Situasi dalam Rapat Panitia Event/Pentas Budaya Kelurahan Oebufu Tahun 2026 yang digelar di kediaman Ketua Panitia, Dr. Laurensius Lehar, di Jalan Womintra Gang 1 No. 5, Kelurahan Oebufu, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Ist)
KUPANG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Kelurahan Oebufu bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para Ketua RT/RW, dan Panitia Event Budaya Kelurahan Oebufu Tahun 2026 menyatakan komitmen bersama untuk menyukseskan pesta budaya yang akan menjadi ruang persaudaraan, kreativitas, dan pelestarian budaya bagi masyarakat Oebufu.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat Panitia Event/Pentas Budaya Kelurahan Oebufu Tahun 2026 yang digelar di kediaman Ketua Panitia, Dr. Laurensius Lehar, di Jalan Womintra Gang 1 No. 5, Kelurahan Oebufu, Sabtu (5/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan proposal, anggaran, dan kesiapan menuju pelaksanaan kegiatan.
Rapat tersebut, dihadiri Lurah Oebufu Mario A. K. Meze, S.E., Ketua LPM Kelurahan Oebufu Yeskiel Io, Ketua RT dan RW, serta jajaran panitia.
Dalam struktur kepanitiaan, Lurah Oebufu bertindak sebagai Pelindung dan Penasihat, Ketua LPM sebagai Penanggung Jawab Utama, sementara Dr. Laurensius Lehar dipercaya sebagai Ketua Panitia.
Dalam arahannya, Lurah Oebufu Mario A. K. Meze, S.E. menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Event budaya, menurut arah pembahasan rapat, tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau sekadar mencari pemenang lomba. Lebih dari itu, kegiatan harus menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat Oebufu dalam semangat persaudaraan dan penghargaan terhadap keberagaman.
Karena itu, dukungan para Ketua RT dan RW menjadi sangat penting.
RT dan RW merupakan unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan diharapkan mampu mendorong keterlibatan warga, terutama anak-anak, remaja dan generasi muda.
Semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda”.
Event Budaya Kelurahan Oebufu dirancang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda.
Ketua LPM: Keberhasilan Kegiatan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Senada dengan Lurah Oebufu, Ketua LPM Kelurahan Oebufu Yeskiel Io mendorong seluruh unsur masyarakat untuk mengambil bagian sesuai tugas dan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, Semangat gotong royong dinilai menjadi modal utama agar kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, meriah, dan tetap menjaga nama baik Kelurahan Oebufu.
Keterlibatan masyarakat memang menjadi roh utama kegiatan ini.
Yeskiel Io menegaskan bahwa keberhasilan event membutuhkan dukungan pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, RT/RW, tokoh adat, tokoh agama, organisasi pemuda, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga seluruh masyarakat.
“Karena itu, Event Budaya 2026 diharapkan menjadi kegiatan yang bermartabat, bukan hanya ramai pada saat pelaksanaan, tetapi mampu meninggalkan nilai kebersamaan, persaudaraan, kedisiplinan, sportivitas, serta kecintaan terhadap budaya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Beragam Lomba dan Pentas Budaya Siap Digelar
Event Budaya Tingkat Kelurahan Oebufu Tahun 2026 direncanakan berlangsung 19–21 Oktober 2026 di wilayah RT 034 Kelurahan Oebufu.
Sejumlah kegiatan menarik telah dipersiapkan. Berdasarkan proposal, agenda utama meliputi Lomba Fashion Show Busana Daerah NTT; Lomba Tarian Tebe Kreasi antar-RT/RW; Lomba Pidato tentang Sampah; Pentas Budaya, Musik Daerah dan Malam Hiburan Rakyat; serta Pameran Kerajinan Masyarakat dan Bazar Kuliner/Produk UMKM.
Lomba Fashion Show Busana Daerah NTT dirancang melibatkan kategori antar RT/RW, SMP/SMA dan umum.
Sledangkan Tarian Tebe Kreasi menjadi salah satu lomba yang secara khusus mendorong keterlibatan warga antar-RT/RW.
Tidak hanya perlombaan, masyarakat juga akan disuguhi pentas budaya, musik daerah, penampilan sanggar tari, kelompok musik daerah, Natoni, hingga malam hiburan rakyat.
Pada saat yang sama, pelaku UMKM mendapatkan ruang melalui pameran kerajinan, bazar kuliner dan produk masyarakat.
Ketua Panitia: Mari Jadikan Oebufu Rumah Bersama
Ketua Panitia Dr. Laurensius Lehar, mengharapkan seluruh panitia bekerja secara terbuka, kompak, dan bertanggung jawab.
Menurut Dosen Politani Kupang itu, Keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari seberapa besar kegiatan tersebut mampu membangun rasa memiliki masyarakat terhadap Kelurahan Oebufu.
“Event ini juga membawa pesan penting kepada generasi muda bahwa perkembangan zaman tidak boleh membuat mereka kehilangan akar budaya.
Oebufu memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, agama, profesi, adat dan tradisi yang beragam. Keberagaman itulah yang justru menjadi modal sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa “Kegiatan ini milik kita bersama. Karena itu, mari kita sukseskan dengan semangat gotong royong, menjaga persaudaraan, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan Oebufu. Kita ingin Event Budaya ini tidak hanya meriah, tetapi juga bermartabat dan meninggalkan kesan baik bagi masyarakat,” ajaknya.
Ia menambahkan, Melalui kegiatan ini, Oebufu ingin menghadirkan wajah kelurahan yang bukan saja berkembang secara fisik, tetapi juga kuat dalam persaudaraan dan identitas budaya. Anak-anak dan generasi muda diberi ruang untuk mengenal budaya, pelaku seni mendapat panggung untuk berkarya, UMKM memperoleh kesempatan mempromosikan produknya
Sementara warga dari berbagai RT dan RW dipertemukan dalam suasana kekeluargaan.
Menurutnya, Pesan yang hendak dibawa pun sederhana tetapi kuat; berbeda budaya, berbeda latar belakang, tetapi tetap satu sebagai keluarga besar Kelurahan Oebufu.
Dengan dukungan Lurah, LPM, RT/RW, panitia, generasi muda, pelaku UMKM dan seluruh masyarakat, Event Budaya Kelurahan Oebufu Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa budaya dapat dirawat, persaudaraan dapat diperkuat, dan persatuan dapat diwujudkan melalui kerja bersama.
“Oebufu bukan hanya tempat tinggal. Oebufu adalah rumah bersama; rumah yang berbudaya, kreatif, rukun, bersih, dan bersatu,” pungkasnya. (RL)
