Pengusaha Milenial Apresiasi Dekranasda NTT

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Dapur Kelor Indonesia meluncurkan sebuah brand bernama Haydrink yang merupakan Franchise atau waralaba berbasis kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara dengan mengusung konsep Minuman Kelor dengan berbagai  cita rasa yang sangat cocok dengan kalangan milenial saat ini.

Anggie Prischilla Antonius, mahasiswi semester VII Jurusan Komunikasi Undana, menurutnya bahwa terobosan Dekranasda NTT cukup inovatif. Karena selama ini kalau omong soal Marungga atau Kelor kita hanya rebus bikin sayur ada juga inovasi lain seperti kue. Orang belum tahu inovasi minuman kelor. Padahal manfaat kandungan gizi yang ada pada daun Kelor  bagi tubuh manusia, sangat banyak. Akan tetapi masih sedikit orang yang memanfaatkan daun kelor tersebut sebagai sebuah produk makanan atau minuman. Dekranasda NTT, terobosannya bagus dan sudah masuk grab food,” katanya saat Lounching  Minuman Olahan Kelor “Haydrink”  pada Jumat (24/9/2021) di Jln. Jend. Soeharto, RT 006/RW 008, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT.

“Saya salah satu dari sekian banyak yang beruntung karena bisa kembangkan minat di bidang usaha minuman olahan Kelor Haydrink. Motivasi terjun ke usaha ini ingin memanfaatkan kesempatan dan peluang yang diberikan oleh Dekranasda untuk mengasah kemampuan entrepreneurship agar dapat menjadi salah satu pegangan hidup yang bermanfaat. Setidak-tidaknya benefit dari usaha ini adalah saya turut serta membantu memperkenalkan daun kelor kepada masyarakat luas,” ungkap Anggie.

“Tujuan saya terjun ke bisnis ini untuk bisa memahami karakteristik daya beli masyarakat Kota Kupang berkaitan dengan terobosan inovasi Dapur Kelor dalam menyajikan Haydrink. Saya ingin melihat antusiasme masyarakat Kota Kupang dalam merespons eksistensi  Haydrink. Dan juga  bertujuan untuk mengembangkan usaha  saya yang lebih dulu yaitu berjualan kue, agar bisa memasarkan secara bersamaan,” katanya.

“Saya merasakan sendiri manfaatnya. Saya bisa berinteraksi secara langsung dengan pelanggan melalui proses jual beli tatap muka, dan saya juga bisa mengasah keterampilan kecakapan digital yang saya miliki dengan cara mengoperasikan grab merchant. Tidak hanya itu, hitung keuntungan dan kerugian pun jadi lebih cermat agar tidak keliru,” sambungnya.

Hal terpenting  adalah “karena kesempatan ini datang untuk membantu kita para generasi milenial untuk menjadi kreatif.  Artinya, saya harus bertahan dengan jualan ini tapi bukan berarti tidak ada ciri khas tersendiri dari booth yang saya punya, oleh karena itu saya dituntut untuk bisa menciptakan ‘brand awareness’ di masyarakat, agar dikenal dengan Haydrink Oepura,” tuturnya.

Harapannya untuk Dekranasda NTT, “semoga kedepannya, semakin banyak wadah yang disediakan bagi masyarakat terutama para generasi muda dalam hal ini mahasiswa mahasiswi untuk meningkatkan daya kreatifitas yang ada sehingga bisa menjadi peluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, dan tidak menutup kemungkinan untuk memberi lapangan pekerjaan bagi orang lain yang membutuhkan.

Tak hanya itu, semoga kinerja dan ikhtiar baik Dekranasda, terutama Bunda Julie Laiskodat sebagai Ketua Dekranasda NTT dan sebagai motor penggerak dari berbagai project yang inovatif dan bisa berdampak bagi masyarakat luas ini, semakin berkembang, terus maju dan dinamis, serta adaptif dengan era perkembangan zaman yang makin canggih ini agar tidak kalah bersaing dengan Provinsi lainnya bahkan bila memungkinkan, mengingat pasaran saat ini yang gencar mempromosikan daun kelor sebagai sumber alamiah dengan 1001 manfaat, maka tidak menutup kemungkinan produk Haydrink ini juga bisa go-internasional dan dilirik oleh pasar global.

Harapan untuk kaum muda, semoga gawai dan perangkat mobile yang digunakan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan kualitas diri dalam berinovasi dan berkreasi dengan mengakses informasi- informasi yang dapat membantu mengasah daya kreasi dan inovasi tersebut.

Anggie berharap, bisa menjadi lebih baik lagi kalau ada komunikasi Dekranasda dengan penerima bantuan lebih baik. Jangan hanya berhenti di –launching. Kami juga perlu dibimbing untuk selanjutnya. Terima kasih Bunda Julie yang sudah membantu kami,” ungkap Anggie.

Launching  Minuman Olahan Kelor “Haydrink” dihadiri  wartawan; Media cetak, online, elektronik (Televisi dan Radio), Pengawas dari Dekranasda, Anita Ehak dan siswa magang dari SMKN 3 Kupang, Farel.

Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh program Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengembangkan Kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan dari NTT demi mewujudkan NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

NTT dengan 3026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik.

Booth Haydrink tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan didaerah lain di NTT untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk selanjutnya dapat dikembangkan diseluruh wilayah  NTT mengingat NTT memiliki potensi Kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka.

Peluncuran Haydrink ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini dimana Tim Dekranasda  NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersam-sama melakukan penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan pihak Bank BRI, Grab dan Pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.

“Peserta  yang mengikuti program Haydrink ini adalah kaum Milenial di Kota Kupang. Untuk mengikuti program ini, peserta hanya perlu melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai. Program ini juga berkolaborasi dengan Jasa Transportasi Online Grap yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemesanan produk dari mana saja,” jelas Bunda Julie.

Tujuan dari program Haydrink ini lanjut Bunda Julie, adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha. Selain untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berusaha.

Tujuan program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupakan Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari kepulauan Canary di Spanyol.

Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama disaat pandemic seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit. (MD)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version