selain itu, kelompok juga berencana mengembangkan pola usaha terpadu dengan memanfaatkan limbah kotoran ayam untuk mendukung budidaya sayuran dan peternakan babi berkelanjutan.

Keberhasilan KPB Demplot Perak menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis desa mampu menciptakan perubahan nyata ketika didukung kerja sama kelompok, pendampingan yang konsisten, serta kemauan masyarakat untuk terus belajar dan berinovasi.

Demplot Perak kini menjadi salah satu contoh praktik baik (best practice) bahwa desa mampu membangun kekuatan ekonomi mandiri melalui inovasi dan semangat gotong royong. (*/WG)

error: Konten dilindungi!