Kuari Milik Ignas Kelen Aransina, ‘Jalan Terang’ Pembangunan Infrastuktur di Tanjung Bunga 

Kuari seluas 1 hektar lebih, ditambah sumber daya air yang mengalir membelah Desa Aransina dan Latonliwo setiap saat, membuat aset berharga milik Ignas Kelen, warga Aransina ini begitu strategis dan memegang peranan penting dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Tanjung Bunga. Bukti nyata suksesnya proyek jalan membuka isolasi Aransina-Latonliwo tahun 2023-2024 adalah saksi hidup. Kini dalam proyek jalan Hotmix 2,5 Km Latonliwo-Basira, Kuari ini kembali berperan vital setelah CV.Thosiba 79 selaku Kontraktor Pelaksana telah bernegosiasi untuk memakai jasa Kuari milik Ignas Kelen ini.

Lokasi Kuari milik Bapa Ignasius Kelen di Desa Aransina, pas di batas desa Aransina-Latonliwo, sekaligus titik nol proyek Hotmix jalan 2,5 Km dengan pagu Rp7,5M APBD Flotim tahun 2026, yang dikerjakan CV.Thosiba 79. Kuari seluas 1 hektar lebih ini sudah bersertifikat, uji laboratorium dan berjasa besar dalam proyek Hotmix jalan Aransina-Latonliwo tahun 2023-2024 yang dikerjakan PT.BKK. Kini, Kuari ini juga siap dukung proyek Hotmix 2,5 Km Latonliwo-Basira: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Lokasi Kuari milik Bapa Ignasius Kelen di Desa Aransina, pas di batas desa Aransina-Latonliwo, sekaligus titik nol proyek Hotmix jalan 2,5 Km dengan pagu Rp7,5M APBD Flotim tahun 2026, yang dikerjakan CV.Thosiba 79. Kuari seluas 1 hektar lebih ini sudah bersertifikat, uji laboratorium dan berjasa besar dalam proyek Hotmix jalan Aransina-Latonliwo tahun 2023-2024 yang dikerjakan PT.BKK. Kini, Kuari ini juga siap dukung proyek Hotmix 2,5 Km Latonliwo-Basira: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Hadirnya Kuari milik pengusaha lokal Ignas Kelen, warga Desa Aransina Tanjung Bunga, diatas lahan seluas 1 (satu) hektar dan telah bersertifikat, serta lolos uji laboratorium, menjadi jalan terang bagi masa depan pembangunan dunia jasa konstruksi di wilayah Tanjung Bunga Flores Timur, yang selama ini terisolasi karena minimnya sumber daya pendukung utama proyek jasa konstruksi jalan dan jembatan.

Banyak desa yang belum menikmati jalan raya Hotmix sebagai penggerak utama roda perekonomian, bakal terbuka isolasi setelah proyek jalan masuk.

Sebut saja di wilayah Simpang Waiklibang-Sinar Hading Gala-Lamanabi-Aransina-Latonliwo yang jalannya dibangun selama ini, termasuk tahun 2023-2024 berkat jasa Kuari milik Ignas Kelen ini.

Hari ini proyek jalan Hotmix 2,5 Km, lanjutan dari proyek rabat beton Rp11M yang mangkrak tahun 2025, bakal dikerjakan dari Latonliwo-Basira.

Karena itu, dukungan penuh dari Kuari miliknya Ignas Kelen yang terletak langsung di titik nol kilometer Latonliwo-Basira, akan sangat penting bagi suksesnya proyek ini.

Kerjasama yang baik dari Kontraktor Pelaksana CV. Thosiba 79 dan PPK Dinas PUPR Flotim selaku pemilik proyek, dengan mengajak masyarakat, termasuk Bapa Ignas Kelen selaku pemilik Kuari, untuk menyukseskan proyek ini, tentu akan sangat baik.

Selain itu, peran dan kontribusi besar Kuari ini, tentunya memberikan peluang bagi investasi bidang jasa konstruksi proyek pekerjaan jalan dan jembatan bagi wilayah lainnya yang belum tersentuh, seperti Trans Basira-Tone-Muleng-Kolaka.

Kemudian wilayah Waibao-Lamatutu, hingga Wulo Kolo sentra pengembangan Sapi. Juga bisa dibuka jalan baru dari Aransina-Lamatutu.

Bahkan, kondisi ini membuat pengusaha yang bergerak di dunia jasa konstruksi jalan dan jembatan, yang selama ini enggan berinvestasi karena tidak ada dukungan Kuari, mulai berpikir untuk berinvestasi membuka isolasi wilayah di Tanjung Bunga.

Apalagi, dengan dukungan alam yang indah dan luas, serta potensial, kehadiran infrastruktur jalan dan jembatan menjadi sangat vital dan strategis.

Karena dengan demikian, investasi bidang lainnya seperti Pariwisata, Perhotelan, Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan lainnya bakal ikut masuk.

Selama ini, kalaupun mau kerja proyek jalan harus bawa material dari luar yang jarak tempuhnya sangat jauh, sehingga biayanya mahal dan bisa mangkrak seperti proyek rabat beton Basira-Latonliwo Rp11M oleh CV.Valentine tahun 2025, karena tolak gunakan material Kuari milik Ignas Kelen.

Tak cuma itu, kendala Kuari membuat hingga kini belum ada satupun Pengusaha jasa konstruksi yang berani menanam armadanya.

Meskipun Pemda Flotim terus mendorong proyek infrastruktur masuk, termasuk pemerintahan saat ini.

Karena itu, hadirnya Kuari milik pengusaha lokal Ignas Kelen ini, bisa menjadi pintu masuk menarik investor di bidang jasa konstruksi jalan dan jembatan.

“Saya bergerak mulai tahun 2018 dengan modal sendiri, membuka Kuari di tempat material itu, pas di posisi belah bukit (Bukit Teletabis) Desa Aransina menuju simpang Terapis.

Bahkan, saat itu ada proyek masuk ambil tanpa bayar karena waktu itu Saya ada di luar kota.

Kuari ini kemudian telah bersertifikat dengan luas lahan mencapai 1 hektar dan telah lolos uji laboratorium,”ujar Ignas Kelen saat diwawancarai, belum lama ini, Rabu 30 September 2026 di lokasi Kuari miliknya tersebut.

Menurutnya, diatas lahan itu semua material dan air sangat mendukung bagi proyek jalan dan jembatan.

“Tahun 2023-2024 proyek jalan 3 Km menuju Latonliwo Satu juga menggunakan material Kuari Saya.

Karena itu, sangat baik jika proyek jalan Hotmix Basira-Latonliwo Tanjung Bunga saat ini masuk lagi dan bisa pakai material yang ada, karena langsung di lokasi proyek dan menekan biaya tinggi,”katanya.

Dirinya sangat terbuka dan bersedia kerjasama jika ada pengusaha jasa konstruksi jalan dan yang bisa berinvestasi diatas lahannya.

“Tentunya dengan senang hati jika ada pengusaha jasa konstruksi yang mau berinvestasi, agar membuka isolasi wilayah.

Sebab, dengan hadirnya pengusaha jasa konstruksi menginvestasikan peralatan AMP, tentunya membuka ruang bagi makin banyaknya proyek jalan dan jembatan di wilayah Tanjung Bunga, baik dari APBD Flotim, Propinsi , terutama APBN,”imbuhnya menjawab pertanyaan Wartawan.

Ia juga mengakui telah ada komunikasi dengan pihak CV.Thosiba 79 terkait Kuari miliknya. “Semoga harganya disepakati dan siap jalan,”pungkasnya.

Saat ini, Kuari yang terletak persis di titik nol proyek jalan Hotmix Basira-Latonliwo Tanjung Bunga senilai Rp7,5 M dari APBD Flotim 2026, terus beroperasi dan menjadi penopang utama kegiatan pembangunan.

Selama ini telah banyak proyek dan pembangunan fisik yang memakai jasa material di Kuari tersebut. Seperti jalan raya Aransina-Latonliwo tahun 2023-2024, kemudian Puskesmas Aransina yang megah.

“Apalagi, kedepannya jika ada buka proyek nasional seperti jalan, jembatan, sekolah, bisa pakai material di Kuari juga.

Jika mau bangun jalan jembatan dari Aransina-Lamatutu Sentra Sapi Wulokolo juga tidak susah, karena ambil material di Kuari,”ujarnya, lagi.

Ia optimis, jika lahan Kuari miliknya tersebut ada investor yang berminat untuk membangun armadanya, maka dunia infrastruktur di wilayah Tanjung Bunga akan terbuka dan percepatan pembangunan ekonomi bakal mengalami lompatan jauh produktivitas.

Ignas Kelen, memang termasuk salah satu tokoh penggerak di balik kemajuan pembangunan di berbagai bidang di wilayah Tanjung Bunga.

Tahun ini saja, Ignas Kelen juga berhasil membuka kebun Jagung 14 hektar di atas lahannya dan telah habis terjual setelah panen.

Beberapa warga yang ditemui juga mengakui bahwa Kuari milik Ignas Kelen di Aransina memang sangat berjasa selama ini bagi pembangunan di wilayah tersebut.

“Lahan miliknya itu memang sangat berjasa bagi pembangunan di wilayah Aransina-Latonliwo dan sekitarnya.

Buktinya, jalan raya Aransina-Latonliwo saat ini yang sedang dinikmati masyarakat. Juga Puskesmas Aransina yang tampak megah itu.

Selain itu, Pak Ignas Kelen juga punya tanah banyak dan luas, bisa mendukung berbagai bidang pembangunan di wilayah Tanjung Bunga,”tukas Yusuf, seorang warga Aransina, yang dekat dengan Ignas Kelen.

Tinggal kini, ditunggu bagaimana peran Kuari miliknya ikut bikin sukses proyek jalan Hotmix Basira-Latonliwo Rp7,5 M sepanjang 2,5 Km ditangan CV.Thosiba 79 pemain baru di dunia jasa konstruksi Flotim, bidang Jalan dan Jembatan. (OLA)

error: Konten dilindungi!