Mahasiswa FISIP Unwira Terjun ke Desa di Ende, MBKM Difokuskan pada Pemberdayaan Masyarakat

Koordinator Dosen Pendamping MBKM FISIP Unwira, Dr. Apolonaris Gai, S.IP., M.Si., foto bersama Mahasiswa FISIP UNWIRA Kupang saat terjun ke masyarakat untuk menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kabupaten Ende selama dua bulan, Juni hingga Juli 2026. (Foto: HJ).

ENDE, RANAKANEWS. Com – Sebanyak 38 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kabupaten Ende selama dua bulan, Juni hingga Juli 2026. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga didorong terlibat langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

Mahasiswa ditempatkan di lima desa yang tersebar di Kecamatan Ende dan Kecamatan Nangapanda. Di Kecamatan Ende, lokasi kegiatan meliputi Desa Riaraja, Desa Ruku Ramba, dan Desa Wolo Karo. Sementara di Kecamatan Nangapanda, mahasiswa menjalankan program di Desa Ondorea dan Desa Ondorea Barat.

Koordinator Dosen Pendamping MBKM FISIP Unwira, Dr. Apolonaris Gai, S.IP., M.Si., dalam keterangan pers, Jumat (30/5/2026), mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan MBKM yang bertujuan menghubungkan proses pembelajaran akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.

Rombongan mahasiswa bersama para dosen pendamping yang terdiri atas Dr. Lucy Max, S.Sos., M.I.Kom., Maximianus Ardon Bidi, S.IP., M.Sos., dan Maria Florencia Yunita Bello, M.I.Kom., berangkat dari Kupang pada Kamis (29/5/2026) dan diterima Pemerintah Kabupaten Ende.

Sebelum menuju Kantor Bupati Ende, rombongan disambut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Gabriel Dala. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti acara penerimaan dan pelepasan yang dihadiri Bupati Ende, Wakil Bupati Ende, Sekda Ende, para asisten daerah, serta alumni Unwira di Ende.

Bupati Ende Yos Badioda menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Unwira menjadikan Kabupaten Ende sebagai salah satu lokasi pelaksanaan MBKM.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Unwira Kupang karena Kabupaten Ende menjadi salah satu sasaran kegiatan ini. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” kata Yos.

Menurut Apolonaris, kegiatan MBKM tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman lapangan yang komprehensif kepada mahasiswa. Mereka akan terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, administrasi publik, komunikasi sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi langsung turun ke masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu pemerintahan, administrasi publik, dan komunikasi dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Program yang dijalankan mahasiswa antara lain pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi kreatif, literasi digital, penataan administrasi desa, pendidikan karakter pemuda, serta kampanye kesehatan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh persoalan sosial, seperti pencegahan perundungan (bullying), penanganan stunting, edukasi bahaya pergaulan bebas, hingga literasi media sosial.

Bagi FISIP Unwira, MBKM tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta adaptasi sosial.

Program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, dan kelompok masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis mengenai tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di kampus.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, pengalaman lapangan melalui MBKM dinilai menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembangunan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia profesional.

Bagi Kabupaten Ende, kehadiran mahasiswa di desa-desa tidak hanya menghadirkan program pendampingan dan edukasi, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui program ini, kampus diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan riil masyarakat, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sebagai calon pemimpin dan pelayan publik di masa depan. (HJ)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version